Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Belajar Qana’ah dari Pemulung Sampah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 15 Oktober 2011 08:05
Bagikan
Bagikan

BANGUNAN itu tidak layak dikatakan rumah. Lebih cocok disebut gubuk reot. Selain sangat kecil, ukuranya sekitar 7 x 5 m. Tingginya setara dengan kepala pria dewasa saat berdiri. Dindingnya terbuat dari gedhek dan papan kayu yang terlihat sudah bolong di sana-sini. Tiangnya terbuat dari sambungan-sambungan kayu. Bentuknyapun, sudah condong. Segera akan roboh bila ada kerbau mengamuk lewat. 

Gubuk reot ini, tak lain milik sepasang suami istri, Muhammad Fauzan dan Paimah. Mereka menempatinya sejak tahun 1986. Karena takut roboh, gubuk reot itu ditinggalkannya teronggok tak diurus.

“Untuk sementara waktu, tinggal rumah saudara tak jauh dari sini. Dari pada tinggal di sini bisa mati kerobohan,” ujar pria asal Malang, Jawa Timur ini kepada hidayatullah.com, Kamis, (14/10/2011) siang lalu. 

Usia gubuk Fauzan dan Paimah sudah 25 tahun. Karena tidak pernah direnovasi –apalagi bahan pembuatannya dari barang bekas semua– kondisinya lambat laun mulai rapuh dan mau roboh. Fauzan sendiri belum punya modal cukup untuk merenovasinya. Satu-satunya yang dia punya sebagai bahan renovasi hanyalah paku-paku bekas. Lalu, bagaimana caranya?

“Ya, paling tidak, direnovasi hanya diperbaharui paku-pakunya itu. Lha, wong belum ada uang,” ujarnya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Gubuk reot itu terletak di Jl. Keputih Tegal Timur Baru, Surabaya, Jawa Timur. Dulu, tempat ini menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), sebelum lokasinya dipindahkan oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Sebenarnya, tanah tempat tinggal itupun, juga bukan  miliknya. Selama ini Fauzan menempati secara ilegal lahan milik Pemkot Surabaya. Fauzan paham betul jika suatu hari nanti,  pemerintah akan mengambilnya. Ia hanya bisa pasrah saja.

“Ya, kalau mau diambil kita nggak bisa berbuat apa-apa. Paling cari kontrakan,” terangnya.

Tak jauh dari gubuk itu, terlihat gundukan tanah bekas sampah yang berukuran sekitar beberapa kali lapangan bola. Kondisinya sekarang gersang dan panas. Terlihat banyak asap putih yang mengepul.

Sebelum tahun 1999, ketika TPS itu masih berfungsi, Fauzan mengandalkan rizki dengan cara mengais sampah bekas yang dibuang oleh truk-truk yang datang. Tapi, setelah ada larangan pembuangan sampah, kini ia beralih tempat memulung. 

Sebagian lahan bekas TPS itu kini subur. Tidak sedikit masyarkat begitu juga Fauzan yang bercocok tanam sayur mayur. Seperti kacang panjang, terong, mentimun, singkong, dan lain sebagainya. Tapi, itu hanya bisa dilakukan kalau musim hujan datang.

“Bulan-bulan ini libur, mas. Masalahnya kemarau, sudah lama nggak hujan. Tanahnya jadi gersang,” terangnya.

Sebagai pemulung, bersama istri dan anak keduanya, Ahmad Umar yang masih kecil mereka tiap hari harus mengayuh becak sekitar 7 KM. Tujuannya ada dua: Wilayah Ngagel dan Jojoran, Surabaya.

Mereka berangkat selepas subuh atau sekitar pukul 5.00 WIB. Di dua RW ini Fauzan mengais rezeki dari setiap bak sampah rumah-rumah penduduk. Benda-benda bekas atau rongsokan seperti plastik, kaleng dan lain sebagainya. 

Untuk mengisi becaknya hingga penuh, Fauzan setiap hari harus pulang malam.

“Saya pulang malam setiap hari,” ungkapnya.

Itu saja, kalau belum penuh, ia masih mencari di sepanjang jalan menuju rumahnya. Hasil pulungannya itu, ia kumpulkan selama sepekan. Setelah terkumpul banyak, baru ia jual ke pengepul sampah. Hasilnya relatif sedikit: sekitar Rp 120 ribu per pekan. 

Meski tidak terlalu banyak, tapi uang sebesar itu cukup untuk biaya hidup sehari-hari keluarganya.

“Yang penting adalah  menerima dan mensyukuri apa adanya. Kalau merasa kurang terus, harta sebanyak apapun akan terasa kurang. Tapi kalu sedikit tapi disyukuri insyaAllah cukup,” terangnya. 

Qana’ah memandang Hidup

Hidup Fauzan memang tergolong di bawah garis kemiskinan. Tanah tidak punya, gubuk reotnya mau roboh, pendapatan per pekan hanya sekitar Rp 100 ribu, dan anak punya dua.

Tapi, ia tetap berusaha menghadapi hidup dengan semangat dengan prinsip qana’ah (rela dan menerima pemberian Allah subhanahu wata’ala apa adanya, red).  Bahkan di  tengah ketidak-adilan ekonomi di negeri ini, ia tetap mampu tersenyum  bersemangat memandang kehidupan. 

Ia mengerti bagaimana susahnya hidup di negeri ini. Meski demikian, ia tak mau menjadi orangtua cengeng dan tak bertanggung-jawab. Ia berharap, roda hidup akan berganti suatu hari agar Fauzan mampu mengantarkan anaknya hidup lebih baik.

“Anak pertama saya kini kelas lima SD. Saya harap ia bisa menjadi orang sukses,” harapnya.  

Untuk memperbaiki ekonomi, Fauzan sebenarnya ingin berdagang. Tapi, apa boleh dikata, modal tak ada. Pendapatanya sehari-hari hanya cukup buat menyambung hidup keluarganya.

Dalam kondisi seperti itu, tak banyak yang bisa dilakukan. Ia hanya bisa berdoa dan berusaha. Entah sampai kapan nasibnya akan berubah. Tapi, selama becaknya masih setia menemaninya, ia akan tetap mengayuhnya. Menyurusi jalan, gang, dari bak sampak ke bak sampah berikutnya.*     

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Washington Akan Beri Sanksi kepada Bank Sentral Iran
Tulisan selanjutnya Islam Sebagai Landasan Budaya Jawa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?