Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Dukuh Jemblung yang Mulai Mengaji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Februari 2015 20:18 8:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Februari 2015 20:18
Bagikan
Bagikan

Hujan deras mengguyur bumi Karangkobar dan siapapun yang berada di atasnya. Menaiki roda dua, Furqon dan Muhammad berangkat menuju Dukuh Jemblung. Sebuah pedukuhan di di Desa Sampang, Bajarnegara yang namanya sontak menjadi trending topik nasional setelah sebuah bukit yang berada tepat di atas pemukiman penduduk runtuh, kemudian mengubur, menimbun, dan menyisakan apa saja yang tersisa; Berupa isak tangis, sedih, pilu, kemudian disusul doa yang hanya bisa dipanjatkan pada Sang Maha Kuasa.

Spidometer tidak dapat melebihi angka 45 KM/jam, Furqon terpaksa menurunkan laju kecepatan Honda Revo nya, memilih tidak menantang hujan yang kian kencang saja menusuk nusuk wajahnya. Kabut tebal menyelimuti perbukitan sepanjang jalan, dukuh Tekik dan Sampang yang berdampingan dengan dukuh Jemblung hilang dilahap kabut, hanya setengah bukit saja yang dapat dilihat kasat mata pada radius pandang 50 meter.

Lima menit, dua anak muda itu sudah sampai di pelataran Mushola Dukuh Jemblung. Disambut sorak sorai anak anak TPA, “Ka Furqon.. Kaka..!” Teriak anak anak melambaikan tangan. Setiap hari mereka berdua mengajar anak anak dan Ibu Ibu, sisa masyarakat Dukuh Jemblung yang masih hidup. Dua Dai utusan Peduli Muslim itu ditugaskan mendampingi masyarakat baik dalam bentuk  bantuan kemanusiaan maupun maupun bimbingan rohani.

“Kita ada ngaji dengan Ibu-ibu setiap hari. Ini sudah masuk minggu ketiga setelah mereka kembali ke rumah masing-masing dari Posko Pengungsian. Sambil kita membenarkan bacaan mereka dengan tajwid dan tahsin,” terang Furqon Hidayat.

“Selain pendampingan agama, program penyaluran bantuan masih terus kita hal galakan, selain itu, kita juga belajar tulis Al Quran dan tafsir Juz Amma.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Enggan Libur Ngaji

 

Soal hari libur, kata Muhammad, “Lah, gimana lagi.. kita sudah tanya, minta berkali kali, malah sedikit memaksa agar ibu- ibu itu mau libur barang satu dua hari. Pernah saya tanya, ibu ibu gimana kalo hari ahad kita libur ya, ngajinya? Jawab ibu ibu, halah mas, memang kita PNS hari minggu libur? Ngaji ko libur, mas?!” Tutur Muhammad. “Ya akhirnya kami mengalah, setiap hari mengaji. Khusus hari Senin kita mengadakan Pengajian Akbar sekaligus Buka Bersama. Jadi, ya libur ngaji ibu ibu itu hari senin itu, liburnya malah pengajian lagi,” tambahnya.

Jam dinding menunjukan pukul empat lebih dua puluh menit. Ibu- ibu dan anak anak masih khusyu’ mengaji di dalam mushola. Sedangkan payung dan jas hujan mereka tinggal di pelataran masjid bersama deras hujan yang masih terus berjatuhan. “Ini satu diantara tiga surat yang Kanjeng Nabi katakan, siapa yang hendak melihat seakan kiamat di depan matanya, bacalah surat Al Qiyamah, ini,” jelas Muahmmmad di hadapan lima ibu ibu pada sela sela waktu Pelajaran Tahsin.

Petir dan gemuruh hujan makin kencang saja, kabut kian tebal, angin kencang ditambah air hujan yang melindungi pelataran mushola membuat terpal jatuh, “Brak!” Sontak seisi mushola kaget, alhamdulillah tidak ada korban. Terpal bertiangkan bambu itupun dibenahi sekedarnya agar tak membahayakan. Lantas anak anak dan ibu ibu kembali mengaji. Terpal tersebut dipasang karena mushola kecil tersebut tidak sanggup menyambung jumlah anak anak dan ibu ibu yang setiap hari berangkat mengaji.

“Anak anak dan ibu ibu di sini selalu nampak ketakutan dan muram ketika hujan deras disertai petir mengguyur desa mereka,” terang Muhammad. ”

Muhammad menjelaskan bahwa bacaan Al Quran peserta pengajian menjadi tersendat, bahkan ada yang sontak sesaat terdiam tak sanggup membaca.

Muhammad mengisahkan Umi Kayla, salah satu Jamaah pernah bilang kepadanya, “Mas! Saya takut sekali kalau hujan lebat seperti ini. Jantung saya seperti mau copot!” Karena si ibu menyaksikan peristiwa tanah longsor dengan mata kepala sendiri dan itu terjadi saat hujan deras.

“Takut, Ka..” Kata Anggi dan Tina yang saat itu beberapa anak anak nampak menunduk, mendekap lengan Muhammad sambil meneteskan air mata. Ketakutan.

“Ya, demikian yang kami lihat, dan kami berdoa pada Allah untuk ketabahan serta ketistiqomahan masyarakat di sini,” lanjut Muhammad.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Ali Jum’ah: Tak Ada Yang Halalkan Zina, Terdahulu dan Setelahnya
Tulisan selanjutnya Batal Lantik BG, Jokowi Usulkan Badrodin Haiti Calon Kapolri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?