Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Lika-liku Ketua Takmir Masjid Pedalaman Minoritas Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Januari 2018 06:53 6:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Januari 2018 06:53
Bagikan
Suyatno, Ketua Takmir Masjid Ar-Rahman, kampung Datah Bilang, Kabupaten Mahulu, Kaltim.
Bagikan

MALAM mulai menjelang. Musik khas suku Dayak Kenyah bergema di depan sebuah penginapan. Sesekali muda-mudi suku Dayak hilir mudik, sembari mengucapkan salam kepada para pendatang. Itu memang kebiasaan mereka kepada orang-orang baru di kampung ini.

Datah Bilang, sebuah kampung pedalaman di Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu), Kalimantan Timur.

Di bawah sebuah rumah panggung, tampak sosok pria duduk menanti pembeli air minum botolan galon yang dijualnya. Ia ditemani rokok dan kopi yang masih mengepulkan asap.

Suyatno, demikian nama pria pendatang itu. 17 tahun yang lalu ia merantau dari tanah kelahirannya di Jawa Barat. Bersama istrinya, ia bertekad ingin mencari sesuap nasi di belahan pedalaman Kaltim ini.

Dalam penuturannya, Suyatno mengaku, selama di Datah Bilang ia mengalami perubahan nasib. Terutama dalam hal spiritual.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Tujuh tahun yang lalu mengawali perubahan dalam hidupnya. Dulunya ia tak rajin ke masjid. Namun kini, ia justru menjadi Ketua Takmir Masjid Ar Rahman di Kampung Datah Bilang. Di situ pun ia menemukan kedamaian dalam hatinya.

Di sisi lain, ia mengaku tak mudah mengemban amanah itu.

“Menjadi pelayan masjid (Ketua Takmir) merupakan amanah tersulit. Karena di kampung ini Islam merupakan minoritas dan di kampung ini kami tinggal dengan berbagai macam agama, kepercayaan, dan suku,” ujarnya saat ditemui hidayatullah.com pekan kemarin, penghujung Desember 2017 lalu.

Baca: Mualaf di Pedalaman Kaltim Butuh Pendampingan dan Pembinaan

Selama tujuh tahun ia menjabat sebagai kepala takmir masjid di situ, banyak keluh kesah yang ia rasakan. Bahkan ia sempat berada pada titik jenuh sampai ingin berhenti dari aktivitasnya di masjid. Namun itu tak berlangsung lama.

“Terkadang saya merasa berada di titik jenuh, ingin meninggalkan semuanya. Tapi ketika melihat ke belakang, masjid ini tak ada yang merawat. Di situ saya mulai semangat lagi,” ungkapnya.

Ketika acara peringatan maulid Nabi Muhammad digelar di tempat ini, penghujung tahun 2017, dia menangis terharu dan bangga melihat anak-anak membaca al-Qur’an dan melantunkan shalawat Nabi.

“Saya tidak bisa mengaji, tidak pernah juga mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, apalagi menjadi santri. Tapi karena permintaan dari warga untuk menjadi ketua takmir, maka saya jalani dengan sepenuh hati, dengan insya Allah saya mencoba untuk memegang amanah ini, meski sangat berat bagi saya,” ungkapnya.

Selama menjabat sebagai takmir, seringkali ia menerima kunjungan tamu dari luar daerah. Tetamu itu pun ia layani secara baik, misalnya dengan memberikan tempat istirahat di penginapan.

“Saya akan merasa senang banget, jika ada yang dari luar desa ini berkunjung. Maka sebagai takmir, saya merasa ini adalah tanggung jawab dan akan berusaha melayani para tamu dengan sangat baik. Karena dengan pelayanan tersebut kami mengharapkan ada berkah yang kami dapatkan,” tuturnya dengan matanya berkaca-kaca.

Kedatangan hidayatullah.com ke kampung ini bersama rombongan tim medis IMS dan Laznas BSM. Selama 3 hari kami mengisi tujuh kamar penginapan. Normalnya, jika ada tamu yang ingin memakai penginapannya, maka harus membayar Rp 75 ribu per malam.

Setelah kami mengonfirmasi kisaran bayaran penginapan kepada Suyatno, jawabannya jauh dari perkiraan.

“Ini gratis, Mas, bagi saya apa yang saya berikan ini tak ada harganya bagi saya, hanya ini yang kami bisa berikan,” ungkapnya.

Baca: ‘Semoga Islam Semakin Benderang di (Masjid) Long Melaham’

Suyatno selalu yakin, jika ia membantu urusan agamanya, ada saja jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi. Seperti yang ia rasakan selama ini. Pernah, suatu ketika dia sangat ingin memasang keramik masjid, padahal uang kas tinggal Rp 250 ribu.

“Sampai dibilangin gila sama masyarakat,” ungkapnya.

“Tapi ada saja cara Allah membantu kita ketika menolong agamanya,” tambahnya.

Di akhir kepengurusannya selama tiga periode menjabat Ketua Takmir Masjid Datah Bilang, ia sangat ingin yayasan yang dikembangkan memiliki amal usaha, guna menopang kerjanya membangun TPQ dan TK.

“Saya bercita-cita bahwa yayasan yang kami dirikan ini memiliki sarang walet dan mobil boks, sebagai ladang usaha yang hasilnya buat biaya kebutuhan TPQ dan TK tersebut,” ungkapnya, berkaca-kaca.* Zulkarnain

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah di pedalamanDatah BilangKalimantan TimurKaltimMahakam Ulumemakmurkan masjidminoritas Muslimmualafmualaf pedalamanpedalamanpembinaan mualafpendatangpendatang Muslimtakmir masjid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi I DPR: Indonesia Masih Berutang Memerdekakan Palestina
Tulisan selanjutnya Protes Anti-Rezim di Iran Terus Berlanjut sampai Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Berita
27 Agustus 2026 14:15
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?