Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Saat Pergi Truk Ditarik, Pulangnya Hampir Masuk Jurang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juli 2016 16:03 4:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2016 16:00
Bagikan
Beberapa upaya telah dilakukan agar truk dapat membawa barang dengan menanjak menuju lokasi.
Bagikan

Hidayatullah.com– Medan yang berat sekaligus mengerikan harus dilalui untuk bisa mengantarkan zakat kepada umat Muslim di Kelurahan Haunobenak, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ini salah satu kisah lembaga amil zakat nasional (laznas) kami dalam menunaikan amanat umat.

Melewati kurang lebih empat gunung, truk yang kami tumpangi saat pertama kali menanjak pada gunung pertama, hampir mundur. Namun masih bisa diatasi dengan baik oleh sopir.

Tim kami beranjak dari kantor di kawasan Jl Badak No 17 Bakunase, Kota Raja, Kupang, pukul 06.00 WITA. Kami baru bisa sampai di dekat lokasi tujuan 15.20 WITA. Di sini, truk harus parkir.

Muncul tantangan selanjutnya. Lokasi para warga yang akan menerima zakat masih jauh. Kurang lebih 1 km dari lokasi kami berhenti. Kami pun harus berjalan kaki menanjak, sedangkan di samping terdapat jurang.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sebenarnya, beberapa upaya telah dilakukan agar truk dapat membawa barang dengan menanjak menuju lokasi. Usaha seperti menganjal ban dengan batu dan menarik truk bersama warga setempat yang sudah menunggu tetap saja gagal.

Akhirnya, barang bawaan harus kami turunkan dari truk dan digotong bersama warga menuju masjid kampung.

Pertama Kali

Senin, 29 Ramadhan 1437 H (04/07/2016) itu, kami dalam kondisi berpuasa. Perjalanan menanjak ini terus kami upayakan. Para amil laznas ini pun sebagian sudah tampak kepayahan.

Berbeda dengan warga setempat yang sudah terbiasa. Mereka terus menanjak dengan senyum gembira.

Sesampainya di lokasi, Kelurahan Haunobenak, kami langsung menyampaikan amanah zakat fitrah tersebut. Sebelumnya disambut dengan acara adat setempat berupa pengalungan kain Timor di leher kami.

Warga menerima paket. [Foto: Adianto]
Warga menerima paket. [Foto: Adianto]
Amanat umat yang kami serahkan sebanyak 30 paket. Masing-masing kepala keluarga mendapatkan 10 kg beras, serta gula, minyak, kopi, teh, biskuit, dan deterjen. Juga pakaian layak pakai dari para donatur.

Ini pertama kalinya ada tim laznas dapat mencapai lokasi yang cukup ekstrem itu, sebagaimana diakui warga.

Warga Haunobenak begitu senang mendapat paket ini. Penyaluran zakat ini merupakan yang pertama kali mereka terima.

“Yang baru pertama kali ya dari Baitul Maal Hidayatullah. Mungkin (karena) lokasi kami yang jauh dan sulit untuk dijangkau, jadi jarang orang mau ke sini,” ujar salah satu warga.

Perasaan bahagia pun dirasakan oleh Kepala Perwakilan BMH NTT, Rasman Zainal Tkela. Lelah yang dia rasakan seketika hilang setelah amanah tersalurkan.

“Capek, lelah, tapi puasa. Karena ini pertama kami dan luar biasa tantangannya. Kami bisa rasakan beberapa kali mobil kami hampir tergelincir,” ucap Rasman.

“Tapi Allah Subhanahu Wata’ala memudahkan penyampaian amanah kepada masyarakat di sini,” tuturnya.

Tak berapa lama, kami pun pamit, mengingat jarak yang jauh dan hari semakin sore. Sebelum kami pergi, warga menghadiahkan kelapa, pisang, juga beberapa ekor ayam. Walau sudah kami tolak, namun warga terus memaksa kami untuk menerima oleh-oleh itu.

Truk Tergelincir

Pukul 16.46 WITA. Sore mulai mendekati malam, sedangkan cuaca semakin dingin dan menusuk tulang. Dalam perjalanan pulang ini, kembali kami temui tantangan baru. Selain harus berjalan kaki di lokasi jalan yang rusak, kondisi badan juga sudah semakin lelah.

Beberapa kilometer dari Haunobenak, kami menghadapi masalah lagi. Pada suatu pertigaan jalan, ada kejadian tidak terduga. Sopir salah perhitungan saat mundur, membuat truk tergelincir dan hampir terperosok ke jurang. Salah satu bannya pun tergantung.

Namun Alhamdulillah, atas kuasa-Nya, truk tertahan oleh sebatang kayu, jadi masih dapat berdiri dengan posisi miring.

Inilah saat-saat paling menegangkan. Tidak terlihat lalu-lalang mobil dan kendaraan lain. Hanya beberapa warga setempat yang ikut menyaksikan kejadian tersebut. Sementara kami terus bermujat agar Allah mendatangkan pertolongan.

Selain itu, beberapa kali upaya telah kami lakukan namun tetap gagal. Agar truk tidak terperosok ke jurang, bannya yang menggantung kami ganjal dengan batu besar.

Berbuka puasa sambil menunggu bantuan. [Foto: Adianto]
Berbuka puasa sambil menunggu bantuan. [Foto: Adianto]
Suara adzan di ponsel masing-masing kami pun berkumandang. Kami lantas berbuka puasa di samping truk, dilanjutkan makan bersama. Di saat bersamaan, kami terus berdoa kepada Allah agar dimudahkan jalan keluar dari masalah ini. Kami kembali berjibaku mengupayakan agar truk keluar dari tepi jurang.

Satu jam kemudian, tampak dua truk pembawa pasir melewati lokasi kami. Dengan sigap kami menghentikannya, lalu meminta tolong kepada sang supir untuk menarik truk kami.

Mereka pun mengiyakan. Singkatnya, setelah melakukan beberapa kali upaya, akhirnya masalah teratasi. Truk kami kembali ke jalan raya, perjalanan pulang pun diteruskan.

“Inilah kalau kita berbuat baik, bantuan Allah Subhanahu Wata’la pasti datang,” ungkap Sanja, supir truk, “mewakili” kegembiraan kami semua. Alhamdulillah! [Baca juga: Kisah ‘Konsultan Zakat’ Berbagi THR di Pedalaman Kalimantan]* Muhammad Adianto, pegiat komunitas menulis PENA NTT

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amil zakatbantuanBMHdakwah di pedalamanInspirasi RamadhanIslam di NTTkupangNTTzakat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Baru dan Islam Lama dari Vietnam
Tulisan selanjutnya Rektor ITS Apresiasi Ukhuwah di Komunitas Muslim Pakuwon City

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?