Sambungan artikel PERTAMA
KELUARGA pengungsi Suriah telah mulai menjadi pengunjung tetap toko mereka, dan tampaknya untuk menghargai upaya yang dia dan istrinya telah buat, dia menambahkan. “Mereka menyukainya, mereka hafal lorong itu dengan baik.”
Menyampaikan percakapan yang dia dan keluarga lakukan, Singh Virdi menjelaskan: “Saya pikir mereka menetap dengan sangat baik, mereka mulai terbiasa.”
“Hal itu baik buat pulau ini, kita membutuhkan lebih banyak keluarga … Itu akan menjadi baik bagi bisnis, sekali mereka mulai bekerja.”
Sebuah lorong di toko Vircis yang mengutamakan bumbu-bumbu makanan Suriah. Pemilik toko berharap itu akan membuat penghuni baru pulau itu merasa seperti di rumah [Harrison Reid/ Al Jazeera]
Sebuah salinan koran setempat, The Buteman, diambil di dalam toko Verdis, berisi sebuah iklan yang berasal dari enam gereja, berisi pesan yang berbahasa Arab dan Inggris dimana kaum Kristen pulau itu menyambut teman baru dari Suriah.
Sejumlah gereja di pulau itu telah menawarkan pelayanan bagi pengungsi, seperti saat ini mereka sedang menunggu konfirmasi apakah seorang imam dapat bepergian dari daratan utama sekali seminggu untuk memimpin shalat Jumat.
Craig Borland, editor The Buteman, memberi pujian pada awal November dalam komentarnya terhadap kedatangan pengungsi. Dia menulis: “Saya ingin Bute menjadi tempat di mana orang-orang yang datang ke sini hanya mempunyai pakaian yang sedang mereka pakai dapat merasa aman dan nyaman. Saya ingin Bute menjadi sebuah tempat yang dikenal tidak karena akal pendek yang fanatik, tetapi keramahan dan sikap kemanusiaan, dan kerelaan untuk membantu orang-orang dengan cara apapun.”
Borland mengatakan reaksi masyarakat setempat “sangat positif”.
“Semuanya berjalan dengan sangat baik. Para sukarelawan telah berkumpul dan dapat menyediakan apapun yang mereka bisa. Tidak ada kekurangan,” dia menambahkan.
Dalam merespon pertanyaan apapun yang belum terjawab yang mungkin dimiliki para penduduk, dewan Kota Robert MacIntyre, Isobel Strong, dan Len Scoullar menampilkan sebuah surat di The Buteman berjudul: Beberapa fakta tentang keluarga baru Bute.
Di dalamnya, mereka menjelaskan bahwa dua asosiasi perumahan setempat “menyediakan rumah-rumah yang telah lama kosong,” dan juga menguraikan asal sumber dana dalam pelayanan seperti staf pendukung: pelayanan ini telah diberikan kepada dewan kota melalui pemerintah UK.
‘Inggris mungkin penuh tetapi Skotlandia tidak’
“Kami mempunyai perumahan sosial yang kosong dan banyak gedung-gedung sewa, sebagian alasan itu karena orang-orang pergi jika mereka tidak mendapatkan karir di sini, jadi banyak rumah-rumah yang kosong,” ujar Strong menjelaskan.
Strong menambahkan. “Ini adalah tempat yang bersahabat; orang-orang tersenyum kepadamu di jalan meskipun ketika kamu tidak mengenal mereka. Aku pikir ada banyak di sini bagi [keluarga Suriah], dan ini tempat yang bagus untuk membesarkan anak.”
Strong menjelaskan bahwa tersedianya sumber daya seperti rumah bukan hal asing di Pualu Bute, yang jumlah populasinya di seluruh Skotlandia termasuk rendah, dan banyak masyarakat sepanjang wilayah barat terdapat penurunan populasi.
“Inggris mungkin penuh sesak tetapi Skotlandia tidak. Ada banyak masyarakat yang memiliki ruang dan akan senang menerima para pengungsi,” ujar Strong.
Anggota dewan Kota Bute lain, Robert MacIntyre, menjelaskan bahwa populasi pulau itu telah menurun 10 persen baru-baru ini, dan sebabnya, datangnya pengungsi akan menjadi “tambahan berharga bagi masyarakat”.
Sebagian besar masyarakat setempat merespon positif terhadap kedatangan pengungsi [Harrison Reid/Al Jazeera]
Kedua anggota dewan kota itu setuju jika para pengungsi ditempatkan di pulau itu, mereka dapat memberi dampak yang luar biasa positif bagi masyarakat, dan juga pada masyarakat di bagian Skotlandia yang populasinya berkurang.
Russell, anggota parlemen Skotlandia atau MSP, mengatakan bahwa di lokasi yang populasinya berkurang dan menua, “mereka membutuhkan orang-orang muda, aktif secara ekonomi, dan ambisius.”
“Pengungsi seringkali mempunyai hal itu,” kata dia, menambahkan bahwa mereka “mempunyai tekad untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.”
Strong tidak puas dengan reaksi pemerintah UK atas krisis pengungsi. Pemerintah telah “menyeret kakinya”, kata anggota dewan itu.
“Kami pikir terdapat tempat bagi mereka [di Skotlandia], dan kami ingin memberi mereka tempat perlindungan.”
“Saya tidak tahu apa ini merupakan sesuatu yang benar, tapi beberapa mengatakan St Andrew, santo pelindung Skotlandia, adalah orang Suriah,” pikir Strong.
Krisis pengungsi: Respon Skotlandia
Telah terdapat beberapa pertentangan antara pemerintah Inggris dan pemerintah otonomi Skotlandia dalam memperhatikan krisis pengungsi di Eropa.
Sejak pemilihan umum Mei 2015 di Inggris, Partai Konservatif, pimpinan David Cameron, menjadi mayoritas di (House of Commons), dengan 331 anggota terpilih parlemen. Dari 331 anggota parlemen ini, hanya satu yang terpilih di Skotlandia.
Dari 59 kursi parlemen Skotlandia yang tersedia di parlemen Inggris, 56 diduduki oleh Partai Nasional Skotlandia (SNP), sebuah partai nasional-demokratis yang mendukung independensi Skotlantia. Menteri pertama Skotlandia, dan pemimpin dari SNP, Nicola Sturgeon, mendesak pemerintah UK untuk menawarkan lebih banyak bantuan dari yang telah disepakati.
Bute merupakan sebuah pulau di lepas pantai barat Skotlandia, yang hanya bisa dijangkau satu jam perjalanan kapal dari daratan utama [Harrison Reid/ Al Jazeera]
Dengan populasi sekitar lima juta penduduk, populasi Skotlandia hanya 8 persen dari populasi Inggris. Perbandingan komitmen pemerintah Skotlandia pada mulanya hanya menerima 10 persen dari pengungsi yang datang, tetapi Skotlandia faktanya menerima sekitar 40 persen dari pengungsi yang tiba di Inggris pada akhir 2015.*/Nashirul Haq AR (BERSAMBUNG)