Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Pria Gaza Terancam Deportasi dari Prancis karena Tolak jadi Informan (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2016 17:16 5:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2016 19:00
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Sidang deportasi

Namun Muhammad dipanggil ke Prasi pada 25 Maret untuk sidang pencabutan status pengungsinya.

“Dia adalah seorang Palestina dari Gaza,” pengacaranya Liliane Glock mengatakan dalam video, “ dan mereka telah mengatakan kepadanya, anda harus mengambil tindakan untuk pergi kemanapun.”

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Tetapi Muhammad tidak dapat kembali ke Gaza, yang berada dalam blokade Israel-Mesir.

“Jika mereka ingin mencabut status pengungsinya itu terserah mereka dalam menunjukkan bukti bahawa dia melanggar status tersebut,” kata Glock.

Tetapi dia mengatakan bahwa sistem administrasi hukum Prancis menerima bukti yang dinamakan blanches – memo tak bertandatangan dari dinas intelejen.

Dalam keadaan darurat baru-baru ini, setelah kejahatan yang terjadi November lalu di Paris oleh tersangka anggota ISIS, apapun dapat terjadi, kata Glock.

Meskipun sebelum serangan pada November itu, Perdana Menteri Manuel Valls mengumumkan rencana untuk “menutup masjid-masjid kelompok Islam” dan “mengusir penceramah yang menyebarkan kebencian.”

Penyalahgunaan dan diskriminasi

Sejak November, Amnesty Internasional telah beberapa kali mengkritik Prancis karena tindakan keras mereka yang Amnesty katakan telah mempunyai “dampak yang tidak proporsional” pada Muslim dan orang-orang yang dituduh anggota dari kelompok kiri.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan pada Februari, Amensty mengatakan mereka telah mencatat kasus-kasus dimana “pemerintah membuat dugaan atas kejahatan serius yang bertujuan membenarkan persetujuan perintah penahanan rumah, dengan sedikit bukti dalam memperkuat klaim tersebut.”

Kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan “pemerintah biasanya mengambil keputusan untuk memerintahkan penahanan rumah atas dasar informasi yang dikumpulkan oleh dinas intelejen, termasuk memo intelejen.”

Individu yang ditargetkan oleh perintah penahanan rumah tidak diberikan akses penuh pada tuduhan yang diberikan ke mereka oleh memo intelijen, meski ketika mereka menantang perintah itu di pengadilan.

Pada akhir Januari, lebih dari 350 orang telah ditempatkan di tahanan rumah dan polisi telah melancarkan ribuan penggeledahan tanpa surat atas rumah-rumah, tempat bisnis dan masjid-masjid.

Amensty menggambarkan kasus dari orang biasa yang kehidupan mereka berubah terbalik karena tuduhan yang tidak berdasar.

“Beberapa tindakan darurat mungkin mendiskriminasi kelompok-kelompok tertentu, khususnya Muslim, atas dasar agama atau kepercayaan mereka,” Amnesty menyatakan.

“Secara khusus, dalam beberapa kasus Muslim mungkin telah ditargetkan karena praktek ibadah mereka, dianggap ‘radikal,’ oleh pemerintah, tanpa membuktikan mengapa mereka dianggap sebuah ancaman oleh perintah publik atau keamanan. Demikian juga masjid-masjid telah digeledah, atau dalam beberapa kasus ditutup, karena mereka diduga berafiliasi ‘radikal’, tanpa unsur jelas yang menunjuk pada komisi tindak pidana dari salah satu individu yang melarikan mereka,” Amnesty menambahkan.

Pada Jumat, ditemani oleh pengacaranya, Muhammad akan menjalani sidang di depan OFPRA, badan yang mengadili penerimaan pengungsi dan pencari suaka di Prancis.

Keputusan dari kasus ini diharapkan keluar pada minggu depan.

Sementara itu, CCIF sedang menggalang dukungan sosial media untuk Muhammad menggunakan hashtag #MuhammedRefugie.

Menurut CCIF, negara menarik penghasilan dasar minimal pada Januari.

Pada Selasa, sebuah permohonan untuk menolong dia untuk biaya hidup telah mencapai hampir 5.000 euro.

Apapun keputusan oleh OFPRA pada Muhammad, CCIF mengatakan mereka akan “mendukungnya hingga akhir, selama hak dasarnya tidak dikembalikan.*/Nashirul Haq AR

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CCIFCollectif Contre L’Islamophobie e Francedinas intelejen Prancisgaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kehormatan Perempuan, Ujung Tombak Peradaban
Tulisan selanjutnya Manfaat Berdoa dan Shalat Subuh Berjamaah (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?