Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sebuah Kota di Denmark Jadikan Babi Makanan Wajib

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2016 09:58 9:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2016 10:15
Bagikan
[Ilustrasi] Babi.
Bagikan

Hidayatullah.com- Politisi di Kota Renders mengatakan bahwa gerakan mewajibkan makanan babi dibutuhkan untuk melestarikan tradisi dan itu bukan sebagai bentuk ‘penyerangan pada Muslim’.

Babi merupakan daging paling populer di Denmark tetapi bagi Muslim dan Yahudi babi merupakan makanan haram [EPA].

Sebuah kota di Denmark telah memerintahkan babi menjadi menu wajib di instalasi-instalasi pemerintah, termasuk sekolah dan pusat penitipan, politisi bersikeras bahwa gerakan itu dibutuhkan untuk menjaga makanan tradisional negara dan itu bukan merupakan serangan pada Muslim.

Frank Noergaard, seorang anggota dewan di Randers yang hampir saja menyetujui keputusan itu awal minggu ini, mengatakan pada Kamis bahwa keputusan ini dibuat untuk menjaga daging babi tetap menjadi “bagian sentral dalam kebudayaan makanan Denmark”.

Daging babi merupakan daging paling populer di Denmark tetapi bagi Muslim dan Yahudi babi merupakan makanan yang haram. Denmark, yang merupakan penghasil utama daging babi, menerima 20.000 pengungsi tahun lalu, yang kebanyakan dari mereka adalah Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Noergaard, anggota Partai Rakyat Denmark yang anti-imigrasi (DF)  yang mengusulkan bahwa langkah itu bukan dimaksudkan sebagai intimidasi pada Muslim.

“Sinyal yang kami ingin kirim disini adalah jika anda seorang Muslim dan anda berencana untuk mendatangi Randers, jangan harap anda dapat memaksakan diri dengan makan yang ada di sini,” ujar Frank Noeegaard, anggota Dewan Kota Renders, dikutip Al Jazeera, Jumat (22/01/2016)

Dia menambahkan, meskipun begitu, dia telah menerima “beberapa komplain mengenai terlalu banyaknya kelonggaran” yang diberikan pada Muslim di negara itu.

Dia mengatakan daging yang halal, bahan sayuran, dan makanan diet untuk orang dengan penyakit diabetes masih bisa didapatkan.

Pada 2013, Perdana Menteri Helle Thorning-Schmidt mengecam beberapa tempat pelayanan anak setelah mereka mulai menyajikan daging potong halal sebagai ganti daging babi karena anak-anak Muslim itu menolak untuk memakan daging babi.

Keputusan di Randers, sekitar 210 km barat laut dari Kopenhagen, menyusul pengumuman pemerintah minggu lalu untuk memperketat kebijakan imigrasi negara tersebut.

Langkah-langkah itu termasuk melarang para pencari suaka yang ingin bertemu dengan anggota keluarga mereka selama bertahun-tahun dan memaksa mereka menyerahkan barang berharga untuk menutupi biaya rumah dan makanan ketika kasus mereka sedang diproses.

Amnesty Internasional (AI) hari Kamis mendesak parlemen Denmark menolak usulan perubahan pada undang-undang yang mengatur pengungsi di negara itu. AI mengatakan bahwa mereka akan “memberi dampak buruk pada orang yang lemah” dan mungkin juga melanggar hukum hak asasi internasional.

Memindahkan pengungsi

Dipimpin oleh DF, Parlemen Denmark minggu ini meloloskan keputusan yang akan memaksa pemerintah untuk membangun “desa-desa” untuk merelokasi rumah pengungsi di kota-kota besar.

Beberapa kamp tenda bagi pengungsi pria yang mempunyai keluarga telah didirikan di kota besar.

Debat tentang pengungsi sedang hangat dibicarakan di Denmark, dengan poling menunjukkan bahwa 70 persen pemilih menganggap isu pengungsi merupakan masalah paling penting dalam agenda politik, demikian menurut koran Berlingske.

Sedangkan sebuah poling lain menunjukkan 37 persen tidak setuju dengan pemberian izin tempat tinggal bagi para pengungsi, meningkat dibandingkan bulan September lalu yang hanya 20 persen.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babidenmarkharamintoleransimakanan haram
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengungsi Suriah Diterima di Pulau Kecil Skotlandia [2]
Tulisan selanjutnya Sains Islam Bukan Mitos [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?