Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Pria Muslim Jaga Anak-Anak yang Tak Miliki Harapan hidup Selama 20 Tahun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Februari 2017 12:18 12:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2017 12:18
Bagikan
Mohamed Bzeek, ​​dengan penuh kasih sayang menjaga anak-anak yang menderita penyakit yang mematikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hampir lebih dua dekade, seorang pria Muslim Amerika bernama Mohamed Bzeek, ​​dengan penuh kasih sayang menjaga anak-anak yang menderita penyakit yang mematikan dan tidak memiliki harapan untuk hidup.

Dia sudah mengubur 10 anak-anak, dan ada yang meninggal dunia ketika dalam pangkuannya.

Bzeek (​​62 tahun), dengan rela hati menjadi orang tua bagi anak-anak  yang tidak ada tempat untuk bergantung itu, tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Pria asal Libya itu, yang telah ditinggal sang istri, hanya memiliki seorang anak kandung lelaki berusia 19 tahun yang mengalami penyakit tulang rapuh dan kekerdilan, lapor Los Angeles Times.

“Yang penting, Anda harus menyayangi mereka seperti anak Anda sendiri. Saya tahu mereka ini sakit. Saya tahu mereka akan mati. Saya lakukan yang terbaik sebagai seorang manusia dan serahkan yang lain kepada Tuhan, “kata Bzeek, ​​kepada Los Angeles Times.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Bzeek, saat ini sedang menjaga seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang mengalami penyakit otak encephalocele. Anak-anak itu buta dan tuli, mengalami kejang setiap hari dan kedua lengan dan kakinya lumpuh.

“Saya tahu dia tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, tapi saya selalu berbicara dengannya. Saya selalu memegangnya, bermain dengannya … Dia memiliki perasaan. Dia milih ruh. Dia manusia, “kata Bzeek kepada Los Angeles Times.

Baca: 100 Ribu Pohon Kurma Diwakafkan untuk Bantu Anak-Anak Yatim

Bahkan anak-anak yang tidak bisa dinamakan itu mungkin sudah mati sekarang ini jika Bzeek tidak menjaganya, Dr Suzanne Roberts, dokter yang mengawasi perawatan anak tersebut di Rumah Sakit Anak-Anak Los Angeles.

Titik Permulaan Anak Menderita Maut

Bzeek, datang ke Amerika Serikat pada 1978 sebagai mahasiswa, mengatakan dia mulai menjaga anak-anak seperti itu pada 1989 setelah menikah dengan seorang wanita Amerika, Dawn.

Menurutnya, istrinya itu sudah menjadi ibu titipan sejak awal tahun 1980-an sebelum mereka berkenalan, dan membuka rumahnya sebagai tempat perlindungan darurat untuk anak-anak yang membutuhkan perawatan atau tempat perlindungan.

Setelah mereka menikah, pasangan itu membuka rumah mereka di Azusa untuk puluhan anak-anak seperti itu.

Mereka mengelola kelas-kelas tentang menjadi ibu dan ayah titipan dan cara menangani penyakit dan kematian anak-anak, di perguruan tinggi masyarakat, menurut Los Angeles Times.

Baca: Muslim Amerika Sumbang Keluarga Korban San Bernardino

Pada pertengahan tahun 1990-an, pasangan tersebut memutuskan untuk hanya menjaga anak-anak yang menderita penyakit mematikan, karena tidak ada orang yang sudi menjaga mereka.

Namun pada tahun 2000, Dawn jatuh sakit dan mengalami kejang parah sampai menjadi lemah selama berhari-hari.

Akibat tertekan dengan penyakitnya itu, ia mempengaruhi pernikahan pasangan itu sampai mereka berpisah pada 2013. Dawn meninggal kurang setahun kemudian.

Setelah kematian Dawn, Bzeek memutuskan untuk melanjutkan amal istrinya itu sampai sekarang.

Menurut Los Angeles Times, di antara 35.000 anak yang dipantau oleh Departemen Pelayanan Anak-Anak dan Keluarga (DCFS) di negara itu, sekitar 600 dijaga oleh Jasa Manajemen Kasus Medis, yang menjaga mereka yang memiliki kebutuhan medis paling serius.

Satu-satunya Harapan untuk Anak Tiada Tempat Bergantung

Justru, ibu dan ayah titipan sangat diperlukan untuk menjaga anak-anak seperti itu, dan Bzeek seorang yang sanggup meluangkan waktu siang dan malam untuk menjaga mereka.

“Jika ada yang menghubungi kami dan berkata ‘Anak-anak ini harus ke rumah sakit,’ hanya seorang saja yang kami pikirkan. Beliaulah satu-satunya yang akan membawa pulang anak-anak yang kemungkinan tidak akan mampu hidup, “kata Melissa Testerman, koordinator DCFS kepada Los Angeles Times.

Bahkan demi menjaga anak-anak yang sakit seperti itu, Mr Bzeek jarang keluar rumah selain ke rumah sakit dan untuk menunaikan shalat Jumat di masjid.

Baca: Islamic Relief, Bantu Masyarakat Muslim di 32 Negara Selama 2015

Ditanya tentang anaknya sendiri, Adam, yang mengalami penyakit tulang rapuh dan kekerdilan, Bzeek mengatakan ia tidak pernah merasa marah atas apa yang dialami anaknya itu.

Adam kini seberat 29,4 kg (65 pon), belajar ilmu komputer di Citrus College, merupakan siswa paling kecil di kelasnya dan menggunakan kursi roda listrik ke kelas.

“Tuhan sudah ciptakan beliau seperti itu,” kata Bzeek.

Sementara itu, upaya mengumpulkan dana untuk Bzeek di situs Go Fund Me sudah mengumpulkan 205,321 USD sejauh ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak-anakAnak-Anak Tak Miliki Harapan hidupMohamed Bzeekpenyakit mematikanPria Muslimtidak memiliki harapan hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkait Penyelewengan Dana Uni Eropa, Markas Partai Anti-Islam Prancis Digeledah
Tulisan selanjutnya KPAI Minta Penerbit Tarik Buku Anak Berkonten Cabul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?