Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengintip Dakwah di Pulau Aru: Meredam Konflik Ala “Trio Macan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 September 2021 08:48 8:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2021 08:45
Bagikan
Kota Dobo, Kepulauan Aru (Mahladi/hidayatullah.com)
Bagikan

Hidayatullah.com | SEBELUM  kerusuhan Ambon meletus pada tahun 1999, konflik antar pemeluk agama di Kota Dobo, Ibu Kota Kepulauan Aru, Maluku, justru lebih dulu muncul. Bila konflik di Ambon terjadi saat Idul Fitri, konflik di Dobo justru sudah terjadi tiga hari sebelumnya.

Namun, kerusuhan di Dobo segera reda. “Konflik di Dobo hanya beberapa minggu saja. Setelah itu reda,” kata Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Aru, Abdul Haris Elwahan, saat ditemui Hidayatullah.com di Dobo, pada Sabtu (25/9/2021).

Sementara di Ambon dan sekitarnya, konflik menyisakan trauma berbulan-bulan.

Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Aru, Abdul Haris Elwahan/hidayatullah.com

Mengapa konflik di Dobo bisa diredam dengan cepat? Abdul Haris menduga, karena sejak lama masyarakat Kota Dobo hidup berdampingan secara damai. Kalau pun ada gesekan, bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Setiap kali ada gesekan, semua pemuka agama di Kota Dobo segera turun tangan,” jelas Abdul Haris lagi.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ada tiga tokoh agama berpengaruh di Dobo. Pertama, Ketua MUI. Kedua, Pastor Katolik. Dan, ketiga, Ketua Klasis Protestan. “Orang-orang menyebut ketiganya Trio Macan,” cerita Abdul Haris.

Ia sendiri tak tahu mengapa masyarakat memberi sebutan seperti itu. Setiap kali ada gesekan berbau SARA, masyarakat akan memanggil-manggil, “Mana Trio Macan, mana Trio Macan!” Lalu, ketiga tokoh agama ini akan segera datang untuk meredam konflik tersebut.

Saat kerusuhan tahun 1999, ketiga tokoh agama ini segera membuat rekonsiliasi dibantu juga oleh tokoh-tokoh adat. Setelah itu, kerusuhan selesai.

Konflik bisa diredam dan kehidupan masyarakat kembali normal. Bahkan, cerita Abdul Haris, hubungan antar pemeluk agama terasa lebih akrab dibanding sebelum konflik.

 

Kota Dobo Kepulauan Aru/Mahladi (hidayatullah,com)

 

Trio Macan juga menjadi mitra pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan yang berpotensi menimbulkan gesekan. Setiap kali pemerintah mau membuat kebijakan, Trio Macan selalu dimintai pandangannya terlebih dahulu.

Dalam sebulan, kata Haris, ketiga tokoh agama ini setidaknya bertemu tiga kali untuk membahas hal-hal yang bisa merusak kerukunan.

Di Kabupaten Kepulauan Aru, jelas Haris, ada beberapa organisasi Islam yang aktif, yakni NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, Dewan Masjid Indonesia, dan BKPRMI, ditambah majelis-majelis taklim dan organisasi-organisasi pemuda. Abdul Haris sendiri berasal dari NU.

Semua organisasi Islam tersebut saling bersinergi. Mereka menyadari kalau berdakwah di Kepulauan Aru tidak mudah. Kepulauan Aru memiliki banyak sekali pulau. Totalnya, kata Abdul Harus, bisa mencapai 217 pulau dengan 79 pulau berpenghuni.

Dari pulau-pulau yang berpenghuni tersebut, kebanyakan pemeluk Islam dan Kristen berbaur. Bahkan, dalam satu keluarga, bisa memeluk bermacam agama. Namun, kata Abdul Haris, tidak pernah terdengar ada konflik di antara mereka.

Bupati Kepulauan Aru sendiri telah mencanangkan Aru sebagai barometer toleransi antar umat beragama di Maluku.

Kendala utama dakwah di Kepulauan Aru, menurut Abdul Haris, adalah transportasi. Tidak mudah mengunjungi pulau demi pulau di kabupaten ini jika tak memiliki kapal. Di sisi lain, jumlah dai di Kepulauan Aru sangat kurang. Tidak heran, dakwah masih belum menyentuh masyarakat Muslim di semua pulau di kabupaten ini.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dai pedalamandakwahDakwah di Pulau AruIslam di Kepualauan Arupedalaman Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kongres Waktu Shalat Internasional Ulama, Ilmuwan, dan Cendekiawan Gelar Kongres Waktu Shalat Internasional
Tulisan selanjutnya Mali Akan Dirikan Akademi Perang, Dibantu Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan

Berita
29 September 2026 20:47
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?