Hidayatullah.com–Belum setahun dibuka, Masjid Maarof giat memperkenalkan berbagai inisiatif baru agar memudahkan perjalanan jamaah, termasuk para penyandang cacat agar mudah ke masjid.
Diantaranya, inisiatif pihak masjid adalah memberikan tumpangan kendaraan secara sukarela untuk shalat Jumat, dan tidak lama lagi, agar ada layanan bus antar jemput gratis selama Bulan Ramadan.
Adalah Abu Bakar, seorang penyandang cacat yang memulai perjalannya ke Masjid Maarof untuk shalat Jumat, dengan bantuan istrinya.
Tiap ke masjid, Istri Abu Bakar membawa kursi roda dan membantu mendorong ke sebuah halte bus sepanjang satu kilometer dari rumah mereka, sebelum naik bus ke masjid tersebut.
Namun, rutinitas untuk shalat Jumat kini menjadi jauh lebih mudah karena adanya fasilitas mobil sukarela menjemput Abu Bakar, dari blok dekat rumah mereka.
“Alhamdulillah, syukur pada Allah. Saya tak penat, ada orang ambil dari sini. Orang rumah saya pun tak susah nak tolak saya. Kalau tak bila hendak pergi, kena bawa saya naik bus, sekarang bila dah ada mobil ini Alhamdulillah, dia tidak perlu ikut, saya sudah bisa pergi masjid sendiri, “ujar dia dikutip Mediacorp belum lama ini.
Baca: Renovasi Masjid Syuhada Gunung Uhud Siap Dipakai Sebelum Ramadhan
Abu Bakar adalah jamaah pertama yang memanfaatkan inisiatif tumpangan amal yang disebut Ride for Charity, yang diperkenalkan Masjid Maarof sejak bukan Maret tahun ini.
Di bawah inisiatif itu, Masjid Maarof mengajak para jamaah berkendaraan mendaftarkan diri untuk mengambil jamaah yang memiliki masalah mobilitas, agar bisa sama-sama menunaikan shalat Jumat.
Lebih Inklusif
Semua ini bagian dari upaya menjadi Masjid Maarof lebih inklusif dan ramah yang cacat dan warga mas.
“Jamaah ingin datang ke masjid, tapi yang ada tidak mampu untuk datang. Jadi kita harus mendekati mereka dan membantu mereka datang ke masjid. Kalau kita tidak mendekati mereka, maka mereka tidak akan datang ke masjid karena udzur mereka,” ujar anggota Komite Masjid Maarof Mohd Mubarak Mohd Yusof.
Meski demikian, belum banyak anggota masyarakat yang sadar tentang adanya inisiatif menarik ini.
Baca: Saat Non-Muslim Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid ini di Mentawai
Lantaran itu Masjid Maarof percaya, orang, termasuk mereka yang tidak berkendaraan, bisa ikut serta dengan memainkan peran-peran tertentu.
“Mereka dapat membantu kita dalam hal energi, sebagai pengguna. Atau memberitahu kita siapa yang ingin bantuan, insyaAllah kita akan membantu,” tambah Mubarak.
Ramadan tahun ini, masjid itu akan mengadakan satu layanan transportasi – yaitu bus antar jemput gratis bagi penduduk Jurong West dan Boon Lay yang ingin berterawih di sana.
Semua ini membuktikan, Masjid Maarof bukan saja memberi prasarana ramah golongan tua dan cacat, ia juga terus mengupayakan golongan tersebut dengan ide-ide kreatif lainnya, yang dapat dicontoh masjid-masjid lainnya.*