Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Obsesi Tampil Cantik Bisa Sebabkan Gangguan Mental dan Budak Kosmetik

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Februari 2023 16:02 4:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Februari 2023 16:25
Bagikan
Bagikan

Obsesi untuk terus tampil cantic tanpa sadar danpat menjadi budak kosmetik , gangguan emosi tidak terkendali bahkan  gangguan kesehatan jiwa  

Hidayatullah.com | BEBERAPA wanita tidak pernah merasa puas dengan kecantikan yang dimilikinya. Meskipun hidung berbentuk jambu biji, pipi tembam, wajah bulat atau payudara kecil seolah sebuah ‘cacat’ yang harus diperbaiki. Selalu ada alasan yang diberikan untuk mengatakan bahwa tubuhnya tidak cukup sempurna.

Karena perasaan tersebut, banyak remaja putri saat ini berani melakukan perawatan estetik seperti filler treatment. Filler treatment adalah prosedur untuk kecantikan kulit dengan manfaat menyamarkan garis dan kerutan pada wajah sehingga tampak muda.

Filler treatment biasanya memasukkan bahan sintetik ke dalam jaringan tubuh untuk memperbaiki bagian tertentu dan meningkatkan kepadatan atau kekenyalan di bagian tertentu.

Setelah melakukan perawatan ini, wajah dan tubuh yang telah disuntik tentu akan terlihat sempurna dan beristirahat, namun efeknya dapat menyebabkan benjolan kulit yang tidak rata, peradangan kulit, infeksi bakteri, memar dan pendarahan jika suntikan terlalu dalam.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Menurut ahli kecantikan Dr. Abdullah Maliq Alias ​​​​atau lebih dikenal dengan Dr. Cute, penggunaan produk yang mengandung bahan-bahan yang aman lebih dianjurkan untuk wajah remaja atau wanita muda ketimbang melakukan perawatan estetika dan sebagainya.

“Setiap zaman pasti memiliki masalah tertentu. Anak-anak yang bersekolah juga mengalami masalah kulit wajah yang parah. Tidak ada salahnya merawat kulit sejak dini dengan produk yang tepat,” ujarnya dikutip Utusan Melayu.

“Selama produk tersebut tidak mengandung zat terlarang. Perbaiki dulu dengan produk yang mengandung bahan yang tepat sesuai dengan masalah atau jenis kulitnya. Jika tidak berhasil, mintalah saran dari dokter atau spesialis bersertifikat daripada terus melakukan perawatan estetika dan sebagainya,” ujarnya.

Individu yang ingin mendapatkan perawatan estetika disarankan untuk mendapatkan pendapat dan layanan dari dokter estetika bersertifikat terlebih dahulu sebelum memulai perawatan apa pun.

Sementara itu, dermatologi dari New Jersey, Dr. Jeanine Downie mengatakan, perawatan botox dan filler adalah untuk mencegah keriput tetapi tidak cocok untuk orang muda. Dikatakannya, jika wajah atau badan tidak menunjukkan kerutan atau lipatan, perawatan estetik tidak perlu dilakukan.

Hal ini dikarenakan kulit wajah pada masa remaja masih muda, elastis dan struktur kulit masih sehat. “Injeksi apa pun hanya untuk wanita berusia di atas 30 tahun. Perawatan yang berlebihan lebih berbahaya daripada mengembalikan atau memperbaiki struktur kulit tanpa suntikan,” ujarnya.

Efek emosional

Sementara itu, Senior Psychological Officer, Registrar’s Office, Universiti Putra Malaysia (UPM), Siti Fatimah Abdul Ghani menegaskan, tindakan apapun yang dilakukan atas dasar kehendak dan keinginan yang berlebihan berdampak emosional jika tidak dikendalikan. Sebaliknya, jika dilakukan secara terkendali dan tidak merugikan diri sendiri, maka hal itu bukanlah suatu pelanggaran.

“Yang terpenting, bahan yang digunakan aman dan tidak berbahaya,” ujarnya.  “Namun jika suatu pengobatan dilakukan tanpa kontrol, baik kesehatan maupun keselamatan, maka memiliki resiko ketergantungan dan kecanduan terhadap pengobatan yang pada akhirnya membawa kerugian,” ujarnya.

Budak kosmetik

Ia menambahkan, efek emosional seperti tingkat ketergantungan pengobatan hingga obsesi terus ingin cantik dapat menyebabkan ketidakpuasan dan hilangnya rasa percaya diri selama seseorang tidak mencapai apa yang diharapkan.

“Akhirnya tanpa sadar, definisi cantik dan sempurna menjadi rancu dan menjadi budak perawatan kosmetik padahal itu berbahaya. Gangguan emosi yang tidak terkendali dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan jiwa dari segi kepercayaan diri, persepsi dan identitas diri,” ujarnya.

Menurut Siti Fatimah, solusi terbaik untuk situasi ini adalah memanjakan diri dan menenangkan pikiran secara alami untuk mengembalikan efek positif pada tubuh, kesehatan, dan kesehatan mental.

“Kesadaran perawatan diri dalam hal pikiran, emosi, spiritualitas dan biologi. Jaga kebersihan pribadi dan terapkan gaya hidup sehat. Kulit yang indah mencerminkan kepribadian Anda.”

Padahal, menurutnya, makanan bergizi bisa mempercantik wajah. Makan lebih banyak sumber protein seperti ikan, vitamin dan mineral serta sayuran dan buah-buahan jauh lebih baik daripada kosmetika.

“Hindari merokok atau paparan asap rokok. Olahraga dan minum air putih yang cukup. Ini membantu tubuh untuk berfungsi dengan baik,” katanya.

Remaja laki-laki maupun perempuan perlu menyadari, masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan untuk memberdayakan diri.  “Hindari mengandalkan pandangan orang lain, malah membangun kepercayaan secara internal.”

“Kecanduan atau obsesi terhadap kecantikan luar hingga rela mengeluarkan uang dan mengabaikan efek samping perawatan suntik dapat menimbulkan stres emosi dan perasaan jika tidak dikendalikan dengan baik,” tambah dia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cantikgangguan mentalHeadlinekecantikankosmetik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tim Kemanusiaan Indonesia Menuju Lokasi Gempa Turki, Dubes Siapkan Relawan Berbahasa Lokal
Tulisan selanjutnya Warga Palestina Sumbangkan Darah untuk Membantu Korban Gempa di Turki dan Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

DPR RI Komisi IV
Berita

DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings

Berita
13 Agustus 2026 16:00
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
Hari Literasi Muhammadiyah, Pers Didorong Jadi Penguat Demokrasi dan Ekosistem Ilmu Pengetahuan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Terbaru

  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?