Obsesi untuk terus tampil cantic tanpa sadar danpat menjadi budak kosmetik , gangguan emosi tidak terkendali bahkan gangguan kesehatan jiwa
Hidayatullah.com | BEBERAPA wanita tidak pernah merasa puas dengan kecantikan yang dimilikinya. Meskipun hidung berbentuk jambu biji, pipi tembam, wajah bulat atau payudara kecil seolah sebuah ‘cacat’ yang harus diperbaiki. Selalu ada alasan yang diberikan untuk mengatakan bahwa tubuhnya tidak cukup sempurna.
Karena perasaan tersebut, banyak remaja putri saat ini berani melakukan perawatan estetik seperti filler treatment. Filler treatment adalah prosedur untuk kecantikan kulit dengan manfaat menyamarkan garis dan kerutan pada wajah sehingga tampak muda.
Filler treatment biasanya memasukkan bahan sintetik ke dalam jaringan tubuh untuk memperbaiki bagian tertentu dan meningkatkan kepadatan atau kekenyalan di bagian tertentu.
Setelah melakukan perawatan ini, wajah dan tubuh yang telah disuntik tentu akan terlihat sempurna dan beristirahat, namun efeknya dapat menyebabkan benjolan kulit yang tidak rata, peradangan kulit, infeksi bakteri, memar dan pendarahan jika suntikan terlalu dalam.
Menurut ahli kecantikan Dr. Abdullah Maliq Alias atau lebih dikenal dengan Dr. Cute, penggunaan produk yang mengandung bahan-bahan yang aman lebih dianjurkan untuk wajah remaja atau wanita muda ketimbang melakukan perawatan estetika dan sebagainya.
“Setiap zaman pasti memiliki masalah tertentu. Anak-anak yang bersekolah juga mengalami masalah kulit wajah yang parah. Tidak ada salahnya merawat kulit sejak dini dengan produk yang tepat,” ujarnya dikutip Utusan Melayu.
“Selama produk tersebut tidak mengandung zat terlarang. Perbaiki dulu dengan produk yang mengandung bahan yang tepat sesuai dengan masalah atau jenis kulitnya. Jika tidak berhasil, mintalah saran dari dokter atau spesialis bersertifikat daripada terus melakukan perawatan estetika dan sebagainya,” ujarnya.
Individu yang ingin mendapatkan perawatan estetika disarankan untuk mendapatkan pendapat dan layanan dari dokter estetika bersertifikat terlebih dahulu sebelum memulai perawatan apa pun.
Sementara itu, dermatologi dari New Jersey, Dr. Jeanine Downie mengatakan, perawatan botox dan filler adalah untuk mencegah keriput tetapi tidak cocok untuk orang muda. Dikatakannya, jika wajah atau badan tidak menunjukkan kerutan atau lipatan, perawatan estetik tidak perlu dilakukan.
Hal ini dikarenakan kulit wajah pada masa remaja masih muda, elastis dan struktur kulit masih sehat. “Injeksi apa pun hanya untuk wanita berusia di atas 30 tahun. Perawatan yang berlebihan lebih berbahaya daripada mengembalikan atau memperbaiki struktur kulit tanpa suntikan,” ujarnya.
Efek emosional
Sementara itu, Senior Psychological Officer, Registrar’s Office, Universiti Putra Malaysia (UPM), Siti Fatimah Abdul Ghani menegaskan, tindakan apapun yang dilakukan atas dasar kehendak dan keinginan yang berlebihan berdampak emosional jika tidak dikendalikan. Sebaliknya, jika dilakukan secara terkendali dan tidak merugikan diri sendiri, maka hal itu bukanlah suatu pelanggaran.
“Yang terpenting, bahan yang digunakan aman dan tidak berbahaya,” ujarnya. “Namun jika suatu pengobatan dilakukan tanpa kontrol, baik kesehatan maupun keselamatan, maka memiliki resiko ketergantungan dan kecanduan terhadap pengobatan yang pada akhirnya membawa kerugian,” ujarnya.
Budak kosmetik
Ia menambahkan, efek emosional seperti tingkat ketergantungan pengobatan hingga obsesi terus ingin cantik dapat menyebabkan ketidakpuasan dan hilangnya rasa percaya diri selama seseorang tidak mencapai apa yang diharapkan.
“Akhirnya tanpa sadar, definisi cantik dan sempurna menjadi rancu dan menjadi budak perawatan kosmetik padahal itu berbahaya. Gangguan emosi yang tidak terkendali dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan jiwa dari segi kepercayaan diri, persepsi dan identitas diri,” ujarnya.
Menurut Siti Fatimah, solusi terbaik untuk situasi ini adalah memanjakan diri dan menenangkan pikiran secara alami untuk mengembalikan efek positif pada tubuh, kesehatan, dan kesehatan mental.
“Kesadaran perawatan diri dalam hal pikiran, emosi, spiritualitas dan biologi. Jaga kebersihan pribadi dan terapkan gaya hidup sehat. Kulit yang indah mencerminkan kepribadian Anda.”
Padahal, menurutnya, makanan bergizi bisa mempercantik wajah. Makan lebih banyak sumber protein seperti ikan, vitamin dan mineral serta sayuran dan buah-buahan jauh lebih baik daripada kosmetika.
“Hindari merokok atau paparan asap rokok. Olahraga dan minum air putih yang cukup. Ini membantu tubuh untuk berfungsi dengan baik,” katanya.
Remaja laki-laki maupun perempuan perlu menyadari, masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan untuk memberdayakan diri. “Hindari mengandalkan pandangan orang lain, malah membangun kepercayaan secara internal.”
“Kecanduan atau obsesi terhadap kecantikan luar hingga rela mengeluarkan uang dan mengabaikan efek samping perawatan suntik dapat menimbulkan stres emosi dan perasaan jika tidak dikendalikan dengan baik,” tambah dia.*