Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Mengangguk-angguk Ratusan Warga Uganda Tewas

Dija
Terakhir diupdate: 8 Januari 2012 08:15 8:15 am
Dija
Dipublikasikan 8 Januari 2012 08:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para ilmuwan akan melakukan serangkaian penyelidikan lain, setelah upaya sebelumnya gagal mengidentifikasi penyebab penyakit misterius yang membunuh lebih dari 100 warga Uganda dan menginfeksi lebih dari 2.000 orang lainnya.

Penyakit yang pertama kali dilaporkan pada September 2009 itu dijuluki ‘penyakit mengangguk’, karena menyebabkan penderitanya menganggung-angguk.

Penyakit aneh itu kini menyebar ke beberapa distrik di wilayah utara Uganda, seperti Kitgum, Lamwo, Pader, Agago dan Amuru.

Menteri Kesehatan Richard Nduhura mengatakan, pengambilan dua sampel dan tes yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat di Atlanta gagal mengidentifikasi penyebab penyakit tersebut.

Nduhura yang memimpin langsung tim pencari fakta di area terdampak, pada hari Jum’at (06/01/2012) mengumumkan kepada warga bahwa sebuah tim ilmuwan dari kementerian kesehatan, lembaga kesehatan PBB WHO dan CDC akan melakukan tes baru.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Jane Achieng, dirjen pelayanan kesehatan, mengatakan bahwa meskipun penyebab penyakit belum diketahui, mereka akan berusaha mengatasinya dengan sebaik mungkin.

Penyakit aneh tersebut ditandai dengan kepala yang mengangguk, keterbelakangan mental dan pertumbuhan badan anak dan remaja yang terinfeksi akan terhambat. Ketika makan, penderita baik anak-anak maupun dewasa, kepalanya akan mengangguk-angguk.

Pengambilan sampel dan tes pertama dilakukan pada Desember 2009 dan kedua pada Agustus 2010.

Para tokoh pemimpin lokal di daerah terdampak mendesak pemerintah agar menetapkan wilayah mereka sebagai daerah bencana, guna menarik perhatian sehingga masyarakat internasional membantu mengatasi penyakit itu.

“Situasinya buruk. Kami perlu untuk memperlakukannya sebagai situasi darurat. Kami ingin pemerintah mendeklarasikan daerah ini sebagai daerah bencana,” kata Reagan Okumu, ketua Kelompok Parlemen Acholi, sebuah kaukus yang terdiri dari para anggota parlemen yang berasal dari daerah itu.

“Pemerintah tidak memperlakukan masalah penyakit ini dengan kedaruratan sebagaimana mestinya. Kami akan menyewa bus-bus dan feri untuk anak-anak ini pergi ke Mulago,” kata Richard Okwera, anggota dewan kota Kitgum, dikutip Xinhua (08/01/2012).

Rumah Sakit Mulago merupakan rumah sakit pusat yang terletak di ibukota Kampala.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Kristen Malaysia Ingin Kementerian Non-Muslim
Tulisan selanjutnya Penyanyi Rock Cenderung Mati Muda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?