Hidayatullah.com- Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon meminta pemerintah Indonesia dan Turki melakukan kerja sama pembuatan pesawat nir awak (drone).
Kata politisi Partai Gerindra ini, Turki telah membuat drone The Bayraktar TB2, pesawat tanpa awak berteknologi tinggi.
Fadli mengaku baru saja melihat teknologi pertahanan Turki tersebut yang luar biasa majunya.
“Terutama mereka bisa menciptakan drone yang kualitasnya sangat maju,” kata Fadli di sela-sela konferensi Liga Parlemen untuk Al-Quds di Selangor, Malaysia, kutip Anadolu Agency (08/02/2020).
Turki merupakan negara yang tumbuh pesat, khususnya dalam bidang pertahanan. Menurut Fadli, Indonesia dapat belajar dari Turki pada mengembangkan industri pertahanan, khususnya teknologi drone.
Kata Fadli bahwa Turki merupakan negara yang bersahabat dengan Indonesia di berbagai forum internasional seperti D-8 dan MIKTA, dan OKI.
Ia mengatakan bahwa hubungan tersebut harus dipelihara, diperluas, dan ditingkatkan, termasuk dalam hubungan dagang.
“Saya sudah sampaikan kepada Menteri Pertahanan bahwa mungkin Indonesia bisa membeli dulu sekaligus transfer teknologi dari Turki,” ujarnya.
Sebelumnya, Indonesia – Turki telah menjalin berbagai kerja sama, termasuk pembuatan Tank Kaplan MT yang merupakan produksi bersama antara PT Pindad dan FNSS Defense Industries Company, Turki.
Banyak negara yang berminat untuk membeli Kaplan MT. Tank yang mempunyai nama Indonesia “Harimau” ini dirancang guna memenuhi kebutuhan militer Indonesia pada tank modern berbobot sedang.
Menurut Manajer Senior FNSS Nail Kurt, kendaraan Tank Harimau ini tidak hanya dikembangkan untuk Indonesia, namun juga untuk memenuhi kebutuhan Turki dan negara-negara sekutu.
Baca: Tank “Harimau” Produksi Indonesia-Turki Diminati Banyak Negara
Sebelumnya banyak negara tertarik membeli Tank Harimau. Antara lain, Filipina dan Brunei Darussalam yang akan membeli sekitar 40-50 unit. Bangladesh juga berminat akan tetapi belum diketahui jumlahnya.
Calon pembeli baru juga berminat banyak bahkan sudah masuk tahap negosiasi ekspor.
Kata Kurt, setelah menyelesaikan 18 unit tank pada akhir tahun lalu, Tank Kaplan MT akan memulai produksi massal. Menurutnya, prototipe akan dikirimkan menjelang akhir tahun dan pesanan yang tersisa sebagian besar akan diselesaikan pada tahun 2021.
“Harapan kami, Indonesia melanjutkan proyek ini dengan kecepatan penuh. Kami mengharapkan pesanan tambahan akan diterima tahun ini dan tahun depan,” katanya.*