Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Bagaimana Media Sosial Pengaruhi Kesehatan Mental dan Mengubah Aktivitas Otak

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 April 2025 10:32 10:32 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 April 2025 10:30
Bagikan
Bagikan

Penelitian terkini menunjukkan bahwa penggunaannya dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak dan gangguan kesehatan mental, terutama pada remaja

Hidayatullah.com | DI era digital, media sosial bukan lagi sekadar hiburan. Penelitian terkini menunjukkan bahwa penggunaannya dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak dan gangguan kesehatan mental, terutama pada remaja.

Menurut Dr. Shukla, ahli neurologi dari Lone Star Neurology, paparan terus-menerus terhadap notifikasi, ‘like’, dan komentar di media sosial mengaktifkan sistem penghargaan otak secara intens, yang memicu pelepasan dopamine. “Zat kimia otak yang terkait dengan rasa senang dan ketagihan,” ujarnya dalam sebuah artikel berjudul “Social Media’s Impact on Mental Health & Brain Function” di Lone Star Neurology.

Efek ini serupa dengan mekanisme adiksi: semakin sering seseorang menerima umpan balik positif di media sosial, semakin besar keinginannya untuk terus kembali, menciptakan lingkaran kecanduan digital.

Di saat yang sama, pemrosesan penghargaan ini mengubah jalur saraf otak, yang memengaruhi kemampuan untuk mengendalikan impuls dan membuat keputusan.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Mengapa Media Sosial Memengaruhi Kesehatan Mental?

Dr. Melissa Santos, Kepala Divisi Psikologi Pediatrik di Connecticut Children’s, menyebut bahwa media sosial bisa menjadi alat komunikasi yang memperkuat hubungan jika digunakan dengan bijak. Namun, sebaliknya, ia juga bisa memicu stres, kecemasan, dan perasaan tidak berharga.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa remaja yang sering memeriksa media sosial mengalami perubahan aktivitas di bagian otak yang bertanggung jawab terhadap kontrol impuls dan emosi.

Pemindaian MRI bahkan menunjukkan bahwa paparan media sosial berulang kali dapat membuat mereka lebih sensitif terhadap kritik sosial.

“Remaja menjadi sangat responsif terhadap umpan balik sosial. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan perubahan perilaku,” jelas Melissa Santos.

Media sosial berdampak langsung terhadap keseimbangan neurokimia dan proses psikologis, antara lain:

  • Dopamin dan Sistem Penghargaan
    Penggunaan media sosial memicu pelepasan dopamin, yang memperkuat perilaku untuk terus mencari validasi online. Seiring waktu, ini dapat menciptakan ketergantungan seperti halnya substansi adiktif.
  • Kelelahan Kognitif & Beban Informasi
    Paparan informasi yang konstan dari berbagai platform digital membebani memori kerja dan mengurangi kemampuan konsentrasi. Hal ini menyebabkan stres dan kelelahan mental.
  • Perbandingan Sosial
    Menurut Santos, “Remaja yang terus-menerus membandingkan dirinya dengan gambar-gambar sempurna yang dikurasi di media sosial dapat merasa tidak berharga.” Ini memicu kecemasan, depresi, dan rendah diri.
  • Gangguan Tidur
    Penggunaan media sosial hingga larut malam terbukti mengganggu ritme sirkadian otak. Paparan cahaya biru dari layar juga menghambat produksi melatonin, hormon pengatur tidur.

Tanda-Tanda Anak Alami Dampak Negatif Media Sosial

Perhatikan jika anak remaja Anda:

  • Selalu membandingkan diri dengan orang lain
  • Terlihat gelisah jika tidak mendapat “like”
  • Menarik diri dari interaksi tatap muka
  • Mengalami gangguan tidur atau sulit fokus belajar
  • Menghindari aktivitas dunia nyata
  • Menjadi lebih mudah tersinggung, cemas, atau sedih setelah menggunakan media sosial

Mengelola Penggunaan Media Sosial secara Sehat

Menurut Melissa Santos,  penting bagi kita untuk hadir dan mendampingi mereka — secara emosional dan digital. “Perubahan di otak remaja bisa terjadi hanya karena notifikasi dari media sosial. Itu bukan hal sepele,” ujarnya.

Namun, seperti yang ditekankan Melissa Santos, “Kuncinya bukan pada apa yang digunakan, tetapi bagaimana dan seberapa banyak penggunaannya.”

Sisi Positif Media Sosial (Jika Digunakan secara Sehat)

Media sosial bukan sepenuhnya buruk. Ada banyak manfaatnya. Hanya saja jika digunakan secara tepat dan benar.

  • Ekspresi diri & kreativitas
  • Membangun komunitas dukungan emosional
  • Akses informasi & kampanye kesadaran kesehatan mental
  • Menjaga koneksi sosial lintas jarak

Tips bagi orang tua & remaja:

  • Tetapkan batas waktu penggunaan media sosial setiap hari
  • Nonaktifkan notifikasi agar tidak terganggu terus-menerus
  • Kurasi konten: ikuti akun yang menginspirasi dan menenangkan
  • Berikan teladan — jauhkan ponsel saat berbicara dengan keluarga
  • Jadwalkan waktu bebas layar setiap hari, misalnya saat makan malam atau menjelang tidur
  • Ajak bicara secara terbuka tentang apa yang mereka lihat dan rasakan di dunia digital

Melihat ke Depan: Inovasi & Harapan di Dunia Digital

Media sosial juga berkembang menuju hal yang lebih positif. Beberapa terobosan masa depan:

  • Aplikasi kesehatan mental berbasis AI
  • Komunitas digital terapeutik
  • Kampanye detoks digital
  • Pemantauan stres & mood harian melalui platform sosial

Kesimpulan

Media sosial memiliki dua sisi mata uang: ia bisa menjadi alat pemberdayaan dan juga potensi pemicu gangguan kesehatan mental. Dengan memahami dampak ilmiahnya dan menerapkan strategi cerdas, kita bisa menjaga kesehatan mental — sambil tetap terhubung di era digital.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fungsi otakgangguan otakHeadlinekesehatan mentalmedia sosialmedsos dan otakpenelitianremaja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dukung Fatwa Jihad, Ulama Pakistan Serukan Aksi Nyata Melawan Penjajah ‘Israel’  
Tulisan selanjutnya Kurdi Suriah Sepakat dengan Pemerintah Damaskus Soal Bendungan Tishrin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?