Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Ketum Fatayat NU: Indonesia Kehilangan Satu Generasi Akibat Stunting

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Februari 2018 07:17 7:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2018 07:11
Bagikan
Acara Diseminasi dan Refleksi Advokasi Nasional Program Kampanye Gizi Nasional Cegah Stunting, Kamis (22/02/2018) di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, gelaran Fatayat NU.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Anggia Ermarini M.KM. prihatin dengan kasus stunting yang menimpa anak Indonesia.

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menyebabkan anak gagal tumbuh kembang dan mengalami gangguan metabolisme. Akibatnya, anak stunting secara fisik lebih pendek dari anak seusianya, imunitasnya juga rendah sehingga mudah sakit, dan IQ-nya rendah.

Anggia menyebut, 37 persen anak Indonesia mengalami stunting.

Dampak dari stunting akan terlihat ketika anak berusia 18 tahun. Biasanya anak stunting rentan menderita PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti diabetes, darah tinggi, dan stroke serta mengalami obesitas di usia dewasanya.

Baca: Gizi Buruk, Bayi Fitri di Tanjungbalai Meninggal, DPR Prihatin

“Kita ini hidup di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi, tapi ya prihatin kenapa tercatat ada 9 juta anak Indonesia yang mengalami kurang gizi kronis atau stunting,” ujar Anggia dalam keterangannya pada acara Diseminasi dan Refleksi Advokasi Nasional Program Kampanye Gizi Nasional Cegah Stunting, Kamis (22/02/2018) di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Bangsa ini, kata Anggia, kehilangan satu generasi akibat stunting. Negara juga akan terbebani dengan bengkaknya anggaran untuk kesehatan anak stunting. Kualitas SDM yang rendah akibat stunting membuat mereka tak mampu bersaing di pasar global.

“Secara tidak langsung kondisi stunting ini memang luar biasa mengancam. Nah, kalau 9 juta anak Indonesia saat ini mengalami stunting berarti pada 15-20 tahun ke depan bangsa ini akan dipimpin oleh generasi yang kurang berkualitas,” katanya.

Baca: Gizi Buruk Asmat, KPAI: Saatnya Kemenkes Evaluasi Kubro

Untuk mencegah stunting, terang Anggia, selain soal makanan bergizi yang harus dipenuhi pada 1000 hari pertama kehidupan, faktor keluarga, pola asuh dan lingkungan yang sehat juga menyumbang keberhasilan capaian pencegahan stunting.

Sanitasi yang higienis, menggunakan jamban sehat, menghindari asap rokok, serta perilaku sehat lainnya dangat efektif dapat menekan angka stunting.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak indonesiaanak stuntingAnggia ErmariniFatayat NUgizi anakgizi burukKesehatankesehatan anakKetua Umum PP Fatayat NUkurang gizi kronisNahdlatul UlamaNUpertumbuhan anakstunting
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei Median: Elektabilitas Jokowi Lampu Kuning
Tulisan selanjutnya Din: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Dalih Orang Gila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?