Mengenali dan menangani hernia (turun beruk) sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi berbahaya yang mengancam nyawa
Hidayatullah.com | DI TENGAH kesibukan sehari-hari, seringkali kita mengabaikan keluhan kecil pada tubuh. Salah satu kondisi yang kadang terlewatkan adalah hernia, atau yang lebih dikenal dengan istilah awam “turun berok.”
Penyakit ini sering dikaitkan dengan laki-laki, padahal sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, termasuk wanita dan anak-anak. Lantas, apa itu hernia dan mengapa kita tidak boleh menganggapnya sepele?
Secara sederhana, hernia adalah kondisi di mana suatu organ atau jaringan dalam tubuh menonjol keluar melalui dinding otot yang lemah.
Dinding otot ini seharusnya berfungsi sebagai pelindung, namun karena berbagai faktor, ia bisa melemah atau bahkan robek. Lokasi yang paling sering terkena adalah perut, pangkal paha, dan selangkangan.
Mengenali Gejala Khas Hernia
Gejala utama dari hernia adalah munculnya benjolan yang bisa terasa saat batuk, mengejan, atau mengangkat beban berat. Seringkali, benjolan ini bisa menghilang saat berbaring. Selain benjolan, mungkin juga terasa nyeri atau rasa tidak nyaman di area tersebut.
Nyeri ini biasanya memburuk saat melakukan aktivitas fisik dan mereda saat istirahat. Pada beberapa kasus, penderitanya mungkin merasakan sensasi berat atau tekanan di area perut atau pangkal paha.
Faktor-faktor yang Meningkatkan Risiko Hernia
Penyebab hernia bervariasi. Mulai dari faktor bawaan lahir (terutama pada bayi), kelemahan otot akibat penuaan, hingga tekanan berlebih pada perut. Tekanan ini bisa dipicu oleh:
- Batuk kronis yang terus-menerus.
- Sembelit atau sulit buang air besar.
- Sering mengangkat beban berat.
- Kehamilan.
- Kondisi medis seperti penumpukan cairan di perut (asites).
Mengapa Hernia Tidak Boleh Disepelekan?
Jika dibiarkan, hernia dapat membesar dan menimbulkan komplikasi serius, seperti usus yang terjepit dan tidak mendapatkan aliran darah, sebuah kondisi yang disebut hernia strangulata. Kondisi ini sangat berbahaya, bisa menyebabkan kematian jaringan usus, dan memerlukan tindakan medis segera.
Gejala hernia strangulata antara lain nyeri hebat yang tiba-tiba, mual, muntah, dan benjolan yang berubah warna menjadi kemerahan atau keunguan dan terasa keras.
Meskipun hernia tidak selalu membutuhkan operasi segera, penting untuk melakukan deteksi dini dengan memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala di atas. Dengan mengenali gejala hernia sejak awal, kita dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Dokter akan menentukan penanganan yang tepat, yang bisa berupa observasi rutin atau tindakan operasi jika diperlukan.
Pada akhirnya, kesehatan adalah investasi jangka panjang. Dengan memperhatikan benjolan kecil di tubuh, kita sedang berinvestasi pada masa depan yang lebih sehat dan terhindar dari risiko komplikasi yang tidak diinginkan.*/

Ricky Wibowo, dr, SpB., FINACS, Kepala KSM Bedah RS UNAIR dan Staf pendidik klinis FK UNAIR




