Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Terbongkarnya Penipuan Profesor Evolusionis Jerman (Bagian 1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 November 2008 01:48 1:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 November 2008 01:48
Bagikan
Bagikan

BENTUK DVD dari film dokumenter kisah nyata “Expelled: No Intelligent Allowed” baru saja beredar akhir Oktober 2008 lalu, www.expelledthemovie.com . DVD ini adalah rekaman film layar lebar yang beberapa bulan sebelumnya telah tayang, mengisahkan pengalaman nyata para staf pengajar dan ilmuwan yang dicaci-maki, tidak diperpanjang masa kerjanya dan bahkan dipecat.

Mereka didzalimi seperti itu hanya karena percaya akan kemungkinan adanya perancangan di alam. Mereka dianggap melakukan kejahatan hanya karena yakin berdasarkan penelitian ilmiah mereka, bahwa kehidupan ini mungkin muncul bukan secara tidak sengaja, atau tidak diciptakan Pencipta.

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Film ini bukanlah sebuah film biasa. Ini adalah bentuk penyadaran rakyat Amerika Serikat dan masyarakat dunia akan adanya kedzaliman, kekejaman dan kediktatoran yang membungkan kebebasan berbicara di dunia akademis. Film ini dibuat sekaligus dibarengi dengan upaya penggalangan dukungan terhadap petisi kebebasan akademis, www.academicfreedompetition.com , demi mengesahkan undang-undang yang melindungi semua orang dari tindakan semena-mena diktator evolusionis.

Catatan hitam evolusionis

Perilaku tidak pantas evolusionis tidaklah terbatas pada tindakan kasar sebagaimana diungkap film dokumenter tersebut. Aneka pemalsuan dan kebohongan mengenai bukti-bukti rekaan evolusi seperti lukisan khayalan dan berlimpah fosil palsu menambah panjang daftar kejahatan mereka dalam menipu manusia agar percaya pada teori bohong evolusi. Sepertinya pemalsuan masa lalu seperti gambar embrio Haeckel dan manusia Piltdown tidaklah membuat mereka jera.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Sebut saja profesor evolusionis asal Jerman, Reiner Protsch von Zieten, yang beberapa tahun lalu menjadi bintang media massa. Fotonya terpampang di mana-mana bukan lantaran temuan gemilangnya mengenai evolusi, tapi karena penipuan yang dilakukannya sehubungan dengan beragam fosil.

Profesor tidak selalu jujur

Profesor evolusionis yang ahli antropologi itu diketahui telah memberikan informasi palsu mengenai usia sejumlah fosil penting selama 30 tahun terakhir. Akibat perbuatannya, sang profesor diminta mengundurkan diri dari jabatannya.

Asal tahu saja, informasi dusta yang dikarang oleh sang Profesor itu telah dikemukakan sebagai “fakta” di buku-buku pelajaran. Dihadapkan kejadian memalukan ini, pihak berwenang di Jerman menyatakan bahwa informasi dusta itu perlu mendapatkan perombakan menyeluruh.

Menurut temuan komisi penyidikan, Profesor Reiner Protsch von Zieten asal Universität Frankfurt, Jerman, telah secara sistematis mengubah usia-usia serangkaian fosil-fosil manusia yang ditemukan di Eropa, dengan menampilkannya ribuan tahun lebih tua daripada yang sebenarnya.

Perbuatan memalukan dari profesor evolusionis itu tidak hanya berhenti di situ saja. Menurut laporan media masa dunia asal Jerman, Deutsche Welle, 18 Februari 2005, sang profesor juga didakwa menjual tengkorak-tengkorak yang bukan miliknya demi mendapatkan keuntungan secara tidak benar, serta didakwa menjiplak penelitian-penelitian ilmuwan-ilmuwan lain. “Professor Resigns Over Misconduct Scandal” (Profesor Mengundurkan Diri Karena Skandal Perilaku Buruk) bunyi laporan yang memalukan itu di www.dw-world.de.

Masih ada lagi catatan hitam sang profesor. Sebagaimana diberitakan harian Inggris The Guardian terbitan 19 Februari 2005 dengan judul “History of modern man unravels as German scholar is exposed as fraud” (Sejarah manusia modern menguak di saat pakar Jerman terungkap menipu). Laporan itu menuliskan bahwa Profesor von Zieten pernah mengatakan bahwa manusia setengah kera berusia 50 juta tahun yang dijuluki Adapis telah ditemukan di Swiss. Namun faktanya, fosil monyet itu telah digali di Prancis.

Penyidikan telah menetapkan bahwa Profesor Protsch menyelewengkan fakta-fakta ilmiah selama 30 tahun terakhir. (bersambung) (wwn/guardian/dw/science/hidayatullah.com

)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peraih Nobel: Matinya Kapitalisme AS
Tulisan selanjutnya Saudi Tetapkan Wukuf di Arafah 7 Desember

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?