Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Waspadai Gejala Kecanduan Internet

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2009 06:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ben Alexander menghabiskan hampir setiap menit waktunya untuk bermain video game “World of Warcraft.” Hasilnya, ia harus terdepak keluar dari Universitas Iowa.

Alexander seorang pemuda 19 tahun yang harus menghentikan kecanduan, yang disebutnya berbahaya seperti alkohol dan narkoba. Dan ia mendapatkan pertolongan di  pinggiran kota berteknologi canggih, Seattle. Tepatnya di ReSTART, sebuah pusat penanggulangan kecanduan internet.

ReSTART yang mulai dibuka pada Juli 2009, mengklaim diri sebagai pusat rehabilitasi pecandu internet pertama di Amerika Serikat. Lembaga ini menawarkan program 45 hari untuk membantu orang-orang yang kecanduan menggunakan komputer. Termasuk mereka yang berlebihan bermain game, texting (kirim pesan, membuat tulisan seperti blog, dan lainnya), eBay, Twitter, Facebook, dan kegiatan lain yang menghabiskan waktu bersama teknologi.

“Kami sudah melakukan pekerjaan ini selama bertahun-tahun, menangani pasien rawat jalan,” kata Hilarie Cash, seorang terapis yang juga direktur eksekutif pusat rehabilitasi itu. “Hingga akhirnya sekarang, sebelumnya kita tidak punya tempat untuk merawat orang-orang itu.”

Kecanduan internet tidak dianggap sebagai penyakit kelainan oleh Asosiasi Psikiater Amerika. Dan pengobatannya juga tidak terlindungi oleh asuransi. Tapi, sebenarnya banyak lembaga sejenis di China, Korea Selatan, dan Taiwan. Dan banyak psikiater yang menyatakan bahwa kecanduan internet itu memang nyata ada dan berbahaya.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Alexander hingga saat ini adalah pasien satu-satunya yang mengikuti program dengan pendekatan “cold turkey“, di mana ia benar-benar dijauhkan dari komputer dan internet secara mutlak.

Ia menghabiskan harinya dengan mengikuti sesi konseling dan psikoterapi, melakukan pekerjaan rumah, berkebun, pergi berjalan-jalan ke luar rumah, olahraga, dan bahkan membuat kue jahe.

Akibat buruk yang ditimbulkan kecanduan komputer dan internet ini tidak main-main. Bisa berupa kehilangan pekerjaan, kehancuran rumah tangga, bahkan mengalami kecelakaan lalulintas, terutama bagi mereka yang suka texting, ketik-ketik di jalan.

Beberapa orang telah meninggal karena bermain games selama berhari-hari tanpa istirahat. Biasanya karena aliran darah ke otaknya berhenti, akibat duduk terlalu lama.

Menurut Dr. Kimberly Young dari Center for Internet Addiction Recovery di kota Bradford, Pennsylvania, orang harus waspada terhadap gejala-gejala kecanduan internet, seperti menggunakannya berlebihan dari keperluan, adanya peningkatan jumlah waktu yang dihabiskan di depan komputer atau internet, sering tidak bisa mengendalikan hasrat untuk menggunakannya di luar keperluan, hubungan dengan pasangan mulai terganggu, waktu sekolah dan kerja yang habis digunakan untuk online, berbohong agar bisa menggunakan fasilitas internet, menggunakan internet untuk menghilangkan keresahan dan depresi, adanya perubahan berat badan, sakit kepala dan sakit di pergelangan tangan.

Kecanduan internet juga bisa merupakan tanda dari gelaja penyakit kejiwaan lainnya, seperti depresi dan autis, demikian menurut para pakar. Pecandu internet biasanya tidak melakukan hubungan dan kontak dengan manusia nyata di sekitarnya. Keadaan kebersihan diri, rumah, dan hubungan sosialnya, biasanya tidak terpelihara. Mereka juga tidak makan dan tidur sebagaimana mestinya, serta tidak berolahraga. Begitu penjelasan Cosette Dawna Rae, seorang psikoterapis.

Alexander, seorang pemuda berperawakan tinggi, dan kalem. Ia selalu mendapat nilai bagus di sekolah dan bercita-cita menjadi seorang ahli biologi. Ia mulai bermain “World of Warcraft” sekitar satu tahun lalu, dan langsung ketagihan.

“Awalnya hanya bermain beberapa jam saja dalam sehari,” katanya. “Hingga di pertengahan semester pertama kuliah, saya bermain selama 16-17 jam sehari.”

Alexander akhirnya harus keluar pada semester kedua. Ia kemudian mengikuti program penyembuhan secara tradisonal, yang ternyata tidak cocok.

Ia juga sudah selesai mengikuti program penyembuhan out-door selama 10 pekan di selatan Utah. Tapi, ia merasa belum berhasil mengendalikan hasratnya untuk bermain game. [di/ap/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapolda Jatim: Awasi Terorisme, Bukan Dakwah
Tulisan selanjutnya Wanita Pengusaha Terkemuka Saudi Membentuk Perkumpulan Amal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?