Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Bergaul Lebih Sehat daripada Menyendiri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 September 2009 13:27
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Kita mungkin pernah mendengar orang berkata, “Penyakit orang kota itu mahal-mahal, seperti jantung, liver dan stroke. Tapi kalau orang desa, penyakitnya paling-paling bisul dan koreng.” Kalimat itu memang terdengar seperti lelucon, tapi mungkin memang ada hubungannya dengan pola kehidupan kota yang individualis. Penelitian ilmiah menemukan bahwa hidup bermasyarakat lebih menyehatkan.

Hasil penelitian terbaru menunjukkan, menjadi anggota dalam sebuah kelompok sosial dapat mengurangi risiko terkena stroke, demensia dan bahkan flu biasa. Dengan demikian bukti bahwa jaringan sosial merupakan kunci bagi kesehatan–terkait dengan nilai dukungan sosial dan jaringan sosial, terus bertambah.

Para peneliti dari Universitas Exeter dan Queensland, Australia, menyatakan bahwa kualitas kehidupan sosial memiliki pengaruh yang lebih besar pada kesehatan dan kesejahteraan seseorang, dibandingkan dengan diet dan olahraga.

Mereka mengatakan, temuan itu menyoroti pentingnya rasa memiliki, terlibat, dan bergabung dalam sebuah kelompok sosial, seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup seseorang.

Dalam tulisannya di Scientific American Mind, para peneliti dari Universitas Exeter, Queensland dan Kansas mengkaji sejumlah studi yang pernah dilakukan sebelumnya, termasuk studi-studi yang pernah mereka lakukan sendiri. Hasil studi mereka mengidentifikasi adanya hubungan antara keanggotaan dari sebuah kelompok dengan kesehatan fisik dan mental.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Kita adalah makhluk sosial yang hidup dan telah berevolusi untuk hidup dalam kelompok-kelompok sosial,” kata Profesor Alex Haslam dari Universitas Exeter.

“Menjadi anggota sebuah kelompok, mulai dari tim sepak bola hingga klub buku dan menjadi sukarelawan di masyarakat, bisa memberikan kita sebuah jatidiri sosial.”

“Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ‘siapa kita’ dan ‘apa yang kita perlukan’ dalam rangka mewujudkan hidup yang sejahtera dan memuaskan. Oleh karena itulah kelompok-kelompok sosial sangat penting bagi mental, kesehatan dan kesejahteraan.”

Kesimpulan itu berdasarkan pada sejumlah studi terbaru yang dibahas dalam berberapa artikel dan dipresentasikan pada Festival Sains.

Sebuah studi di tahun 2008 mengenai penderita stoke, menunjukkan bahwa kemampuan untuk mempertahankan keanggotaan dalam kelompok berperan penting dalam pemulihan kemampuan untuk mengatasi kesulitan berpikir. Misalnya yang berhubungan dengan ingatan dan bahasa. Setelah mengalami stroke, kepuasan hidup mereka meningkat sebesar 12 persen, setiap kali mampu mempertahankan keanggotaannya dalam sebuah kelompok.

Studi pada orang-orang yang baru masuk panti jompo, di tahun 2009, menunjukkan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam menghias tempat yang dipakai bersama, beberapa bulan ke depannya merasa lebih bahagia. Sebaliknya, ruang yang dipakai oleh para penghuni yang termasuk kelompok kontrol dalam penelitian itu, menurun hingga 60 persen.

Studi lain yang juga dilakukan pada tahun 2009, mencoba melihat pengaruh intervensi kelompok pada kesehatan dan kesejahteraaan dari 73 orang penghuni panti jompo. Setelah enam pekan, peneliti menemukan bahwa mereka yang bernostalgia secara berkelompok mengalami peningkatan daya ingat sebesar 12 persen. Sementara mereka yang bernostalgia sendiri tidak menunjukkan perubahan.

Satu studi lainnya, masih menyangkut penghuni panti jompo, mencoba melihat hubungan antara jatidiri, kesejahteraaan dan tingkat keparahan demensia. Hasilnya, jatidiri yang kuat–terkait dengan identitas sebagai anggota dari sebuah kelompok–memberikan prediksi yang lebih baik pada kesejahteraan daripada tingkat keparahan demensia.

“Penelitian baru itu menunjukkan betapa pentingnya identitas kelompok dan identitas sosial bagi kesejahteraan,” tegas profesor Jolanda Jetten dari Universitas Queensland.

“Ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan orang, mereka sering terburu-buru mencari solusi medis untuk masalah yang berkaitan dengan penuaan. Sekarang saatnya untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut secara lebih serius.”

“Dalam kaitannya dengan lembaga penelitian yang sekarang ini sudah begitu luas, kami akan mendorong masyarakat dunia kedokteran untuk mengakui bahwa partisipasi dalam kehidupan kelompok bisa berperan dalam melindungi kesehatan mental dan fisik kita,” kata Dr Catherine Haslam dari Universitas Exeter.

“Ini jauh lebih murah daripada obat-obatan, dengan lebih sedikit efek samping, dan juga jauh lebih menyenangkan.”[di/pc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Beri Selamat Polri, AS dan Australia Memuji
Tulisan selanjutnya Karena Babi, Jang Memeluk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?