Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Awas, Ada Madu Dicampur Antibiotik!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2010 15:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hasil penelitian menunjukkan, beberapa merek madu terkenal asal India dan negara lainnya mengandung antibiotik dalam kadar yang tinggi. Hal ini diungkap dalam laporan studi Centre for Science and Environment (CSE) di India hari Rabu (15/9/2010).
Para peneliti memeriksa madu dari 12 merek terkenal, yang diantaranya diproduksi oleh Dabur, Himalaya dan Baidyanath. Dua merek internasional asal Australia dan Swiss juga ikut diperiksa. Hasilnya, dalam madu-madu tersebut terkandung antibiotik melebihi kadar yang diperbolehkan.
“Merek-merek yang dites mengandung antibiotik dalam kadar tinggi, bahkan bersifat karsinogenik, sehingga bisa mengakibatkan gangguan kesehatan kronis dan masalah pada sumsum tulang,” terang Direktur CSE Sunita Narain kepada IANS.
Konsumsi rutin antibiotik tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, khususnya anak-anak usia di bawah lima tahun. Konsumsi antibiotik yang dicampur ke dalam madu menjadikan konsumen resisten terhadap obat-obatan, papar Narain lebih lanjut.
Di dalam madu produksi pabrik ayurveda terbesar di India, Dabur, peneliti mendapati tiga macam antibiotik, termasuk oxytetracycline yang jumlahnya 9 kali lipat batas maksimal yang ditetapkan EIC. Dabur menguasai 65% pangsa pasar madu di India.
Peneliti juga mendapati tiga macam antibiotik berkadar tinggi dalam madu produksi Himalaya Herbal Healthcare.
Selain oxytetracycline, jenis antibiotik yang ditemukan dalam madu bermerek tersebut yaitu erythromicin, ciprofloxacin dan berbagai antibiotik lain yang biasa dipergunakan untuk menggemukkan hewan ternak.
Produksi madu lebah kini menjadi industri besar dengan penekanan pada peningkatan jumlah produksi besar-besaran.
“Lebah-lebah dipaksa makan antibiotik dan zat penggemuk berbahaya yang biasa disuntikkan ke hewan ternak. Ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap hasil perternakan (lebah) lokal,” ujar Wakil Direktur CSE, Chandra Bhushan.
“Bisnis madu telah mengalami perubahan besar, yang mana berdampak langsung pada kesehatan konsumen,” kata Narain.
CSE mendesak agar pemerintah India melakukan standarisasi atas pasar madu nasional mereka.
Bagaimana dengan madu di Indonesia? Meskipun madu palsu banyak dijumpai, dan produk olahan madu semakin beragam, namun belum ada penelitian tentang kualitas madu dan variannya yang semakin banyak beredar luas di masyarakat.[di/klj/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasyim: Indonesia Negara dengan Gereja Terbanyak Se-Asia
Tulisan selanjutnya Photoshop Bantu Mesir “Pimpin” Amerika dan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

Berita
19 Oktober 2026 12:54
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?