Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Jabat Tangan Dapat Tunjukkan Usia Seseorang?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kekuatan jabat tangan Anda bisa menjadi petunjuk berapa lama Anda akan hidup, ujar para ilmuwan dari Universitas College, London. Jabatan tangan ini menggambarkan keseimbangan hidup orang berusia tua, kekuatan cengkeraman dan kemampuan untuk bangkit dari kursi menunjuk pada resiko kematian yang dimilikinya. Mereka yang melakukan semua itu dengan lebih baik kemungkinan besar akan hidup lebih lama, British Medical Journal melaporkan.
Diharapkan melalui tes sederhana ini dapat membantu para dokter untuk menemukan spot ‘yang beresiko’ pada pasien. Sejalan dengan waktu hal ini bisa menjadi relevan bagi orang muda untuk mendapatkan obat pencegahannya. Penelitian yang dilaksanakan di Medical Research Council yang didanai oleh unit Lifelong Health and Ageing, dikombinasikan dengan hasil lebih dari 30 proyek penelitian sebelumnya, dan melibatkan puluhan ribu orang yang melihat ‘kemampuan fisik’ dan kematian.
Mereka yang terlibat dalam penelitian ini sebagian besar berusia di atas 60 tahun, dan tinggal di dalam komunitas masyarakat bukan di rumah sakit maupun di rumah perawatan. Para peneliti menemukan bahwa angka kematian selama periode penelitian adalah 67% lebih tinggi pada orang dengan kekuatan cengkeraman terlemah dibandingkan dengan cengkeraman yang kuat.
Kesimpulan ini berdasarkan 33 studi dari seluruh dunia, termasuk lebih dari 50.000 orang laki-laki dan wanita yang diikuti selama hamper 43 tahun.
Pola serupa ditemukan dalam penelitian lain, dimana pejalan kaki yang melangkah paling lambat hampir tiga kali lebih mungkin meninggal dibandingkan yang berjalan paling cepat. Mereka yang paling lambat bangkit dari kursi, dua kali lipat tingkat kematian dibandingkan dengan mereka yang bangkit dengan cepat dari tempat duduk saat berdiri.
Bahkan menyeimbangkan diri dengan menggunkaan satu kaki tampaknya juga dihubungkan dengan penurunan resiko kematian. Meskipun kelemahan cengkeraman yang dibarengi dengan penyakit dan kesehatan yang menurun secara keseluruhan dapat menjelaskan banyak perbedaan, dalam hal kekuatan perbedaan pegangan tangan, tingkat kematiannya adalah nyata bahkan pada beberapa orang di bawah usia 60 tahun yang secara fisik tidak menunjukkan tanda-tanda adanya masalah kesehatan.
Profesor Avan Aihie Sayer, seorang geriatrician dan wakil penulis studi yang dilakukan Southampton University, mengatakan bahwa dirinya saat ini mendorong penggunaan yang lebih luas akan tindakan menggenggam tangan pasien di rumah sakit sebagai cara menyelamatkan para pasien dengan masalah kesehatan yang lebih serius.
Sayer mengatakan, Salah satu bagian terbaru dari penelitian yang dilakukan di rumah sakit menemukan bahwa perbedaan dalam kekuatan cengkeraman bahkan terkait dengan lamanya tinggal di rumah sakit, dan menjadi sebuah penemuan yang cukup penting.
Saat ini kita sedang membicarakan orangtua yang lemah, tetapi dengan waktu yang ada hal ini menjadi relevan bagi mereka yang muda untuk menjadi obat pencegahan.
Sayer mengatakan beberapa studi menyarankan mungkin saja untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan dalam kekuatan cenkeraman bahkan pada orang yang berusia jauh lebih muda untuk menunjuk ke masalah kesehatan masa depan.
Dr Rachel Cooper dari Medical Research Council’s Unit for Lifelong Health and Ageing, yang memimpin penelitian ini mengemukakan, langkah-langkah seperti ini dapat membantu para dokter mengidentifikasi mereka yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan di kemudian hari. [lip/independent/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BJ Habibie Akan Pidato dalam Muktamar ICMI
Tulisan selanjutnya Perempuan UAE Parade Mobil Keliling Negeri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?