Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Mata-matai User, Facebook Dituntut 15 Milyar Dolar

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Mei 2012 13:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengguna Facebook di Amerika Serikat melakukan class-action di California, menuntut situs jejaring sosial itu membayar ganti rugi 15 milyar dolar, karena telah “memata-matai” mereka dan melanggar peraturan tentang penyadapan di AS.

Sebagaimana dilansir Russia Today (RT), tuntutan class-action itu diajukan ke Pengadilan Federal San Jose, bersama dengan 21 tuntutan pelanggaran privasi lainnya. Dalam surat tuntutan bersama, para penggugat menyatakan bahwa Facebook telah menggunakan rekaman cookies penggunanya (user) untuk melacak aktivitas mereka di dunia maya, meskipun telah logout dari situs Facebook.

Tuntutan milyaran dolar itu dihitung dari pelanggaran terhadap undang-undang Federal Wiretaps Act, yang memberikan kompensasi USD100 per hari untuk setiap pelanggaran yang dilakukan, dengan batas maksimal sebesar USD10.000 per pengguna. Tuntutan itu juga didasarkan pada Computer Fraud and Abuse Act, Stored Communication Act, serta berbagai peraturan dan hukum pidana lain di California.

“Ini bukan sekedar tuntutan ganti rugi, melainkan kasus pelanggaran hak privasi digital yang bisa menimbulkan implikasi hukum dan bisnis yang luas dan signifikan,” kata David Straite, seorang partner di Stewarts Law, firma hukum yang menjadi salah satu penggugat.

Tuduhan bahwa Facebook menggunakan cookies untuk melacak penggunanya meskipun mereka telah logout dari situs tersebut tidak terhitung jumlahnya, tulis RT. Namun, sejauh ini klaim tersebut selalu digagalkan dengan anggapan bahwa penggunaan cookies tidak sama dengan penyadapan. Untuk membuktikan seberapa besar kerugian yang ditimbulkan pun tidak mudah.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Pada bulan September 2011, Data Protection Commissioner (DPC) di Irlandia, di mana Facebook menempatkan markas besar internasionalnya, setuju untuk melakukan audit privasi atas aktivitas Facebook. Yang menarik, kesimpulannya dari audit selama tiga bulan itu adalah bahwa Facebook telah berhasil “menggunakan cookies secara inovatif untuk mengidentifikasi aktivitas tidak biasa yang mencurigakan” dari akun penggunanya.

Facebook bersikukuh mengatakan bahwa tuntutan yang diajukan terhadap pihaknya tidak memiliki tujuan yang baik dan mereka akan mempersiapkan “melawan sekuat tenaga” tuduhan tersebut, kata manajer kebijakan komunikasi publik Facebook, Andrew Noyes, sebagaimana dikutip RT dari PCWorld.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Hasyim MUzadi: Tolak Konser Lady Gaga Sudah Tepat
Tulisan selanjutnya RS Swasta Wajib Sediakan Kamar Pasien Miskin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?