Hidayatullah.com—Gugusan terumbu karang paling besar di dunia, Great Barrier Reef di timur perairan Australia, mengalami kerusakan parah dengan kecepatan yang tidak diperkirakan sebelumnya, demikian menurut sebuah penelitian terbaru.
Dalam tigapuluh tahun terakhir perubahan iklim dan perubahan pola musim reguler seperti topan telah merusak lebih dari separuh batu karang pelindung daerah pesisir pantai itu, sehingga mengancam ekosistem terumbu karang di dalamnya.
John Gumm pimpinan Australian Institute of Marine Science mengatakan, “Dengan kondisi yang sama sepuluh tahun mendatang, kita akan melihat berkurangnya separuh pelindung batu karang.”
Ledakan populasi bintang laut pemakan terumbu karang dan pengasaman air laut juga dinilai menjadi faktor yang mempercepat kerusakan itu.
Temuan terbaru ini semakin menguatkan kajian internasional bulan lalu, yang menyeru agar dilakukannya tindakan leih tegas dalam melawan emisi gas rumah kaca di tingkat global, lansir Euronews (2/9/2012)*