Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Alat Gendong Bayi yang Bisa Sebabkan Kematian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2010 19:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah AS memperingatkan warganya berhati-hati menggunakan alat gendong bayi. Beberapa temuan membuktikan terjadinya kecelakaan hingga kematian bayi, meskipun dalam jumlah kecil.

The Consumer Product Safety Commision (CPSC) telah menyelidiki setidaknya 13 kematian yang berhubungan dengan alat penggendong bayi selama kurang lebih 20 tahun ini, termasuk 3 kematian tahun lalu. Satu kasus lain yang cukup fatal masih ditelusuri. Sebanyak 12 kematian adalah anak-anak yang masih muda dengan umur sekitar 4 bulanan.

Ada dua cara penggunaan alat ini yang membahayakan. Pertama, selempang kain dapat menekan hidung dan mulut bayi, kemudian mencekik pernapasan bayi dalam satu atau 2 menit.

Kedua, kain bayi pengikat terbuat dalam posisi melengkung atau posisi C terbalik, sehingga dalam dekapan ibu, bayi berada di bawah dada atau di dekat perutnya.

Posisi yang melengkung dapat menyebabkan bayi tidak memiliki kontrol leher kuat dengan posisi kepala ke depan, dagu-ke-dada, sehingga membatasi kemampuan bayi untuk bernapas. “Bayi tidak akan bisa menangis minta tolong dan dapat perlahan-lahan tercekik,” ungkap hasil penelitian mereka, kemarin.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Di lain pihak, alat ini pernah dipromosikan pakar bayi sebagai cara untuk menenangkan bayi rewel atau ibu agar bisa menyusui anak kecil dalam gendongan.

Pada 2008, Consumer Reports sempat menyuarakan keprihatinan mengenai kain penggendong bayi ini dengan sekitar dua lusin cedera serius, seperti patah tulang tengkorak, terutama ketika seorang anak jatuh dari pengangkut.

Kemudian, setelah muncul kasus kematian bayi berusia satu minggu, Derrik Fowler di Oregon, para pemerhati keselamatan memperingatkan kembali tentang kain gendongan ini dan risiko mati lemas.

Menurut catatan pengadilan, bayi itu meninggal dalam gendongan posisional sesak napas atau mati lemas.

Faktor keamanan menjadi kekhawatiran karena orang tua membungkus bayi mereka di sekitar leher dan membuai anak dalam posisi melengkung, seperti gendongan yang digunakan orang tua Fowler.

Tapi tidak semua kain berbahaya, kata Pat Shelly, Direktur The Breastfeeding Center for Greater di Washington. “Bayi paling aman dibawa sesuai dengan posisi ibunya yaitu posisi tegak. Orang tua harus diinstruksikan menjaga dagu dari dada bayi guna mengoptimalkan saluran udara,” kata Shelly.

Ketua CSPC Inez Tenenbaum melakukan pertemuan dengan Juvenile Products Manufacturers Association yang direncanakan memberikan peringatan kepada orang tua tentang alat gendong bayi ini.

JPMA, sebuah grup perdagangan industri, menyatakan, 20 produk anak tidak memiliki program sertifikasi kain. Saat ini JPMA bekerja dengan ASTM International, sebuah organisasi yang menetapkan standar keselamatan sukarela, untuk mengembangkan sebuah standar untuk kain.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Belum ada catatan resmi tentang penggunaan alat gendong bayi ini. Bisa jadi karena tidak terdeteksi bayi yang mengalami luka ataupun kecelakaan gara-gara alat bayi ini.

Tapi tampaknya harus lebih waspada terhadap semua peralatan yang berhubungan dengan sang buah hati ini.  [erb/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hubungan Israel-AS memburuk
Tulisan selanjutnya Din: Muhammadiyah Kembangkan Politik Adiluhung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?