Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Minyak Kanola Bermanfaat Turunkan Glukosa Darah Penderita Diabetes Tipe 2

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 15 Juni 2014 16:51 4:51 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 15 Juni 2014 16:51
Bagikan
Minyak kanola.
Bagikan

TERDAPAT hasil penelitian baru yang berkaitan dengan minyak kanola dan konsumsi gandum. Penelitian dari St. Michael’s Hospital menunjukkan, minyak kanola merupakan salah satu minyak yang bermanfaat bagi orang-orang dengan mengidap diabetes tipe 2.

Dr David Jenkins, Kepala di Hospital’s Clinical Nutrition and Risk Factor Modification Centre, juga membandingkan orang-orang penderita diabetes tipe 2 yang melaksanakan diet indeks glikemik rendah (makanan dengan karbohidrat rendah), seperti memakan roti yang dibuat dengan minyak kanola, dengan orang yang melakukan diet gandum untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Dalam penelitiannya yang diterbitkan Sabtu (14/6/2014) di jurnal Diabetes Care, diketahui, mereka yang melakukan diet roti kanola dapat mengurangi sekaligus kadar glukosa darah dan penurunan signifikan dalam LDL (kolesterol buruk).

Bahkan yang lebih menarik, katanya, dari penelitiannya itu diketahui diet roti kanola memiliki dampak paling signifikan pada orang-orang yang glukosa darahnya (melalui tes HbA1c) dalam kondisi tinggi selama dua atau tiga bulan.

Dr Jenkins, seorang profesor ilmu gizi dan kedokteran di University of Toronto, mengatakan, pengamatan penurunan kolesterol LDL terhadap 141 orang, terjadi pengurangan 7 persen dalam kasus kardiovaskular. Dia mengatakan, manfaat ini setara dengan dosis 20mg pada obat mengurangi kolesterol yang dikenal sebagai statin (dosis itu  dua kali lipat dari dosis standar).

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Minyak kanola hanya mengandung 7 persen minyak jenuh, kurang dari setengah minyak zaitun. Secara luas mulai diperhatikan bermanfaat untuk kesehatan.

Dr Jenkins mengatakan, sebagaimana juga dimuat dalam laman Science Daily, Sabtu (14/6/2014),  temuan lain yang menarik dari studi ini pasien pada diet gandum tampaknya memiliki aliran darah yang lebih baik setelah 12 minggu dibanding diet roti kanola.

Dia mengatakan, temuan itu belum sepenuhnya jelas, tetapi hasil positif ini mungkin merupakan indikasi mengapa makanan gandum secara konsisten terbukti mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Dr Jenkins dan rekan-rekannya mengembangkan konsep indeks glikemik pada awal tahun 1980 untuk menjelaskan bagaimana masing-masing karbohidrat memiliki pengaruh berbeda pada glukosa darah, sekaligus untuk mengetahui makanan terbaik bagi penderita diabetes.

Makanan dengan GI (glycemic index) tinggi –seperti roti putih, sarapan sereal, kentang, dan nasi– menghasilkan kenaikan besar dalam glukosa darah dan insulin, yang dapat merusak mata, ginjal, dan jantung. Karbohidrat dalam makanan GI rendah –termasuk pasta, kacang-kacangan, lentil, berry, apel, dan biji-bijian tertentu seperti gandum– dapat dicerna lebih lambat, hanya menyebabkan sedikit dalam kenaikan glukosa darah dan insulin, sehingga kerusakan jaringan mata, ginjal, dan lain-lain, minimal.

Penelitian lain telah mengaitkan diet GI rendah dengan penurunan diabetes dan penyakit kardiovaskular, terdapat minyak zaitun dan kanola. Tetapi Dr Jenkins mengatakan, kombinasi dari diet GI rendah ditambah dengan minyak kanola belum diuji pada orang dengan diabetes tipe 2.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diabetes
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ustad Arifin Ilham: “Dukung Pemimpin yang Mendukung Polwan Berhijab”
Tulisan selanjutnya Orangtua Tunggal Bisa Sebabkan Anak Alami Obesitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?