Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Pisang Super Kaya Vitamin A Akan Diujicoba pada Manusia

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Juni 2014 13:09 1:09 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Juni 2014 13:07
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SATU jenis pisang yang memiliki kandungan super-kaya hasil rekayasa genetika guna memperbaiki kehidupan jutaan orang di Afrika, untuk pertama kalinya akan segera diuji coba kepada manusia guna menguji efeknya atas kadar vitamin A yang dikandungnya, kata peneliti Australia.

Proyek ini berencana menghasilkan varietas pisang khusus –diperkaya dengan alpha dan beta karoten yang tubuh akan mengubahnya menjadi vitamin A– yang ditumbuhkembangkan di Uganda pada tahun 2020.

Pisang sekarang sedang dikirim ke Amerika Serikat, dan diharapkan akan dimulai enam minggu percobaan untuk mengukur seberapa baik buah itu memiliki tingkat vitamin A pada manusia.

“Ilmu pengetahuan yang baik dapat membuat perbedaan besar di sini, yakni dengan memperkaya tanaman pokok, seperti pisang Uganda dengan pro-vitamin A. Dan memberikan masyarakat miskin dan masyarakat pertanian dengan makanan nutrisi bermanfaat,” kata pemimpin proyek Profesor James Dale, dilansir Free Malaysia Today (16/6/2014).

Proyek dari Queensland University of Technology (QUT) ini, yang didukung oleh Bill dan Melinda Gates Foundation, berharap bisa mengetahui hasil yang konklusif pada akhir tahun.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Saat ini ilmu pengetahuan sedang bekerja,” kata Profesor Dale.

“Kami membuat semua konstruksi, gen yang dimasukan ke pisang, dan merekayasanya di sini di QUT.”

Dale mengatakan menu pisang di Dataran Tinggi atau Afrika Timur, adalah makanan pokok di Afrika Timur, tetapi jenis buah itu memiliki tingkat mikro-nutrisi yang rendah, terutama pro-vitamin A dan zat besi.

“Konsekuensinya mereka mengalami kekurangan vitamin A mengerikan dengan 650,000-700,000 anak di seluruh dunia sekarat… setiap tahun dan setidaknya 300.000 akan buta,” katanya.

Para peneliti memutuskan memperkaya makanan pokok tersebut dengan cara terbaik untuk membantu meringankan masalah.

Pisang yang dimodifikasi tersebut terlihat sama di luar. Tetapi dagingnya akan berwarna oranye dibanding warna krim daging pisang pada umumnya. Dale berharap hal ini tidak menjadi masalah.

Dia mengatakan, setelah nantinya pisang rekayasa genetika itu disetujui dibudidayakan secara komersial di Uganda, hasil teknologi yang sama berpotensi diperluas dikembangkan di negara-negara lain, termasuk Rwanda, bagian dari Republik Demokratik Kongo, Kenya, dan Tanzania.

“Di Afrika Barat petani menanam pisang. Para petani akan juga mudah menanam hasil teknologi dengan hasil yang baik pula,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maksud Pelarangan Taqlid dari Imam As Syafi’i dan Imam Ahmad
Tulisan selanjutnya Pemalsuan Buku Nikah Revisi PP Nikah Selesai Oktober

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?