Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Peneliti: Virus MERS Diindikasikan Menyebar Melalui Udara

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 22 Juli 2014 21:33 9:33 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 22 Juli 2014 21:33
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

PARA peneliti Arab Saudi menemukan gen virus mematikan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) dalam contoh udara dari kandang berisi seekor unta yang tertular dan mengatakan temuan ini mengindikasikan penyakit tersebut kemungkinan ditularkan melalui udara.

MERS, penyakit pernapasan serius yang disebabkan virus coronavirus (CoV) telah menginfeksi setidaknya 850 orang sejak pertama kali muncul dua tahun lalu dan menewaskan 327 di antaranya, sesuai data terakhir Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Sebagian besar kasus pada manusia terjadi di Arab Saudi. Namun kasus-kasus tertentu MERS dilaporkan terjadi di seluruh Eropa dan di Asia serta Amerika Serikat, terhadap warga yang baru saja bepergian ke Timur Tengah.

Para ilmuwan tidak tahu pasti asal virus tersebut. Beberapa penelitian mengaitkannya dengan unta, sementara beberapa pakar menduga virus ditularkan ke manusia melalui kontak langsung atau melalui konsumsi daging serta susu unta.

Meski demikian, dalam penelitian terakhir yang dipublikasikan dalam jurnal Masyarakat Mikrobiologi Amerika, mBio, para peneliti mengatakan deteksi virus dalam sampel udara mengkhawatirkan dan perlu ditindaklanjuti.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Pesan jelas di sini adalah bahwa deteksi molekul MERS-CoV di udara, yang 100 persen identik dengan urutan genom virus yang dideteksi dari seekor unta yang secara aktif menyebarkan virus dalam sebuah kandang yang sama pada hari yang sama, membutuhkan penelitian lebih lanjut serta langkah untuk mencegah kemungkinan penularan lewat udara virus mematikan ini,” kata Esam Azhar, asisten professor pada virologi medis Universitas King Abdulaziz di Jeddah yang memimpin studi tersebut, seperti dilaporkan Antara, Selasa (22/7/2014).

Virus yang menyebar lewat udara –misalnya virus flu– kemungkinan lebih cepat menyebar secara meluas pada populasi manusia dibandingkan penyebaran virus dari hewan ke manusia, atau antar manusia melalui kontak langsung.

Untuk riset tersebut, tim Azhar mengumpulkan tiga sampel udara selama tiga hari berturut-turut dari sebuah kandang unta dekat Jeddah milik seorang pasien MERS lelaki berusia 43 tahun yang tewas akibat penyakit tersebut.

Empat dari sembilan unta milik lelaki tersebut menunjukkan tanda-tanda ingusan seminggu sebelum pasien jatuh sakit. Ia diketahui memberikan obat pada hidung satu dari enam unta yang sakit seminggu sebelum ia sendiri mengalami gejala MERS.

Dengan menggunakan teknik laboratorium yang disebut reaksi rantai transkripsi terbalik polimerase (RT-PCR) untuk mendeteksi tingkat gen tertentu, para ilmuwan menemukan bahwa sampel udara pertama yang diambil pada 7 November 2013 mengandung gen virus MERS.

Pada hari itu, salah satu dari unta si pasien dinyatakan positif MERS, jelas para ilmuwan itu.

Sampel-sampel lain negatif MERS, mengindikasikan adanya penyebaran virus pendek atau terputus-putus ke udara di sekitar unta, kata Azhar.

Tes selanjutnya dari sampel udara pertama mengkonfirmasikan adanya urutan gen MERS dan menunjukkan bahwa fragmen gen tersebut identik dengan fragmen gen yang dideteksi pada unta dan pemiliknya yang sakit.

“Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya sejarah klinis yang rinci dengan penekanan pada paparan terhadap binatang untuk setiap kasus MERS, terutama karena laporan terakhir menunjukkan tingginya risiko infeksi MERS di kalangan orang-orang yang bekerja dengan unta,” kata Azhar.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengimbau peternakan unta dan pekerja penyembelihan untuk mengambil langkah pencegahan terhadap MERS dengan memastikan higienitas, termasuk sering mencuci tangan setelah menyentuh binatang, pelindung muka jika memungkinkan, dan mengenakan pakaian pelindung.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Israel Mengakui Seorang Prajuritnya Hilang di Gaza
Tulisan selanjutnya Ditetapkan KPU sebagai Presiden terpilih, Jokowi Minta Didukung Rakyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?