Hidayatullah.com– Masyarakat pengguna internet (netizen) menyerukan umat Islam seluruh dunia untuk peduli atas kaum Muslimin Kota Aleppo, Suriah yang terus diteror oleh rezim Bashar Al-Assad dan para sekutunya.
Pantauan hidayatullah.com, Jumat (16/12/2016) sekitar pukul 09.30 waktu di Jakarta, tanda pagar (tagar) #SaveAleppo (selamatkan Aleppo) menjadi tema paling tren dibicarakan para pengguna media sosial Twitter (trending topic).
Dengan tagar #SaveAleppo dan #JumatBerkah yang juga jadi trending topic, netizen menyerukan umat Islam berdoa serentak pada Jumat ini agar Aleppo diselamatkan oleh Allah dari teror demo teror rezim Syiah-Bashar.
Pengguna media sosial dengan akun DMS @dimasprakbar, berkata dalam kicauannya, “Tweeps, sempatkan berdoa untuk Aleppo Suriah di hari Jumat yang penuh keutamaan. #SaveAleppo.”
Konsultan Hilman Rosyad, melalu akunnya @ustadzhilman, Jumat pagi ini, menulis, “#SaveAleppo #SaveHumanity… Jangan lupa berdoa buat kaum Muslimin Syria di hari #JumatBerkah ini.”
Akun #Kesaksian @jokiebim menulis:
“Jumat penuh berkah… Yuk doakan saudara-saudara Muslim senantiasa dalam perlindungan Allah Subhanahu Wata’ala… #JumatBerkah #PrayForAleppo #SaveAleppo.”
Anggie Yohanes @xvai16:
“Dunia diam. #SaveSuriah #Allepo #JumatBerkah Al Fateha ???.”
Netizen juga menyerukan agar umat Islam melakukan qunut nazilah untuk mendoakan keselamatan bagi Muslimin di Aleppo.
Akun @conciousvxnus, misalnya, menulis:
“Pesanan buat semua. Jangan berhenti kirimkan qunut nazilah dan doa untuk mereka di Aleppo ?
#savealeppo #prayforaleppo.”
Khawlah al-azwar @elmujahidah_:
“Ya Allah, lindungilah mereka yang sedang dalam kesusahan. Allahumma aminn. ?? #SaveAleppo
#PrayForAleppo.”
Regi Tibelanov @sagelanov:
“Mari kuatkan doa kita tuk saudara kita di Aleppo #SaveAleppo.”
Melalui tagar #SaveAleppo dan #JumatBerkah, netizen menyebarkan berbagai gambar, poster, foto, dan video kepiluan di Suriah terkhusus Aleppo.
Hingga pukul 10.00 WIB, pantauan media ini, tagar #SaveAleppo dan #JumatBerkah masih menjadi tema paling tren dibahas para pengguna media sosial tersebut.*