Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tekno

Skandal Cambridge Analytica: Facebook Didenda Rp 8,4 Milyar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2018 14:58 2:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2018 14:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Berdasarkan laporan The Washington Post, Facebook dikenakan denda sebesar EUR500 ribu (Rp8,4 miliar) setelah perusahaan data analitik Cambridge Analytica mendapatkan data puluhan juta pengguna Facebook secara ilegal dan menggunakan informasi itu untuk memengaruhi hasil pemilu Amerika Serikat pada 2016.

Komisi Informasi Inggris (ICO) menganggap bahwa Facebook tidak memiliki perlindungan data pengguna yang cukup dan gagal menyadari tanda-tanda bahwa Cambridge Analytica menyalahgunakan data para penggunanya.

Data pengguna Facebook yang didapat Cambridge Analytica tidak hanya digunakan untuk mengubah hasil pemilu AS, tapi juga Brexit, lapor The Verge.

Baca: Data 87 Juta Pengguna Facebook Dicuri, Indonesia Korban Terbanyak Ketiga

Pengumuman denda yang diberikan pada Facebook saat ini masih ada dalam tahap awal. Denda tersebut bisa berubah sesuai dengan diskusi antara regulator Inggris dan Facebook.

“Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, kami seharusnya bekerja lebih keras untuk menyelidiki klaim tentang Cambridge Analytica dan mengambil tindakan tegas pada 2015,” kata Chief Privacy Officer, Facebook, Erin Egan.

Baca Juga

Beginilah Zionis Mempersiapkan Remaja dan Pelajar jadi Generasi Tentara Siber
Sejumlah Kementerian Zionis Diserang Hacker Dunia  
Kecerdasan Buatan Tetap Terbatas Gunakan Sumber Daya yang Ada
Tak Dapat F-35, Turki Luncurkan KAAN, Pesawat Siluman Generasi ke-5
PP Muhammadiyah Luncurkan Aplikasi MASA

Bulan Mei 2018, dunia dikejutkan skandal Cambridge Analytica,  lembaga konsultan politik yang tersangkut kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook  mengumumkan akan akan berhenti beroperasi.

Perusahaan ini  dituding telah memanfaatkan data pengguna Facebook  tanpa izin dan menggunakannya untuk kepentingan politik kliennya ini menyatakan akan menghentikan kegiatan operasionalnya.

Baca: Inilah Semua Data Pribadi Anda yang Disimpan Facebook dan Google

Perusahaan analisa data ini  membuat kehebohan dengan memakai data pribadi Facebook untuk pemenangan kampanye Donald Trump,

Kebocoran masif data Facebook pertama kali diungkap bulan lalu. Menggunakan aplikasi survei kepribadian, data pribadi puluhan juta pengguna Facebook bisa dikumpulkan dengan kedok riset akademis. Data itulah yang secara ilegal dijual kepada Cambridge Analytica dan kemudian digunakan untuk mendesain iklan politik yang mampu mempengaruhi emosi pemilih.

Mesin manipulator pikiran Cambridge Analytica itu tak cuma dipakai dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat dan referendum Inggris. Iinformasi pribadi para pengguna Facebook juga digunakan sebagai senjata untuk keperluan politik, dengan membentuk opini tertentu di jejaring sosial, mempengaruhi pemilihan di 40 negara di seluruh dunia Termasuk menjatuhkan calon presiden di beberapa negara berpenduduk Muslim.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cambridge AnalyticadatafacebookICOKomisi Informasi Inggrispemilihan presidenpencurian dataskandal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Baru Dua Bulan Menjabat, Menteri Somalia Diberhentikan
Tulisan selanjutnya 72 Tahun Bhayangkara, Ketua MPR Berharap Polri Profesional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Tekno

Google Sudah Lewat, Gen Z Cari Berita dan Informasi di TikTok

16 November 2023 14:45
IptekesTekno

Ratusan Nomor Telepon Terindikasi Penipuan Online Diblokir Pemerintah

16 November 2023 14:32
IptekesTekno

Kemenag Kembangkan Layanan Chatbot Al-Qur’an dengan Teknologi Artificial Intelligence

21 September 2023 20:49
pinjaman online
Tekno

Masyarakat Digital Mandiri Berdaulat dengan Platform Komunitas

28 Februari 2023 12:37
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?