Hidayatullah.com– Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa pemerintah akan menggunakan teknologi dalam upaya melacak daerah beresiko terpapar virus corona jenis baru (Covid-19).
Wiku menyebut, pemerintah akan memakai teknologi sehingga pelacakan tidak dilakukan secara konvensional, mencari siapa saja yang melakukan kontak dengan kasus positif Covid-19, dan berapa lama kontak itu terjadi.
“Kami akan lakukan itu. Sehingga kita bisa membatasi kontak langsung,” ujar Prof Wiku pada Rabu (18/03/2020) dalam keterangan resmi pemerintah disampaikan di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.
Baca: Sukamta Dorong Pemerintah Perbaiki Manajemen Penanganan Wabah Corona
Tim Gugus Tugas itu disebutkan mengembangkan sistem yang mempermudah masyarakat mewaspadai daerah dengan status risiko tinggi penyebaran virus corona.
Menurut Wiku, Gugus Tugas telah melakukan pengembangan satu sistem yang sebentar lagi dapat disampaikan ke publik, terutama untuk daerah rawan tertular. Sehingga dapat diketahui daerah mana yang memiliki risiko tinggi merebaknya Covid-19.
Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Indonesia, terdapat 1.255 orang diperiksa. Sedangkan jumlah positif terjangkit covid-19 sebanyak 172. Yang negatif 1.083 orang, sembuh 9, dan meninggal dunia 5.
Baca: Pemerintah Tetapkan Masa Darurat Bencana Corona Sampai Pasca Idul Fitri
Secara global terdapat 7.426 kasus kematian, pantauan hidayatullah.com, Rabu (18/03/2020) pada data termutakhir di Covid19.go.id per Selasa (17/03/2020). Website resmi itu diluncurkan oleh pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pemerintah berharap informasi mengenai penanganan Covid-19 dapat merujuk pada satu sumber.
Situs Covid19.go.id dikembangkan oleh tim komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat untuk penanggulangan Covid-19. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, antara lain pemerintah, UNICEF, WHO, organisasi masyarakat sipil, sampai dunia usaha.*