Agar kita diakui umat Rasulullah ﷺ, mari selalu peduli terhadap urusan kaum Muslim, jangan sampai kita berdiam diri dan berpangku tangan
Hidayatullah.com | SALAH SATU ciri utama umat Rasulullah ﷺ adalah peduli terhadap urusan sesama kaum Muslim. Sebaliknya, bukanlah termasuk umat beliau siapa pun yang tak acuh terhadap urusan kaum Muslim.
Itulah yang diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ kepada kita melalui sabda beliau:
مَن لَمْ يهتَمَّ بأمرِ المُسلِمينَ فليس منهم
“Siapa saja yang tidak mempedulikan urusan kaum Muslim, dia tidaklah termasuk golongan mereka.” (HR ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Awsaath, 7/270; Al-Mundziri, At-Targhiib wa at-Tarhiib, 3/35).
Kepedulian itu pula yang selalu ditunjukkan oleh generasi salafus-shalih. Bahkan dengan kadar yang luar biasa.
Ulama besar bernama Al-Haris al-Muhasibi adalah salah satunya. Beliau bahkan merasa waktu 24 jam sehari terasa kurang untuk berkhidmat kepada Islam dan kaum Muslim hingga beliau berandai-andai:
والله لو كان الوقت يشترى بالمال لأنفقت كل أموالي غير خاسر أشتري بها أوقاتًا لخدمة الإسلام والمسلمين.(علي بن نايف الشحود – الوقت وأهميته في حياة المسلم، 1\160).
“Demi Allah. Andai waktu bisa dibeli dengan uang, aku akan membelanjakan semua hartaku–tanpa merasa rugi–untuk membeli banyak waktu demi melayani Islam dan kaum Muslim.” (Ali bin Nayf asy-Syuhud, Al-Waqt wa Ahammiyatuhu fii Hayaah al-Muslim, 1/160).
Yuk, selalu peduli terhadap urusan kaum Muslim. Jangan sampai kita berdiam diri dan berpangku tangan, agar kita diakui oleh Rasulullah ﷺ sebagai bagian dari umat beliau.*/Arief B. Iskandar, khadim Ma’had Wakaf Darun Nahdhah al-Islamiyyah Bogor