Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Mari Hidupkan Cahaya di Rumah Kita

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2017 12:25 12:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Oktober 2017 12:25
Bagikan
[Ilustrasi] Keluarga Muslim.
Bagikan

CAHAYA yang paling populer dalam hidup ini adalah matahari. Namun, bagi manusia yang beriman, cahaya tak sebatas penerang seperti matahari, rembulan atau lampu, tetapi juga amal perbuatan.

Sebaliknya, kegelapan dalam Islam tak semata berupa malam, tetapi kondisi hati yang jauh dari cahaya tauhid. Dimana kala cahaya tauhid sirna, maka hati dan akal manusia seketika diselimuti oleh kegelapan yang pekat.

Dan, sumber utama cahaya dalam kehidupan ini tiada lain adalah Allah Subhanahu Wata’ala.

۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٍ۬ فِيہَا مِصۡبَاحٌ‌ۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ‌ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّہَا كَوۡكَبٌ۬ دُرِّىٌّ۬ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ۬ مُّبَـٰرَڪَةٍ۬ زَيۡتُونَةٍ۬ لَّا شَرۡقِيَّةٍ۬ وَلَا غَرۡبِيَّةٍ۬ يَكَادُ زَيۡتُہَا يُضِىٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٌ۬‌ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ۬‌ۗ يَہۡدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَـٰلَ لِلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ۬ (٣٥)

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nur [24]: 35).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Baca: Cara Islam Mewujudkan 8 Fungsi Keluarga

Dengan demikian, untuk menjadi pribadi yang selamat dari pekatnya kegelapan, seorang Muslim harus memperhatikan iman dan takwanya.

Seperti pengendara mobil, tanpa lampu di malam hari tidak mungkin dirinya bisa menyusuri jalanan yang gelap gulita. Demikian pun hidup manusia, akan mengalami banyak kecelakaan jika iman dan taqwa tidak benar-benar diperhatikan.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَءَامِنُواْ بِرَسُولِهِۦ يُؤۡتِكُمۡ كِفۡلَيۡنِ مِن رَّحۡمَتِهِۦ وَيَجۡعَل لَّڪُمۡ نُورً۬ا تَمۡشُونَ بِهِۦ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ‌ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬ (٢٨)

“Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hadid [57]: 28).

Sebagai Muslim yang hidup di dalam rumah, tentu saja cahaya diri akan terpelihara dan semakin kuat jika di dalam rumah sendiri energi atau sumber cahaya itu senantiasa kita usahakan untuk terus eksis.

Pertama dengan dzikrullah

“Permisalan rumah yang terdapat di dalamnya penyebutan Allah dengan yang tidak, seperti permisalan seseorang yang hidup dan yang mati.” (HR. Bukhari).

Setiap orang mungkin punya hobi, mulai dari menonton, mendengarkan musik, tapi jangan sampai rumah diri sebatas pada kegemaran, sementara lupa untuk melakukan aktivitas dzikrullah, mulai dari memperbanyak istighfar, membaca Alquran atau pun bersholawat kepada Nabi.

Baca: Beri “Asupan Gizi” untuk Hati Anda dengan Dzikrullah!

Tanpa dzikrullah, boleh jadi kesenangan di dalam rumah tetap ada, tapi apalah arti semua itu jika rumah yang kita huni terkategori rumah yang gelap dalam pandangan-Nya, sehingga kita tidak termasuk orang yang mendapatkan petunjuk dari-Nya.

“Wahai Anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku, maka Aku akan membuat hatimu Kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan Aku tidak menutupi kefakiranmu.” (HR. Ahmad).

Dari sini cukuplah diri memahami bahwa sekaya apapun manusia, kala rumahnya gelap, hatinya kelam, pada akhirnya akan terpuruk pada kesengsaraan. Semakin kaya, dirinya semakin haus akan kekayaan. Semakin berkuasa, dirinya semakin lapar akan kejahatan.

Kedua, sholat

“Barangsiapa yang menjaga sholat, maka aginya cahaya, petunjuk dan keselamatn pada hari kiamat. Dan barang siapa yang tidak menjaga sholat tersebut maka dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan. Dan, nanti di hari kiamat akan dikumpulkan bersama Qarun, Firaun, Haman dan Ubay bin Khalf.” (HR. Ahmad).

Jadi, jangan sekali-kali meremehkan apalagi meninggalkan sholat. Terangilah rumah kita dengan sholat, terutama sholat-sholat sunnah, sebab bagi kaum Adam, sholat lima waktu wajib dilaksanakan secara berjama’ah di masjid, kecuali udzur.

Ketiga, berdoa

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ (٨)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu kepada kami, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS. Ali Imran [3]:8).

Baca: Menjaga Diri dan Keluarga Bersama Al-Quran

Doa di atas, sebisa mungkin selalu dilantunkan, baik selepas sholat atau pun dalam kondisi dimana hati gelisah, tenang atau apapun. Sebab, nilai manusia secara hakikat dalam pandangan Allah hanyalah pada kondisi hatinya. Bukan rupa, apalagi harta.

 “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kamu sekalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amalmu yang ikhlas.” (HR. Muslim).

Dalam kata lain, hati yang diberikan cahaya oleh Allah akan mudah untuk menghindarkan tempat tinggalnya dari kegelapan yang menjadikan awal dari segenap aktivitas kehidupan jauh dari ridha Allah Ta’ala.

Seperti kehidupan yang pasti gelap dan mati tanpa cahaya matahari, seperti itulah hati manusia kala tempat tinggalnya jauh dari cahaya Ilahi. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cahaya RumahdzikirdzikrullahkegelapanKeluargakeluarga Al Qurankeluarga Islamrumah tanggatauhid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Tak Akui Referendum Kemerdekaan Kurdi di Iraq Utara
Tulisan selanjutnya PCINU Pakistan Gelar Nobar dan Kajian Sejarah G30S/PKI Bersama Mahasiswa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz

Berita
11 Juli 2026 16:47
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?