Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jadilah Muslim Terampil

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2017 11:43 11:43 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Agustus 2017 12:30
Bagikan
Seorang pekerja bangunan Indonesia bekerja dengan resiko nyawa. Islam memandang hidup bukan beban, tetapi tanggungjawab
Bagikan

ISLAM  mengajarkan umatnya untuk mendiri dan bekerja. Karenanya banyak pesan-pesan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam yang memerintahkan umatnya  bekerja,  memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri, bukan menjadi peminta-minta.

Bahkan pernah suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam memerintahkan mencari kayu dan menjualnya di pasar itu lebih baik dari meminta-minta.

Makna secara lebih luas dari penekanan beliau bagi umat Islam tersebut dapat diartikan dengan dorongan; milikilah skill (keahlian) yang akan membuat dirimu terampil dalam skill praktis itu lebih baik diutamakan daripada berpikir untuk meminta-minta dan menyandarkan hidup pada manusia.

Mengapa demikian? Ternyata secara makro, banyaknya SDM yang menganggur akan berdampak buruk pada stabilitas sebuah bangsa dan negara.

Baca: Small Win : 3 Skills Untuk Para (Calon) Entrepreneur

Nicolas Wyman, CEO dari The Institute Workplace Skill and Innovation menegaskan bahwa sebuah negara yang penduduknya banyak menjadi pangangguran akibat pemutusan hubungan kerja akan mendorong sebuah negara pada masalah (ekonomi) yang gawat. Terlebih jika mayoritas penduduknya ternyata tidak memiliki practical skills yang dibutuhkan, jelas itu sangat berbahaya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dalam sebuah hadits Nabi menerangkan, “Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran.” (HR. Baihaqi).

Jika kita perhatikan, Nabi Muhammad sejak kecil telah berusaha membekali diri dengan kemampuan praktis guna menunjang kebutuhan hidupnya. Mulai dari menggembala, berdagang, hingga menjadi pebisnis ulung di seluruh Jazirah Arab.

Demikian pula ketika kita perhatikan Nabi Ibrahim yang ahli dalam membangun, Nabi Musa yang juga ahli dalam menggembala, Nabi Daud yang memiliki kemampuan pandai besi, serta Nabi Yusuf yang ahli keuangan atau ahli ekonomi.

Baca:  Dua Karakter Muslim dalam Keseharian

Artinya, tidak sepatutnya seorang Muslim membiarkan waktunya berlalu tanpa mengasah skill untuk menjadi terampil sehingga bisa hidup secara mandiri.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar diri mampu menjadi insan terampil dan bermanfaat bagi sesama?

Pertama, ingat pesan Nabi bahwa belajar itu dari dalam kandungan hingga liang lahat. Artinya, jangan pernah mengenal kata stop dalam belajar alias menuntut ilmu.

Analoginya sederhana, setiap buah yang telah sampai pada titik kematangan, jika tidak dimanfaatkan dengan dikonsumsi segera, maka buah itu akan membusuk dan tidak bernilai guna bagi kehidupan. Demikian pula manusia, ketika dirinya merasa telah bisa dan berhenti belajar atau berinovasi, maka dirinya akan ditinggalkan zaman.

Kedua, mengenali talentaa diri dan mengasahnya

Beruntung jika diri telah mengetahui talenta yang dimiliki, tinggal mengasahnya setiap hari. Belajarlah dari pohon besar. Sekiranya pohon itu kala baru ditanam dipindah-pindah, tidak mungkin akan tumbuh besar dengan akar-akar yang besar. Demikian pun manusia, jika telah mantap dengan talenta yang dimiliki maka asahlah setiap hari.

Seorang Cristiano Ronaldo bisa menjadi bintang sepakbola, karena memang dalam 24 jam sepanjang hayatnya, akal dan kakiknya, bahkan perasaannya tidak bisa dilepaskan dari sikulit bundar.

Pertanyaannya bagaimana kalau belum tahu talentaa dirinya?

Kebanyakan orang memandang talenta adalah sesuatu yang bersifat genetika, sehingga itu sudah ada dari sononya. Padahal tidak.

Talenta dimulai dengan terjadinya pertemuan singkat dan kuat yang memicu dan memacu motivasi diri yang berhubungan dengan mungkin hobi atau kegemaran tertentu yang menjadi identitas diri dengan orang atau pun grup yang mendukung mood diri melejit, sehingga muncul kesadaran bahwa diri bisa melakukan sesuatu yang jika diteruskan dan ditajamkan akan menajamkan talenta yang tersembunyi di dalam diri.

Baca:  Menjadi Kaya Juga Perlu, Tapi

Ketiga, jadikan skill diri sebagai media jihad dan dakwah

Di dalam Al-Qur’an perintah berjihad itu ada dua, pertama dengan harta dan kedua dengan jiwa. Dengan harta (amwal) artinya umat Islam tidak boleh jadi pengangguran, mesti ada kemampuan praktis yang dikuasai, sehingga dengan itulah dirinya bisa ikut serta dalam ‘jihad’ dan dakwah.

Ada yang sibuk bekerja dan karena itu tidak bisa berdakwah. Maka harta yang dimiliki bisa disumbangkan untuk dakwah, mendukung kiprah para dai dalam dakwahnya. Dan, mereka yang dianugerahi kekayaan berkat skill yang diasah sejak lama, maka dengan harta itulah bisa terlibat dalam jihad.

Dengan demikian, menjadi Muslim terampil pada dasarnya adalah kebutuhan, agar diri tak menjadi beban orang lain dengan hanya bisa berpangku tangan. Jadi, belajarlah dan asahlah skill yang ada pada diri untuk mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala semata. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amwalberdagangdakwahhartaislamjihadkeahlianketrampilanMuslimpeminta-mintaskill
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Bantah Keempat Negara Arab Telah Buka Jalur Penerbangan Darurat
Tulisan selanjutnya OKI Adakan Pertemuan Darurat di Istanbul Bahas Krisis Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?