IMAM IBNU JARIR ATH THABARI mengisahkan peristiwa tahun 16 hijiriah tatkala umat Islam berhasil menguasai Al Madain, salah satu kota Iraq. Saat itu pasukan Islam memperoleh banyak ghanimah. Seorang laki-laki ternyata berhasil membawa cawan besar penuh dengan perhiasan dan ia menyerahkannya kepada pemegang ghanimah. Beberapa orang pun menyampaikan,”Kami belum pernah melihat hal yang demikian itu, apa yang kami peroleh tidak bisa menandingi banyaknya”.
Mereka pun akhirnya bertanya kepada lelaki itu,”Apakah engkau telah mengambil sebagian darinya?”. Laki-laki itu pun menjawab,”Demi Allah sekiranya tidak karena Allah maka aku tidak akan membawa barang ini kepada kalian”.
Mereka yang hadir melihat bahwa laki-laki ini adalah orang yang istimewa hingga mereka ingin mengetahui lebih banyak tentangnya,”Siapa engkau sebenarnya?”. Laki-laki itu pun menjawab,”Demi Allah aku tidak akan memberi tahu kepada kelian menganai siapa diriku sehingga kalian memujiku. Akan tetapi aku memuji Allah dan ridha terhadap pahalanya”. (Tarikh Al Umam wa Al Muluk, 4/176)