SUATU saat Imam Abu Hanifah berjalan di jalanan bersama para muridnya. Saat itu lewatlah beberapa anak kecil yang bermain dan salah satunya mengatakan, ”Ini adalah Abu Hanifah yang shalat sepanjang malam!”
Imam Abu Hanifah pun merasa malu dari para muridnya. Ia pun berkata dengan penuh tawadhu’, ”Manusia mengira apa yang tidak kami miliki. Aku berjanji kepada Allah untuk tidak tidur di malam hari hingga aku menghadap kepada-Nya.”
Maka setelah itu Imam Abu Hanifah shalat sepanjang malam dan tidak tidur hingga beliau wafat.* (Dalam Siyar A’lam An Nubala’, 6/400)