Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Segarkan Keharmonisan dengan Mengajak Pasangan Shalat Malam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Mei 2013 14:34
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abu Hudzaifah

ISLAM sangat penekankan umatnya untuk saling tolong menolong dalam hal kebajikan. Selain untuk mempererat hubungan sesema muslim, hal tersebut juga mampu melahirkan kekuatan tersendiri di tengah-tengah umat. Allah l berfirman;

وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (Al-Maidah [5] : 2).

Sikap salaling menolong dalam hal kebajikan juga sangat diperlukan dalam kehidupan rumah tangga. Sebab, di antara manfaat dari sikap saling menolong antar anggota keluarga tersebut akan mampu melahirkan keharmonisan. Terlebih, manakala saling kerja sama dan tolong menolong ini dalam urusan ibadah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  bersabda, “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat malam, kemudian membangunkan istrinya lantas ia ikut shalat bersamnya. Bila si istri enggan, maka ia memercikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat malam, kemudian membangunkan suaminya lantas ia ikut shalat. Bila si istri enggan, maka ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Dawud).

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Terasa beda antara keluarga yang kering dari ibadah malam dengan keluarga yang senantiasa menghiasi rumah tangga dengan ibadah malam. Kenikmatan akan dirasakan seluruh penghuni keluarga manakala ada nuansa ruhiyah di rumah tersebut. Betapa mesranya bila ada suami-istri saling bahu-membahu dalam mewujudkan sebuah kebaikan. Tak dielakkan lagi bahwa pilar kerja sama ini akan menghantarkan sebuah rumah tangga pada keharmonisan dan kebahagian. Terlebih lagi, bilamana Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kedua insan yang yang tergerak hatinya untuk saling bergandeng tangan dalam mewujudkan sebuah kebahagian lahir maupun batin. Pun demikian, berkaitan dengan masalah ibadah. Seorang suami yang tergerak hatinya membangunkan istri di malam hari tuk menunaikan sebuah amalan mulia di sisi Allah, bahkan tergolong amalan yang jarang di lakukan oleh manusia.

Duh, alangkah romantisnya bila ada seorang suami yang sudi membangunkan istrinya dengan dengan kelembutan untuk melaksanakan shalat malam. Demikian pula sebaliknya, seorang istri yang tergerak hatinya untuk membangunkan suaminya guna ikut serta dalam menikmati keheningan malan dengan bermunajat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Untuk mewujudkan amalan yang mulia, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  memperkenankan baginya untuk memercikkan sedikit air ke wajah suami atau istri bilamana ia enggan untuk bangun guna meraih kemuliaan malam.

Percikan air yang didasari kasih sayang dan keimanan akan menumbuhkan semangat dalam meraih keridhaan Allah di saat-saat manusia terbuai dengan mimpi-mimpi indahnya, terutama di awal-awal membangun rumah tangga, seperti yang terjadi pada kisah berikut ini. Ketika Rayyah Al-Qassi menikahi seorang wanita lalu ia berhubungan dengan istrinya, dan ketika pagi telah menyingsing, istrinya baru bangun. Rayyah berkata, “Andaikan engkau ingin melihat wanita yang kurang bagus maka sesungguhnya engkau sudah cukup sebagai contoh.” Maka istrinya berkata, “Tidak lain aku menikah dengan Rayyah, si kasar ucapannya dan aku tidak menyangka menikah dengan seorang yang kasar dan keras wataknya.” Ketika malam tiba, Rayyah pura-pura tidur untuk menguji istrinya. Maka di seperempat malam, si istri bangun lalu memanggil, “Wahai Rayyah, bangunlah.” Rayyah menjawab, “Aku akan bangun.” Namun, ia tidak bangun. Kemudian si istri bangun lagi pada waktu seperempat yang lain dan berteriak, “Wahai Rayyah, bangunlah!” Rayyah menjawab, “Aku akan bangun.” Namun, ia tetap tidak bangun. Lalu, istrinya bangun pada waktu seperempat yang lain lagi dan berteriak, “Wahai Rayyah, bangunlah!” Rayyah menjawab, “Aku akan bangun.” Istrinya berkata, “Malam telah lewat dan orang-orang yang baik telah mengumpulkan bekal, sementara engkau masih terlelap dalam tidur. Duh, celakanya aku karenamu wahai Rayyah. Engkau telah menipuku.” Lalu si istri bangun dan melaksanakan shalat pada seperempat malam yang tersisa.” (Shifatush Shafwah).

Tutur kata yang lembut saat membangunkan adalah faktor utama dalam menumbuhkan semangat beribadah di malam hari. Karena, sangat sulit bagi seseorang untuk bangun malam.

Hendaklah suami-istri memahami kondisi seperti ini sehingga keduanya mampu mengambil sikap bijaksana saat mewujudkan ‘bulan madu’ di malam hari dengan beribadah kepada Allah.

Jangan sampai semangatnya yang membara menjadikannya bersikap kasar dan kaku, saat mendapati suami atau istrinya sulit bangun. Diceritakan bahwasanya istri Habib Al-‘Ajmi bin Muhammad terbangun pada suatu malam ketika Habib masih terlelap tidur, sehingga Habib terbangun karenanya. Maka, istrinya mengatakan, “Bangunlah wahai Habib, sungguh malam telah pergi dan siang akan datang, sedang di depanmu terbentang jalan yang sangat jauh, sementara bekalmu sangat sedikit. Rombongan orang-orang shalih telah berlalu mendahuluimu, sementara kita masih tetap berada di tempat kita.”

Semoga keharmonisan keluarga tetap terpupuk dengan ibadah malam yang dilakukan secara bersama-sama dengan anggota keluarga. Wallahul musta’an.*

Penulis buku, tinggal di Solo, Jawa Tengah 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepasangan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Sejarah Membuktikan Al Quran Terpelihara Kesahihannya
Tulisan selanjutnya Tidur Tatkalah Terjebak Badai di Laut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?