Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Dalam Sehari, Berapa Kali Kita Tak Marah pada Anak?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 September 2015 07:22 7:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 September 2015 07:22
Bagikan
Dalam sehari, 24 jam, ada berapa jam yang kita lowongkan dari kemarahan atas tingkah laku putra putri kita?
Bagikan

لَا تَغْضَبْ وَ لَكَ الْجَنَّة
“Janganlah marah, bagimu Surga.” (Riwayat ath-Thabrani)

Hadits di atas cukup familiar dan sering diperdengarkan oleh anak-anak kita. Terutama yang bersekolah di lembaga Islam atau di Taman Pendidikan Al-Qur’an. Ya, betapa para orangtua harus berterima kasih kepada para guru yang telah mengajarkan hadits itu kepada putra putrinya. Sebagai jembatan bagi para orangtua untuk selalu mawas diri dan mengingat intisari dari hadits tersebut.

Cobalah kita menghitung diri kita sendiri. Dalam sehari, 24 jam, ada berapa jam yang kita lowongkan dari kemarahan atas tingkah laku putra putri kita? Jika hanya sekitar 5-10 jam yakni waktu tidur dan waktu sekolah yang luput dari kemarahan kita. Lantas ada berapa jam yang dilewati anak dalam seharinya bertemankan omelan, kata-kata dengan nada tinggi, larangan, dan adu argumen yang berujung pada hukuman? Lebih dari 12 jam, bukan?

Betapa sabar adalah pelajaran dengan tingkat kesulitan paling tinggi dalam materi parenting. Semua yang bersifat teori ataupun praktek dalam hal mendidik anak, ujungnya hanya bermuara pada satu titik. Sabar.

Sejatinya sabar memang harus diterapkan dari segala aspek kehidupan. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aala:

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (Surah al-Baqarah [2]: 45)

Ibarat sebuah gadget, sabar juga bisa mengalami low jika tak diisi ulang (recharge). Gadget bisa cepat drop ketika recharge tak sesuai aturan bahkan ia bisa rusak dan menjadi bangkai begitu saja. Olehnya, sering-sering bermuhasabah dan mempelajari teori-teori parenting, sekurangnya bisa membantu mengatasi hal tersebut. Utamanya, mohonlah bantuan dari Allah agar diberi kemudahan dalam mendidik titipan-Nya dengan sebaik-baiknya.

Mengapa harus marah?

Coba sesekali kita coba tenangkan diri. Positifkan fikiran. Sering-sering menarik nafas dan hembuskan dengan pelan ketika mendapati anak bertingkah yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Ketika anak makan dan menghambur makanan, minuman, mengotori baju dan lantai, cobalah tarik nafas. Pandang pemandangan itu bukan dari sudut pandang kita sebagai orang dewasa. Tapi coba posisikan diri kita sebagai anak. Betapa sesungguhnya ia tengah melatih motorik kasar dan halusnya, indera peraba perasa dan penciumannya. Ia sedang memaksimalkan konsentrasinya. Juga mencari pengalamannya sendiri.

Bayangkan ketika ia tengah bahagia dengan eksperimennya bersama sayuran yang berwarna-warni, tulang ayam yang menarik hati, dan butiran-butiran nasi yang nampak indah menghiasi jari.

Kemudian kita mengacaukannya dengan nada emosional, tinggi, dan menghentikan tingkahnya. Neuron yang tengah tersambung itu langsung putus seketika. Dan bahkan sulit untuk disambungkan kembali.

Alangkah bijak ketika stok kesabaran kita sedikit dilebihkan. Membiarkan mereka bermain dengan puas sesuai aturan yang telah disepakati untuk melatih disiplinnya. Membiarkan ia melakukan percobaan sesukanya. Lalu setelahnya, libatkan ia untuk membantu membereskan “pekerjaannya” dengan senang hati. Tentunya kelelahan kita atas “kekacauan” yang timbul, akan lebih santai dibandingkan bila kita berlaku sebaliknya.

Percayalah, ketika satu hal diselesaikan dengan cara yang negatif, maka akan memancing perkara lain untuk diselesaikan dengan cara yang sama. Dan jika satu hal diselesaikan dengan cara yang positif, maka akan mengundang hal-hal positif pula di waktu selanjutnya.

Ketika sudah terlanjur emosi, tingkah anak yang lucu dan menggemaskanpun bahkan bisa mengundang amarah. Seharusnya direspon dengan pelukan, malah direspon dengan cubitan. Astaghfirullah.

Jangan marah, bagimu surga!

Kalimat ini tentu memiliki muatan positif yang bermakna luas. Hubungan sebab akibat. Antara larangan dan ganjaran. Yang dituju memang surga yang sebenarnya. Tapi dengan menghindari marah, maka surga dunia sejak awal sudah bisa dinikmati.

Menyaksikan anak tumbuh dengan bahagia di lingkungan yang dibangun sepositif mungkin. Keluarga harmonis, penuh cinta dan kasih sayang. Suasana dalam rumah yang hangat, religius dan menentramkan. Tidak ada intimidasi, kegaduhan, apalagi silang pendapat yang terus menerus menghiasi hari. Apalagi yang akan didapati selain sakinah mawaddah wa rahmah. Baiti jannati (rumahku surgaku).

Anak-anak tumbuh sesuai tahapan usianya, orangtua pun tak perlu “tua karbitan” karena tak mampu kendalikan emosi. Semua kembali dengan satu kunci, yaitu sabar. Melapangkan hati, meluaskan sabar yang tak berbatas, mempositifkan fikiran, dan berusaha menerima suatu hal dari beragam sudut pandang.
Tak banyak yang tahu bahwa ketika kita terbiasa bersabar, maka tekanan stress pada syaraf kita akan berkurang. Maka akan berpengaruh baik pula bagi kesehatan fisik dan mental kita. Sehat dan awet muda, tentunya.

Semoga, kita semua diberikan stok kesabaran tak terhingga dalam membina rumah tangga, mendidik anak dan kelak meraih kesejatian surga-Nya. Amin.*/Rizki N. Dyah, guru SMP Integral Hidayatullah, Melak Kutai Barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakmarahorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kesaksian Putra Syeikh Jibrin dalam Musibah di Mina 2015[2]
Tulisan selanjutnya KBRI Sudan Gelar Shalat Idul Adha Bersama Pelajar dan Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?