Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Generasi “Y” dan Generasi “554”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juli 2016 09:31 9:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2016 09:31
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh:  Ummi Ziyad

 

TAHUN 2014, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik Jawa Timur dikejutkan  kasus pembunuhan dan pemerkosaan dua siswi MTs Alfatah Ujungpangkah, Fidiatun Najihah (16) dan Nailus Sofi (16).

Jajaran Polres Gresik menduga aksi pembunuhan kedua siswi ini akibat perkenalan dengan seseorang melalui jejaring sosial Facebook.

Afia Wiji Rahayu (22), Kakak Shofi mengatakan, Shofi sering pamit ke warung internet (Warnet) setiap mengerjakan tugas.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Isa Anshori, Direktur Hotline Pendidikan Surabaya, yang peduli masalah anak dan perempuan korban trafficking kepada media tahun 2014 menunjukkan temuan; umumnya anak-anak ABG korban trafficking dan prostitusi, tidak berfikir jangka panjang. Mereka dengan mudah terlibat ‘prostitusi gaya baru’ hanya karena ingin memiliki gadget versi baru sebagaimana teman temannya.

Generasi X-Y

Diantara kita sering mendengar istilah ‘Gen X’ dan ‘Gen Y’. Gen X atau adalah sekumpulan orang yang lahir pada tahun 1965-1980. Pada masa tersebut MTV dan video game menjadi suatu hal yang sangat diminati.

Sementara Gen Y atau biasanya juga disebut sebagai Generasi Millenium, merupakan Generasi Yang muncul setelah Generasi X. Ungkapan Generasi Y itu mulai dipakai pada editorial koran besar di Amerika Serikat bulan Agustus tahun 1993.

Generasi Y, yaitu generasi anak manusia yang lahir pada tahun 1981-1999. Generasi Yang pada tahun 2016 ini berusia antara 17-35 tahun. Di Indonesia, diperkirakan ada 90 juga Gen-Y pada tahun 2030 nanti.

Menurut William Strauss dan Neil Howe,  Generasi Y banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti: email, SMS, instant messaging dan media pertemanan seperti Facebook, twitter, smarthphone dan hidupnya tak bisa lepas dari internet.

Harian The Wall Street Journal, pernah mencatat jumlah pengguna Facebook di Indonesia sampai dengan bulan Juni 2014 mencapai angka 69 juta anggota. Sedang  pengguna Twitter sudah genap 50 juta anggota.

Menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg, Indonesia merupakan pasar yang potensial pengguna media sosial.

Generasi Y dikenal sangat terbuka pola komunikasinya dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Mereka adalah pemakai media sosial yang fanatik.  Mereka lebih disibukkan dengan HP, Ipad, Ipon, Gagdet, Tablet, Skype, Whatsapp dan cenderung abai dengan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya (asosial).

Secara sepintas, anak Gen Y terlihat pintar, aktif dan techno-minded. Namun sebenarnya mereka tergolong tak berdaya secara ruhani. Mereka mudah rapuh dan terpengaruh hal-hal yang instant. Sampai-sampai  urusan sekolah, belajar, mencari ilmu, mencari jodoh hingga urusan curhat pribadi harus lari ke internet.  Inilah  anak-anak zaman yang dilahirkan dari ‘rahim teknologi’.

Meminjam istilah penulis novel “Bidadari-Bidadari Surga” Darwis Tere Liye, inilah generasi “Kaum Cetek“.  Hidup di dunia serba modern, namun jika mempertahankan kebenaran dan al – Haq, kita seolah menjadi terasing.

“Dunia yang canggih  tapi, jika kalian habis-habisan menjaga anak-anak, keluarga dari serangan homo, lesbi, maka kalian akan disebut homo-phobia. Sementara yang homo, lesbian, termasuk para pendukungnya mendapat lencana: orang paling toleran, berhati mulia, dan the best people yang pernah ada,” ujar Tere Liye.

Generasi Y hidup di dunia lebay, di mana jika berusaha menjalankan ajaran agama, dan menegakkan perintah kitab suci Al-Quran,  kita akan menerima nasib dan divonis; pendek pikir, dangkal, kampungan, berpikir mundur, intoleran dan semua gelar hina dina lainnya.

Sementara mereka yang memilih jalan sesat seperti; homoseksual, lesbian, liberalisme dan aliran sesat justru mendapatkan sanjungan: manusia modern, sangat berpikiran maju, berwawasan, orang-orang terhebat yang pernah dilahirkan di muka bumi.

Meski kita hidup di dunia terasing, sungguh, Allah Subhanahu Wata’ala telah memberikan janjinya untuk ‘orang-orang terasing’ di zaman seperti ini.

Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” [QS. Al Maa`idah [5]: 54]

Itulah generai 5:54, yang keras terhadap orang-orang kafir dan sayang pada kaum Muslim. Ia membenci maksiat, tetapi sayang persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah.

Jika Allah membenci orang kafir dan kemaksiataan, hatta, diolok-olok intoleran dan tuduhan radikal. Ia tidak takut celaan dalam berpegang teguh terhadap agamanya, hatta, seperti memegang bara api.

Mari jaga anak-anak kita agar menjadi generasi masa depan,  yang tidak takut kepada “celaan orang yang mencela” dan ‘generasi terasing’ di antara banyak yang tersesat.*

Penulis seorang konselor psikologi anak  

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakGen XGen Ygenerasiorang tua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekutumu Harimaumu!
Tulisan selanjutnya HAU: “Kenapa tak Setuju TNI Setara Polri Dalam Penanganan Terorisme?”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?