Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Kisah Cinta Para Ulama (3)

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 6 Juli 2020 07:04 7:04 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 6 Juli 2020 07:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | AMIR Syujak ad-Dien asy-Syarzi adalah penguasa Kairo di masa Kamiliyah (630 H). Ia mengisahkan pertemuannya dengan seorang tua berkulit coklat, sedangkan anak-anaknya semua berkulit terang.

Merasa heran, asy-Syarzi pun menanyakan hal itu. Kata laki-laki itu, ibu anak-anaknya adalah seorang wanita bangsa Frank (Eropa). Mereka menikah di masa Malik Nashr Shalahuddin.

Asy-Syarazi semakin penasaran. Akhirnya laki-laki itupun bersedia untuk bercerita.

Ketika muda dulu, laki-laki itu berdagang kapas di Syam. Seorang budak wanita Frank membeli kapas di tokonya. Karena terpesona oleh kecantikannya, ia memilih untuk memberikan kapas dengan cuma-cuma kepada budak tersebut.

Kisah Cinta Para Ulama (1)

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Beberapa saat kemudian, budak itu kembali membeli kapas. Lagi-lagi sang pedagang memberikannya dengan cuma-cuma. Hingga akhirnya ia sadar bahwa dirinya telah jatuh cinta berat kepada budak Nasrani tersebut.

Akhirnya laki-laki itu memberanikan diri untuk menyampaikan perasaan kepada wanita tua yang mendampingi sang budak. Tercapailah kesepakatan agar pemuda itu membayar 50 dinar dan menyediakan tempat, sedangkan pihak wanita bersedia diperlakukan apa saja olehnya selama semalam.

Pemuda berkulit gelap itu mempersiapkan rumah yang disewanya di tepi pantai. Tempat tidurnya di atas atap tanpa penutup hingga terlihat bintang-bintang di langit.

Malam pun tiba. Pemuda itu menyiapkan berbagai macam makanan kepada si wanita. Mereka makan bersama, kemudian berbaring hingga larut malam sambil menyaksikan bintang-bintang.

Pemuda tersebut diam-diam berpikir, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada Allah di bawah kolong langit dengan wanita Nasrani, hingga akhirnya layak memperolah azab baik di dunia maupun akhirat?”

Akhirnya pemuda tersebut berkata dalam hati, “Ya Allah, sesungguhnya aku telah persaksikan kepada Engkau bahwa aku meninggalkan zina karena malu dan takut kepada Engkau.”

Si pemuda tertidur hingga waktu Shubuh, sedangkan wanita itu bangun saat sahur dalam keadaan marah.

Setelah kembali ke toko kapas, sang pemuda menyesali keputusannya untuk meninggalkan budak Nasrani itu. Hingga ia berpikir, “Siapa engkau ini hingga meninggalkan wanita itu? Apakah engkau Junaid atau as-Sarri as-Saqathi?”

Akhirnya pemuda tersebut memutuskan untuk menemui lagi wanita tua yang selalu bersama budak. Ia meminta kesempatan untuk kedua kalinya. Karena marah disebabkan pengamalan sebelumnya, wanita itu tidak memberikan kesempatan kecuali dengan membayar 100 dinar.

Apa boleh buat, pemuda itu menyetujui. Kesempatan pun datang kembali. Lagi-lagi si pemuda berpikir, dan kemudian meninggalkannya. Wanita itu makin marah besar hingga mengatakan, “Kamu tidak akan melihat saya lagi kecuali dengan 500 dinar!”

Kisah Cinta Para Ulama (2)

Di saat bersamaan ada pengumuman bahwa perjanjian antara pihak Frank (pasukan Salib) dengan umat Islam telah berakhir. Umat Islam diberi kesempatan untuk meninggalkan kota-kota yang dikuasai pasukan Salib. Akhirnya pemuda itu keluar dari Akka (Palestina) menuju Damaskus, dengan masih membawa perasaan cintanya.

Di Damaskus, pemuda itu beralih profesi menjadi pedagang budak. Tiga tahun kemudian, Sultan Malik Nashr Shalahuddin berhasil mengalahkan pasukan Frank di wilayah pesisir. Seluruh wilayah berhasil dikuasai oleh umat Islam.

Pihak kesultanan meminta kepada si pemuda untuk menyediakan budak. Ada seorang budak yang cukup baik dengan harga 100 dinar. Namun rupanya pihak kesultanan hanya bisa membayar 90 dinar karena banyaknya dana yang perlu dibelanjakan untuk hal lain. Akhirnya pihak kesultanan menawarkan tawanan dari bangsa Frank sebagai gantinya yang dihargai dengan 10 dinar.

Pemuda itu memilih tawanan Frank yang berada di bawah penguasaan kesultanan. Tanpa diduga, ia berjumpa dengan wanita Nasrani yang dikenalnya di kota Akka.

Awalnya wanita itu tidak mengenalnya. Si pemuda lalu menjelaskan bahwa dirinya adalah pedagang kapas di Akka yang dulu pernah berteman dengannya. Akhirnya si pemuda mengambil wanita itu seraya mengatakan, “Engkau dulu mengatakan bahwa saya tidak bisa menemuimu kecuali dengan 500 dinar, sekarang saya bisa memilikimu dengan 10 dinar.”

Tanpa diduga wanita tersebut menjawab dengan mengatakan, “Ulurkan tanganmu, saya bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Si pemuda membalas, “Tidak bisa saya melakukan itu! Kita harus pergi ke qadhi!”

Akhirnya si pemuda membawa wanita itu pergi menemui qadhi dan melangsungkan akad nikah. (Mathali’ al-Budur fi Manazil as-Surur, 1/207).* Toriq/ Majalah Suara Hidayatullah edisi Januari 2017

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cintaJendela KeluargaKisah Cinta UlamamenikahparentingRomantis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 15 Negara yang Tak Ramah Muslim [2]
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Serang Jalur Gaza Ahad Malam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?