Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Saudariku, Jangan Kalian Meniru Wanita Jahiliyah Modern!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 April 2014 14:06 2:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 April 2014 11:15
Bagikan
Wahai saudariku, kau adalah wanita Mukminah. Isi akun-akunmu menunjukkan isi hati dan pikiranmu, maka hati-hatilah menulis sesuatu
Bagikan

Oleh: Abdullah al-Mustofa

SEORANG akhwat aktivis dakwah di akun Facebook-nya mengeluhkan ada seorang laki-laki tak dikenal mengirim pesan singkat berisi kata-kata yang kurang berkenan di hatinya ke nomor HP (handphone) nya. Padahal, katanya, dia tidak pernah memberikan nomor HP sembarangan kepada laki-laki. Jika akunnya dilihat, dia suka mengupdate akunnya dengan tulisan dan foto-foto selain yang berkaitan dengan hal-hal yang penting seperti dakwah dan ilmu, juga hal-hal yang remeh-temeh seperti aktivitas makan, makanan yang disukai dan jalan-jalan.

Seorang istri dari ustadz kaliber internasional juga mengeluhkan di status Facebook-nya ada laki-laki yang mengomentari dengan kata-kata yang kurang berkenan di hatinya. JIka dilihat, di akunnya dia suka dan sering mengupdate statusnya dengan tulisan dan foto-foto aktivitas-aktivitas pribadi dan keluarga  seperti jalan-jalan dan rekreasi.

Seorang Muslimah yang berkarier sebagai guru dan sudah bersuami, di Facebook dan di BBM (Blackberry Message), bukan hanya suka mengupdate dengan foto-foto close up, tulisan dan foto-foto tentang aktivitas pribadinya di rumah dan di sekolah dan aktivitas keluarga, tapi juga bahkan dengan kata-kata manja yang hanya pantas ditujukan kepada suaminya seperti kata-kata “I miss u all” dan “Kalau kangen sama aku ping aku di BBM, PIN ku….”.

Seorang Muslimah lain yang berkarier sebagai PNS dan juga sudah bersuami di akun Facebook-nya selain sering meng—update-nya dengan foto-foto close-up juga dengan kata-kata yang menggambarkan suasana rumah seperti yang lagi sepi dan suasana hatinya seperti merasa kesepian.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Dalam akun keempat wanita tersebut, setiap teman mereka, tidak terbatas yang wanita saja, tapi juga yang laki-laki bisa mengikuti dan mengomentari setiap status mereka. Dengan alasan media sosial adalah dunia maya yang bebas, ada saja laki-laki yang memang suka iseng atau yang lagi ingin iseng memberikan komentar-komentar yang “nakal” seperti “Aku juga kangen” “Wah, bu guru cantik sekali” dan “Mbak secantik bunga di samping mbak”.

Kita berbaik sangka, mereka adalah wanita-wanita yang beriman. Kita berbaik sangka, mereka tidak berniat caper dari laki-laki ajnaby (asing yakni bukan suami dan muhrimnya). Yang menjadi masalah adalah, berniat caper ataupun tidak, segala ekspresi wanita dalam bentuk tulisan dan foto akan bisa menarik perhatian laki-laki untuk membaca tulisan, melihat foto dan memberkan komentar termasuk yang  “nakal”. Dengan demikian, meskipun mereka tidak berniat caper, perbuatan mereka bisa  dikategorikan sebagai perilaku jahiliyah karena bisa menimbulkan fitnah.

Lain halnya dengan wanita-wanita jahiliyah modern, yakni wanita-wanita kafir di masa kini. Mereka memang tidak tahu dan tidak ingin tahu akan batas-batas dan tidak peduli akan akibat dari pelanggaran batas. Karena kejahiliyahannya, mereka dengan sengaja memposting apa saja untuk caper dari laki-laki.

Media sosial memang dunia maya, bukan dunia nyata, dimana setiap orang bisa mengekspresikan diri dengan sebebas-bebasnya. Dan memang yang ada di dalam media sosial sekadar foto dan tulisan. Tapi meskipun begitu setiap kata dan gambar pasti ada pengaruhnya dalam jiwa, hati dan pikiran siapa saja, baik pemilik akun maupun teman-temannya. Bohong jika pemilik akun mengatakan tidak merasa senang dan puas setelah setiap mengekspresikan diri di akunnya, apalagi jika dikomentari dengan kata-kata yang menunjukkan perhatian. Siapa juga bisa terkena penyakit jiwa berupa ketagihan, ingin selalu mengekspresikan diri dan ingin selalu mendapatkan perhatian dari orang lain, baik perempuan maupun laki-laki.

Ketagihan adalah satu dampak negatif media sosial. Satu dampak negatif lainnya yang lebih berat mudharatnya adalah timbulnya fitnah pada diri pribadi, keluarga hingga negara. Satu fitnah yang sudah kerap terjadi di jaman ini pada diri pribadi wanita adalah pelecehan seksual mulai dari kata-kata melalui tulisan dan lisan hingga “aksi nyata”. Di lingkup keluarga adalah rusaknya keharmonisan antar anggota keluarga, antara suami dan istri, serta antara anak dan orangtua. Di lingkup negara, termasuk di negara kita adalah dari tahun ke tahun makin meningkat jumlah kasus perceraian.*/bersambung artikel Ajakan dan Harapan pada Wanita Muslimah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:facebookjejaring sosial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aliansi Pelajar desak SBY terbitkan Kepres “Jilbab”
Tulisan selanjutnya Petinggi PPP Serukan Duduk Bersama, Kembali pada Qur’an dan Hadits

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?