Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ujian dalam Menapaki Perjuangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Februari 2014 10:18 10:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Februari 2014 10:18
Bagikan
kisah Ka’ab bin Malik di atas hanyalah sepenggal dari episode kehidupan orang-orang beriman. Betapa mereka akan terus diuji dalam menapaki perjuangan ini
Bagikan

API dalam tungku Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu masih berkobar hebat. Dalam sekejap, jilatan api itu sanggup menelan sobekan kertas yang dilempar Ka’ab. Di hadapan api yang kian meninggi, jiwa Ka’ab benar-benar ikut menggelegak. Bergolak memberontak.

Hari itu Ka’ab baru saja menerima sepucuk surat dari Raja Ghassan, sang Penguasa Romawi. Ia ditawari untuk meninggalkan kota Madinah demi meraih kebebasan. Sekaligus menyelamatkan dirinya dari belenggu sanksi boikot yang diserukan Nabi Muhammad kepadanya.

Selama 50 hari 50 malam, Ka’ab menjalani hukuman pengucilan (pemboikotan) dari Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘aiahi Wassalam. Ia dianggap sengaja meninggalkan perintah jihad atas kaum Muslimin pada peristiwa Perang Tabuk.

Untuk itu ia diboikot. Seluruh kaum Muslimin Madinah tidak boleh berbicara dengannya hingga batas waktu yang belum ditetapkan.

Hingga beberapa saat, aura kebimbangan itu tampak merona di wajah Ka’ab. Ia benar-benar didera kegoncangan yang sangat.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dilema di antara dua pilihan yang tak mudah. Menerima hukuman dari Nabi dengan perasaan terkucilkan dari seluruh masyarakat Madinah, bahkan dari istri dan keluarga sekalipun. Atau menerima pinangan Raja Ghassan yang tak bisa ia pungkiri, datang di waktu yang tepat. Dilema antara menyelamatkan keimanan yang lagi diterpa badai kerisauan atau meraih “kebebasan” yang menjadi dambaan setiap jiwa yang merdeka.

Kisah Ka’ab diabadikan dalam Al-Quran Surat at-Taubah [9]: 117-129.

Jalan Terjal

Sejak awal diciptakan, gemerlap dunia senantiasa menyisakan godaan kepada manusia. Tak pandang siapapun dia, rayuan dunia kan selalu datang mendayu. Kecendrungan (syahwat) tersebut adalah fitrah bagi manusia. Itulah garis yang ditetapkan Allah dalam kehidupan ini.

Sudah sunnatullah, jika seseorang bersinggungan dengan materi dan kesenangan dunia, maka yang termanjakan sebenarnya adalah hawa nafsu. Sebab di sana telah menanti kenikmatan buat jiwa manusia.

Tak heran, jalan kebaikan itu diliputi dengan berbagai onak dan kesulitan. Ia sarat dengan tantangan yang butuh perjuangan dalam melewatinya. Sebaliknya, pada jalan keburukan justru yang terpampang adalah berbagai kemudahan. Di kanan kirinya boleh jadi bertabur bunga yang semerbak mewangi. Olehnya, jamak terjadi orang-orang lantas lebih memilih jalan pintas tersebut.
Alih-alih bersabar menapaki pendakian nan terjal, mereka lalu berlomba menuruni jalan yang mudah tadi. Allah berfirman,

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu.” (Surah al-Balad [90]: 10-12).

Inilah jalan terjal orang-orang beriman di dunia. Segala pahala kebaikan itu ternyata berbungkus dengan hal yang tidak disukai oleh nafsu manusia.

Ibarat menelan obat, sebelum seseorang beroleh kesembuhan ia juga harus rela menelan kepahitan yang pekat. Sebaliknya, tak ada yang “aneh” jika orang itu terjerembab dalam lembah kemaksiatan. Sebab dalam diri manusia terselip potensi fujur (keburukan) yang setiap saat merayu untuk dimanjakan oleh nafsu itu sendiri.

Alhasil, kisah Ka’ab bin Malik di atas hanyalah sepenggal dari episode kehidupan orang-orang beriman. Betapa mereka akan terus diuji dalam menapaki perjuangan ini. Benteng keimanan menjadi target sasaran yang terus dibombardir oleh berbagai macam syahwat dan syubhat. Sebuah perseteruan abadi dalam jiwa manusia antara potensi takwa (kebaikan) dan dorongan fujur (keburukan). Sekaligus sebagai ajang pembuktian di antara orang-orang beriman, siapa gerangan pemilik amalan-amalan terbaik (ahsanu amalan) tersebut.

Hari ini, derasnya arus budaya Barat yang kian menggurita menjadi pe-er (PR) khusus  bagi umat Islam. Para orangtua dituntut mampu memberikan imun yang ampuh bagi anak-anaknya. Menanamkan kepada mereka nilai mahal keimanan dalam kehidupan dunia. Sebagai harga mati yang tak boleh ditawar oleh seorang Muslim. Manusia hanya bernilai di hadapan Allah jika keimanan itu kokoh dalam diri.*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan Mufti Mesir dengan Delegasi Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Darul Ihsan Juarai dua cabang MTQ Antar Pesantren Se-Sumatera di Riau

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?