Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Di Mana Bisa Kita Temukan Pemuda Berkelas Mush’ab Bin Umair Di Zaman Ini? (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 November 2014 07:49 7:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2014 09:35
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Diabadikan Al-Quran

Kecintaan Mush’ab pada Nabi dan pembelaannya pada Islam ia bawa hingga ajal. Selain dikenal duta pertama nabi di Madinah, ia dicatat sejarah sebagai pembawa Panji Islam di Perang Uhud.

Suatu saat, di Perang Uhud berkecamuk, kaum muslim mengalami kocar-kacir karena kelalaian sekelompok pasukan yang tidak memenuhi perintah Rasulullah. Dalam kondisi genting itu, pasukan Quraisy terus menyerang, mencari dan mengejar Rasulullah untuk membunuhnya. Melihat keadaan seperti ini, Mush’ab bin Umair berinisiatif mengibarkan panji-panji kaum Muslimin dan menebaskan pedangnya ke sana kemari untuk mengalihkan perhatian kaum Quraisy yang mengejar Rasulullah agar menjauh dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassallam.

Ibnu Sa’ad berkata, “Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-‘Abdari dari bapaknya, ia berkata:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Mush’ab bin Umair adalah pembawa bendera di Perang Uhud. Tatkala barisan kaum Muslimin pecah, Mush’ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya –Mush’ab- hingga putus. Namun ia terus mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang telah didahului oleh beberapa Rasul.” Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya hingga putus pula. Lalu Mush’ab bin umair membungkuk kearah bendera, lalu kedua pangkal lengannya meraih bendera kedadanya seraya berkata: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang telah didahului oleh beberapa Rasul.” Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kalinya dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak tersebut pun patah. Mush’ab pun gugur (syahid) dan bendera pun jatuh.” [Dalam Zadul Ma’ad: II/97]

Atas kemuliaannya membela Islam ini, Allah mengabadikannya ucapannya dalam Al-Quran, dalam Surat Ali Imran: 144;

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللّهَ شَيْئاً وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul [234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” [QS: Ali Imron [3]: 144]

***

Tak banyak pemuda Muslim bermental Mush’ab di zaman ini. Pemuda-pemuda yang rela meninggalkan kemegahan dunia dan menyerahkan ilmu/pikiran dan tenaga –bahkanya nyawanya—untuk membela kemenangan Islam.

Yang banyak kita temui, ratusan pemuda-pemudi Muslim dari kampus-kampus ternama ‘memilih aman’ atau bergabung dengan lembaga yang lebih menjanjikan ‘dunia’ dibanding memilih akherat.

Ribuan sekolah Islam hanya memiliki guru-guru seadanya, sumber daya terbatas dan ujungnya melahirkan kualitas rendah. Banyak lembaga dan organisasi Islam dihuni orang-orang tua yang uzur, setiap hari mereka digencet, dipojokkan dan menjadi bulan-bulan media –bahkan—menjadi korban makar-makar jahat politik , sementara di saat yang sama, jutaan pemuda-pemuda Muslim terbaik justu menyerahkan tenaga, pikiran dan ilmunya pada ‘orang lain’ dan ‘tenaga asing’ bukan untuk kemuliaan Islam.

“Wajarlah Islam di Indonesia tidak maju, wong ormas Islam perilakunya seperti itu”, “Huh, menyedihkan! Bagaimana Islam maju, wong ormas Islam justru seperti itu!”

Sering kita lihat lisan-lisan kaum Muslim tak malu berebut mencela kekurangan kaum Muslim sendiri. Sementara di saat yang sama mereka tidak datang menyerahkan pikiran atau tenaganya. Dan menautkan hati dan pikirannya kepada gerakan Islam lainnya.

Saat ini yang dibutuhkan adalah pemuda/pemudi Muslim yang ikut mengangkat harkat dan martabat umat dan meninggikan kemuliaan Islam.

Sayangnya, mereka masih sibuk menjadi pengamat, bukan menjadi penyelamat.*/AU Shalahuddin

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penghuni Penjara di Prancis Kebanyakan Muslim
Tulisan selanjutnya Pesawat Wisata Ruang Angkasa Meledak di Gurun Mojave California

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?