Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Seni Memimpin dan Akhlak Mulia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2014 07:37 7:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2014 07:37
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhammad Ihsan
 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
‎إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia.”
(Shahiih, HR. Ahmad; lihat as-silsilah ash-shahiihah)

 

AKHLAK mulia adalah tugas yang diusung Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam di tengah masyarakat jahiliah yang tandus dari adab. Tidak heran jika sejarah umat Islam semenjak masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam hingga saat ini dihiasi oleh kisah-kisah mulia dari orang-orang shaleh. Bahkan dalam perang yang memaksa orang harus berlaku keras, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam tetap memberikan rambu-rambu akhlak dalam berperang.

Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam    bersabda, “Pergilah kalian dengan nama Allah, dengan Allah dan atas agama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, jangan kalian membunuh orang tua yang sudah tidak berdaya, anak kecil dan orang perempuan, dan janganlah kalian berkhianat, kumpulkan ghanimah-ghanimahmu, dan berbuatlah mashlahat, serta berbuatlah yang baik, karena sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat baik.” [HR. Abu Dawud].

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Begitu juga dengan para pemimpin muslim Indonesia, mereka berusaha dengan teguh memegang apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam.

Kisah para pemimpin Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) patut dijadikan teladan bagaimana seorang muslim menjadi pemimpin.

Mantan penasehat penasihat KPK, Abdullah Hehamahua mengisahkan bagaimana Sjafruddin Prawiranegara mengedepankan akhlak dalam memimpin.

“Pak Sjaf, mengapa setelah menjadi Presiden PDRI kemudian mengembalikan mandat?” tanyanya. Bagi Sjafruddin.

“Saudara Abdullah, Masyumi itu Partai Islam. Maka menggunakan akhlak Islam. Bung Karno dan Bung Hatta sudah bebas, jadi saya kembalikan mandat itu,”ungkap sosok yang sangat diniliai sederhana itu. (hidayatullah.com)

Begitu juga dengan tokoh Masyumi lainnya, Muhammad Roem. Saat Roem menjabat Menteri Dalam Negeri, tidak satupun orang Masyumi yang menjadi Gubernur. Lagi-lagi Abdullah bertanya mengenai sebabnya.

“Saudara Abdullah, Masyumi adalah Partai Islam. Menggunakan ketentuan-ketentuan Islam. Kalau tidak ada orang Masyumi di daerah yang memenuhi syarat, untuk apa kita tunjuk jadi Gubernur?” Jawab Pak Roem kepada Abdullah. (hidayatullah.com)

Subhanallah sungguh luar biasa. Mungkin ini hanyalah sedikit dari banyaknya kisah-kisah mulia yang di lakukan oleh para pemimpin Islam yang merindukan Islam tegak di bumi Indonesia. Para pemimpim masyumi telah menjadikan teladan bagaimana seorang muslim berpolitik. Memegang teguh akhak islam dari pada meraih kekuasaan, maka tidak benar jika politik itu kotor, karena yang kotor adalah orangnya bukan politiknya.

Keteladan yang mereka perjuangkan tentunya akan menciptakan kebaikan-kebaikan dimasa yang akan datang.

Itulah yang dilakukan oleh Khulafaur Rasyidin, Umar bin Abdul Aziz, dan banyak pemimpin muslim lainya. Mereka memberikan teladan dalam kepemimpinanya. Teladan. Karena mereka yakin keteladanan ini bukan hanya untuk dari dirinya.bagaikan virus yang terus menular.

Keteladan itu akan menjadi kisah-kisah yang menjadi lentera, memberikan cahaya dalam kehidupan, kemudian menginspirasi manusia untuk menciptakan satu lagi kebaikan.*

Penulis adala founder Penakasi.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pemimpin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tazkiyatun al-Nafs, Syarat mencari Ilmu
Tulisan selanjutnya Ribuan Jamaah Resmikan Masjid Raya Sumbar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?