Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Istiqomah di Jalan Iman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2016 06:35 6:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2016 08:10
Bagikan
Ketenangan yang bersemai di dalam diri, bisa menjadi penawar bagi jiwa-jiwa yang gelisah
Bagikan

IMAM al-Qurthubi menceritakan; Ada seorang pemuda yang sholih. Ia rajin dan taat beribadah. Setiap hari ia selalu mengumandangkan adzan dimenara masjid untuk memanggil umat muslim agar segera kemasjid untuk menunaikan sholat berjamaah. Begitu banyak orang yang kagum atas kesholihan sang pemuda muadzin ini.

Namun di suatu hari, saat pemuda ini berada di atas menara masjid untuk  mengumandangkan  adzan, di bawah menara di sebuah jendela dilihatnya seorang gadis nan jelita.

Berdeguk hatinya. Dan langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Tak kuasa menahan rasa, pemuda muadzin pun bergegas turun dari menara. Dan segera ditemui si gadis pesona.

“Apa yang Anda inginkan?” tanya si gadis.

“Dirimu,” jawab pemuda.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Kenapa begitu?” tanya gadis.

“Aku jatuh hati saat pertama melihatmu,” kata pemuda muadzin.

“Aku tak ingin berbuat dosa,” kata gadis.

“Aku ingin menikahimu,” timpal pemuda.

“Tidak bisa! Anda seorang Muslim. Saya nasrani. Ayahku tidak akan mengijinkan Anda menikahiku,” kata gadis.

“Demi mendapatkanmu aku rela meninggalkan agamaku dan masuk agamamu,” kata pemuda yang lagi dimabuk asmara.

Dan singkat cerita, pemuda muadzin pun masuk nasrani. Namun malang nasibnya, saat hendak menaiki tangga loteng rumah si gadis pujaan hatinya, pemuda mantan muadzin itu terpeleset jatuh dan meninggal dunia. Mati dalam kondisi murtad. Mati sebagai adh- Dhallin, orang-orang yang tersesat.

Sekelumit kisah di atas menunjukan, menjaga agar tetap istiqomah di jalan iman itu bukanlah hal yang  mudah. Untuk memulai suatu kebaikan juga berat. Namun menjaga agar apa yang sudah dimulai tetap istiqomah tentunya lebih berat lagi.

Suatu ketika Rasulullah ditanya oleh sahabat Abu Amrah, “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku ungkapan tentang Islam, yang aku tidak akan lagi menanyakanya kepada seorang pun selain engkau.”  Dengan singkat beliau menjawab, “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah kemudian istiqomalah’.” (HR Muslim)

Ibnu Mubarok menceritakan dari Wahb bin Munabbih, ada seseorang yang memperhatikan seseorang yang lewat di hadapanya. “Apa yang kamu perhatikan?” tanya Wahb bin Munabbih.

Orang itu menjawab, “Aku begitu kagum pada si fulan, ia sungguh rajin beribadah sampai sampai ia meninggalkan kenikmatan dunia.” Wahb bin Munabbih kemudian berkata, “Tidak perlu kagum kepada orang yang meninggalkan kenikmatan dunia seperti itu. Sungguh aku lebih kagum kepada orang yang bisa istiqomah.”

Sungguh kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan seseorang. Juga akhir kehidupan diri kita ini. Siapa yang dapat menjamin iman akan tetap tergenggam hingga akhir hayat? Siapa yang mampu pastikan iman di dada tidak akan lepas karena tergoda?

Padahal yang akhir itulah baik atau buruk seseorang akan ditentukan nilainya. Husnul khatimah ataukah suul khatimah.

Untuk itulah, hendaknya setiap diri ini senantiasa waspada. Apapun amal yang sudah dilakukan jangan pernah merasa lebih unggul, lalu menganggap remeh orang lain. Tetap berhati-hati, peka pikiran dan perasaan jangan sampai menuruti godaan syahwat ataupun subhat. Terus berusaha meningkatkan keimanan dan tak lupa senantiasa berdoa kepada Allah semoga tetap istiqomah di jalan iman.

“Wahai Yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR At-Tirmidzi). Wallahu a’lam!*/Sutrisno, karyawan swasta di Bojonegoro, Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Imanistiqamahistiqomah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelar Rakornas, KAMMI Rumuskan Platform Perjuangan “Jayakan Indonesia 2045”
Tulisan selanjutnya MUI: Tidak Ada Tradisi Balimau dalam Syariat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?