MIZAN termasuk perkara ghaib, yang Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam menyuruh kita untuk beriman padanya, tanpa menambah dan mengurangi. Inilah hakikat iman. Betapa merugi orang-orang yang mendustakan perkara ghaib dan mengingkari diletakkannya mizan.
Dalam kehidupan sekarang ini kita melihat ada sekelompok orang menghina ayat Ar-Rahman serta mengolok-olok perkataan Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, kemudian dengan lancang berkata layaknya perkataaan seorang penganut ajaran anti-tuhan yang hina dan pengecut, “Tidak ada yang membutuhkan timbangan, kecuali tukang sayur dan tukang kacang.” Betapa berani dia, seakan-akan dia bukan termasuk orang yang diberlakukan timbangan atas dirinya.
Karena kebodohan, ketololan, dan hati yang tertutup, ia mengira bahwa timbangan di akhirat sama seperti timbangan di dunia. Merupakan sesuatu yang pasti bahwa seluruh perkara yang berkaitan dengan akhirat selamanya tidak bisa diukur dan disamakan dengan kondisi yang ada di dunia.
Al-Hafizh Ibnu Hajar telah menukil ijma’ dari ahli sunnah tentang keimanan pada mizan bahwa mizan mempunyai lisan dan dua sisi timbangan, dan amal manusia akan ditimbang di mizan ini pada hari kiamat.
Imam Abu Al-Izz Al-Hanafi berkata di dalam kitab Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiah yang terkenal itu, “Sunnah menunjukkan bahwa mizan yang digunakan untuk menimbang amal manusia pada hari kiamat mempunyai dua sisi timbangan yang nyata lagi riil.”
Sesungguhnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lebih mengetahui tentang segala bentuk yang ada di belakangnya. Tidak ada yang mengetahui hakikat, tabiat, dan bentuk mizan, kecuali Raja Yang Maha Pengasih. Bila tidak, bisakah kita menggambarkan mizan yang diletakkan pada hari kiamat, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam,
“Sekiranya langit dan bumi ditimbang di mizan itu, niscaya ia mampu menimbangnya.”
Bagaimana Anda bisa menggambarkan mizan ini?
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Hakim di dalam kitab Al-Mustadarak, yang ia nyatakan sesuai dengan syarat Muslim, dan Adz-Dzahabi menyetujui pernyataan Hakim ini, dari Salman Al-Farisi, bahwasanya Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda:
“Mizan diletakkan pada hari kiamat, sekiranya langit dan bumi ditimbang di dalamnya, tentu Ia sanggup menimbangnya. Ketika para malaikat melihatnya, mereka bertanya, ‘Wahai Rabb, siapa yang akan ditimbang dengannya?’ Allah berfirman, ‘Siapa saja yang Aku kehendaki dari hamba-Ku.’ Para malaikat berkata, ‘Mahasuci Engkau, kami tidak beribadah kepada Engkau dengan peribadahan yang sebenarnya’.”
Marilah kita merenungkannya, bahkan para malaikat mengakui bahwa mereka belum beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan peribadahan sebenarnya, disebabkan kengerian dan kedahsyatan yang mereka lihat. Sebab, mizan adalah termasuk peristiwa hari kiamat yang paling mengerikan.
Dari buku Detik-detik Pengadilan Allah karya Syaikh Muhammad Hassan.