Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mengajak Manusia ke Jalan Allah

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 7 Juli 2020 11:09 11:09 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 7 Juli 2020 11:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SETELAH Rasulullah ﷺ menerima wahyu pertama dari Allah Ta’ala melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, untuk beberapa saat, wahyu tak turun lagi. Ada ulama yang berpendapat, masa terputusnya wahyu ini hanya beberapa hari saja. Namun, ada juga ulama yang menyatakan masa ini mencapai 6 bulan.

Berapa pun lamanya, masa ini telah membuat Rasulullah ﷺ amat gusar. Hingga suatu saat, ketika Rasulullah ﷺ tengah berjalan kaki, tiba-tiba terdengar suara dari langit.

“Seketika aku mengarahkan pandanganku ke atas. Dan ternyata malaikat yang dulu mendatangiku di Gua Hira terlihat tengah duduk di atas kursi yang terletak di antara langit dan bumi,” cerita Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim.

Rasulullah ﷺ gemetar dan merasa amat takut. Beliau bergegas pulang dan berkata kepada keluarganya, “Selimutilah aku, selimutilah aku!”

Pada saat itulah Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya, “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah! Lalu berilah peringatan … (hingga akhir ayat ketujuh).”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Inilah surat Al Muddatsir [74], surat kedua yang Allah Ta’ala turunkan setelah surat Al-Alaq [96] ayat 1-5. Dalam surat ini, perintah Allah Ta’ala sudah sangat jelas. Allah Ta’ala menyuruh Rasulullah ﷺ untuk bangun. Masa berleha-leha (berselimut) telah usai. Saatnya kini masa berjuang dengan segala risiko yang akan dihadapi, mengajak manusia agar mau menempuh jalan yang lurus. Jalan Islam.

Yang menarik, perintah ini datang justru ketika Rasulullah ﷺ belum lama diangkat oleh Allah Ta’ala menjadi Rasul. Otomatis, belum banyak wahyu yang beliau terima. Baru lima ayat. Setelah itu terputus beberapa lama.

Namun, perintah berdakwah langsung datang ketika wahyu kedua turun. Ada hikmah menarik dari fenomena ini. Bahwa, tugas dakwah harus segera dilakukan meski ilmu yang didapatkan belum banyak.

Kita pun demikian. Setiap kita punya kewajiban berdakwah meski ilmu kita belum banyak. Setiap kali kita memperoleh suatu ilmu, maka amalkan dan dakwahkan. Sebab, seperti itu pula Rasulullah ﷺ. Setiap kali beliau menerima wahyu maka beliau akan mengamalkannya dan mendakwahkannya.

Namun, menurut Ibnu Taimiyah, kewajiban berdakwah bersifat fardhu kifayah. Artinya, jika sebagian telah melakukannya maka yang lain gugurlah kewajibannya. Begitu pula sebaliknya, jika tak ada yang melakukannya, maka berdosalah seluruhnya.

Ini sejalan dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Ali-‘Imran [3] ayat 104, “Hendaknya ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang beruntung.”

Ibnu Taimiyah juga mengatakan bahwa kewajiban berdakwah tergantung pada kemampuan seseorang. Ini sesuai dengan perkataan Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, “Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Dan jika tidak mampu, maka ingkarilah dengan hatinya. Ini menunjukkan serendah-rendahnya iman.”

Meskipun kewajiban dakwah bersifat fardhu kifayah, namun setiap Muslim sangat diajurkan untuk mengambil peran dalam dakwah. Sebab, ada begitu banyak keutamaannya. Bahkan, tersebab dakwah itulah maka umat Islam dikatakan sebaik-baik umat.

Allah Ta’ala berfirman dalam al- Qur’an surat Ali Imron [3] ayat 110, ”Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkaar, dan berimaan kepada Allah.” Wallahu a’lam.* Mahladi

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jalan dakwahJalan KebenaranJalan Pulang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Siap Merespon Jika Uni Eropa Memberlakukan Sanksi
Tulisan selanjutnya Perusahaan China Uji Coba Tahap III Vaksin Covid-19 di Brazil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?