Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mulailah Ber-Iqro dengan Bertanya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2020 16:17 4:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2020 16:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | PROSES iqro’ atau “membaca” ada baiknya dimulai dari “bertanya”. Proses bertanya merupakan reaksi awal setelah kita membaca ayat-ayat Allah Ta’ala. Bahkan adakalanya proses bertanya mendahului proses iqro’.

Bertanya menjadikan proses membaca tak terputus. Setiap kali satu pertanyaan berhasil kita temukan jawabannya, selalu saja muncul pertanyaan baru yang harus kita cari lagi jawabannya. Begitulah seterusnya.

Ibarat tulisan, pertanyaan akan menyambungkan satu alinea kepada alinea yang lain. Begitu satu alinea telah selesai, muncullah pertanyaan baru yang jawabannya akan melanjutkan tulisan kita kepada alinea berikutnya. Begitulah seterusnya hingga rangkaian alinea tersebut menjadi sebuah artikel yang menarik, bahkan sebuah kitab yang akan menjadi petunjuk buat kita.

Adakalanya kita juga perlu bertanya pada diri sendiri tentang hal-hal yang ghaib. Sebab, meskipun kita tahu jawabannya, belum tentu kita yakin dengan jawaban tersebut. Jangan-jangan selama ini kita salah rasa. Kita hanya merasa yakin, padahal sesungguhnya tidak.

Misalnya, apakah kita tahu bahwa kelak akan datang hari kiamat dan Allah Ta’ala telah menyediakan dua tempat kembali bagi kita, yakni Surga dan Neraka?

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ya! Sebagai Muslim tentu kita tahu hal itu! Orang tua atau guru kita telah mengajarkan itu semua. Tapi, apakah kita benar-benar telah meyakini (mengimani) adanya hari kiamat, surga, atau neraka?

Mari kita ambil pelajaran dari ucapan ‘Amar bin Yasir. “Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat…,” kata beliau sebagaimana dikutip Syaikh Abdul Malik Qasim dalam Aina Nahnu Min Haa-ula-i.

Nasehat kematian begitu banyak kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Perkuburan yang kita lewati setiap hari mana kala kita pergi ke tempat kerja, khabar tentang orang sakit dan meninggal yang berseliweran di jejaring sosial, rumah sakit dan klinik kesehatan tempat kita membesuk orang sakit, korban kecelakaan dan kriminalitas yang banyak kita jumpai di laman-laman berita, semua adalah nasehat kematian.

Belum lagi mereka yang bekerja di tempat-tempat yang dekat dengan nasehat kematian, seperti para penggali kubur, para pembuat batu nisan, para petugas kesehatan, sopir ambulan, atau tentara yang biasa begelut di medan perang.

Namun, apakah nasehat kematian tersebut telah mengubah diri kita menjadi lebih baik? Mestinya, ya. Sebab, rasa takut menghadapi kehidupan setelah kematian” akan membuat kita lebih berhati-hati.

Tapi faktanya tidak. Kebanyakan kita tidak sungguh-sungguh merasa takut kepada hal-hal yang ghaib setelah kematian. Padahal, Allah Ta’ala menjelaskan di awal surat al-Baqarah [2] bahwa al-Qur’an menjadi petunjuk bagi orang-orang yang percaya (mengimani) hal-hal yang ghaib. Merekalah orang-orang yang bertakwa.

Bagi mereka yang tak mengimani hal-hal yang ghaib, nasehat kematian tak akan berarti apa-apa. Apakah termasuk kita? Semoga tidak! Karena itulah kita perlu sering-sering bertanya pada diri kita sendiri, percayakah kita kepada kampung akhirat tempat kita kelak kembali?

Jika kita yakin, maka adakah keinginan kuat untuk mengetahui seperti apa jalan pulang menuju surga? Jika kita sudah tahu, apakah ada tekad yang kuat untuk meniti jalan itu dan istiqomah di dalamnya? Semoga ada! */Mahladi Murni

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bacalahiqra'oase iman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Tolak Normalisasi dengan ‘Israel’ Hingga Kedamaian Palestina Tercapai
Tulisan selanjutnya PM Pakistan Imran Khan: Hati Nurani Saya Tak Akan Mengizinkan Mengakui ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?