Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi Tolak Normalisasi dengan ‘Israel’ Hingga Kedamaian Palestina Tercapai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2020 14:20 2:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2020 14:20
Bagikan
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan
Bagikan

Hidayatullah.com–Arab Saudi mengatakan tidak akan mengikuti Uni Emirat Arab dalam membangun hubungan diplomatik dengan ‘Israel’ sampai perjanjian perdamaian yang diakui secara internasional dengan Palestina ditandatangani, Al Jazeera melaporkan.

UEA pekan lalu menjadi negara Teluk pertama yang menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’, dalam kesepakatan yang ditengahi AS yang meningkatkan prospek kesepakatan serupa dengan negara-negara Arab lainnya – termasuk Arab Saudi.

Tetapi setelah berhari-hari diam dan menghadapi tekanan AS untuk mengumumkan kesepakatan serupa, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengesampingkan kemungkinan itu sampai masalah Palestina diselesaikan.

“Perdamaian harus dicapai dengan Palestina” berdasarkan perjanjian internasional sebagai prasyarat untuk normalisasi hubungan, Pangeran Faisal mengatakan kepada wartawan selama kunjungan ke Berlin pada hari Rabu (19/08/2020).

“Setelah itu tercapai, semuanya mungkin,” tambahnya, dalam komentar yang sejalan dengan sikap Arab Saudi sebelumnya tentang masalah tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mengharapkan Arab Saudi untuk bergabung dengan perjanjian yang diumumkan minggu lalu oleh ‘Israel’ dan UEA untuk menormalkan hubungan diplomatik dan menjalin hubungan baru yang luas.

“Saya setuju,” jawab Trump pada hari Rabu ketika ditanya pada konferensi pers Gedung Putih apakah dia mengharapkan Arab Saudi untuk bergabung.

Di bawah perjanjian, yang ditengahi Trump, ‘Israel’ setuju untuk menangguhkan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat yang diduduki. Perjanjian tersebut juga memperkuat penentangan terhadap kekuatan regional Iran, yang oleh UEA, ‘Israel’, dan AS dipandang sebagai ancaman utama di Timur Tengah.

Pangeran Faisal mengatakan kerajaan tetap berkomitmen untuk perdamaian dengan ‘Israel’ berdasarkan Prakarsa Perdamaian Arab 2002.

Dia mengulangi kritik terhadap “kebijakan sepihak” ‘Israel’ tentang pencaplokan dan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki sebagai “tidak sah” dan “merugikan” untuk solusi dua negara. Namun dia juga menyuarakan optimisme yang hati-hati atas kesepakatan pekan lalu.

“Upaya apa pun yang dapat menahan ancaman pencaplokan bisa dipandang positif,” katanya.

Arab Saudi, yang tidak mengakui ‘Israel’, membuat prakarsa tahun 2002 di mana negara-negara Arab menawarkan untuk menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’ sebagai imbalan atas kesepakatan kenegaraan dengan Palestina dan penarikan penuh ‘Israel’ dari wilayah yang direbut pada tahun 1967.

Penjualan Jet Tempur F-35

Sebelumnya dalam konferensi pers, Trump menyebut kesepakatan UEA-‘Israel’ sebagai kesepakatan yang baik dan mengatakan: “Negara-negara yang Anda bahkan tidak percaya akan ingin mencapai kesepakatan itu.” Dia tidak menyebutkan negara lain selain Arab Saudi.

Trump juga mengatakan UEA tertarik untuk membeli jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp yang digunakan ‘Israel’ dalam pertempuran.

“Mereka punya uang dan mereka ingin memesan cukup banyak F-35,” kata Trump, menambahkan bahwa penjualan prospektif itu “sedang ditinjau”.

Di sisi lain, Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu menentang hal tersebut, mengutip kebutuhan untuk mempertahankan superioritas militer ‘Israel’ di wilayah tersebut. Ia mengatakan pada hari Selasa (18/08/2020) bahwa negaranya akan menentang penjualan F-35 AS ke UEA.

Setiap penjualan F-35 bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk dinegosiasikan dan dikirimkan, memberi administrasi kepresidenan AS yang baru cukup waktu untuk menghentikan kesepakatan. Setiap penjualan juga memerlukan persetujuan kongres.

Sebuah sumber industri mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa penjualan jet tempur prospektif diatur dengan bantuan penasihat senior dan menantu Trump Jared Kushner.

AS menjamin bahwa ‘Israel’ menerima senjata Amerika yang lebih canggih daripada negara-negara Arab, memberikannya apa yang diberi label “Qualitative Military Edge” atas tetangganya.

Kushner menegaskan akan memprioritaskan Riyadh untuk juga secara resmi menjalin hubungan dengan ‘Israel’.

Lebih lanjut menempatkan kerajaan dalam sorotan, Netanyahu pada hari Senin (17/08/2020) mengatakan ‘Israel’ sedang bekerja untuk membuka koridor di Arab Saudi untuk penerbangan ke UEA.

Arab Saudi, ekonomi terbesar dunia Arab dan rumah bagi tempat-tempat paling suci Islam, menghadapi perhitungan politik yang lebih sensitif daripada UEA.

Pengakuan resmi ‘Israel’ tidak hanya akan dilihat oleh orang-orang Palestina dan pendukung mereka sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka, itu juga akan merusak citra kerajaan sebagai pemimpin dunia Islam.

“Gagasan bahwa Arab Saudi akan melakukan normalisasi hubungan dengan ‘Israel’ tidak masuk akal,””kata Aziz Alghashian, seorang dosen di Universitas Essex yang mengkhususkan diri dalam kebijakan kerajaan terhadap ‘Israel’.

“Kendala terbesar untuk normalisasi Saudi-‘Israel’ bukanlah ketakutan akan reaksi domestik dan regional. Sebaliknya, Arab Saudi menganggap perlu untuk tidak menormalisasi hubungan di luar kerangka Inisiatif Perdamaian Arab yang menyerukan penyelesaian masalah Palestina, jika masih terjadi. Ia ingin dilihat sebagai pemimpin dunia Muslim dan Arab,” kata Alghashian.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiisraelpalestinaUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demba Ba Serukan Dunia Bola Kecam Perlakuan China terhadap Muslim Uighur
Tulisan selanjutnya Mulailah Ber-Iqro dengan Bertanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?