Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Iman Tak Sekadar Membenarkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2021 08:38 8:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2021 08:38
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com | Setelah Allah Ta’ala mengutuk Iblis dengan mengeluarkannya dari Surga karena ingkar, Iblis mencoba menawar dengan mengatakan, “Ya Tuhanku (Rabbi), berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan (kiamat),” (Al-Hijr [15]: 36).

Dari perkataan Iblis ini kita menjadi paham bahwa ia sebenarnya sosok yang sangat mengenal Allah Ta’ala, bahkan membenarkan bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb (Tuhan). Namun, iblis jelas tak masuk dalam kaum beriman. Tempatnya sudah ditentukan, yakni neraka.

Jadi, mereka yang mengenal Rabb-nya secara baik, belum tentu otomatis beriman. Ada hal lain yang harus ia penuhi agar bisa terkategori mukmin (beriman).

Perhatikan juga Fir’aun, Raja Mesir pada zaman Nabi Musa Alaihissalam (AS). Setelah melihat berbagai mukjizat yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Musa AS berupa tongkat yang berubah menjadi ular besar, tangan yang mengeluarkan cahaya, datangnya banjir, belalang, kutu, katak, darah, dan kekeringan, Fir’aun pun membenarkan bahwa Allah Ta’ala adalah Tuhan pemelihara langit dan bumi.

Ini diungkapkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat Al-Isra’ [17] ayat 102 lewat perkataan Musa AS, “Sesungguhnya kamu (Fir’aun) telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata …”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Begitu juga di dalam surat al-A’raf [7] ayat 134, Fir’aun yang telah ditimpa berbagai musibah berkata kepada Musa, “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau bisa menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu …”

Namun, Fir’aun tak pernah menjadi beriman meskipun berbagai bukti telah tampak di depan matanya. Lagi-lagi, mereka yang membenarkan bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, belum tentu otomatis menjadi mukmin. Masih ada sejumlah syarat lain agar mereka benar-benar bisa membuktikan bahwa ia telah beriman.

Para ulama, termasuk Imam Malik,  as-Syafi’i, Ahmad, dan al-Auza’i, berpendapat bahwa iman bukan sekadar pembenaran oleh hati, namun juga pengakuan oleh lisan, dan pengamalan oleh anggota badan.

Seseorang yang telah banyak membaca fenomena alam semesta, boleh jadi telah menemukan bukti-bukti adanya Rabb sebagai pencipta semua itu. Namun, selama ia tak bersaksi secara lisan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah, maka ia belum bisa disebut mukmin, bahkan belum juga muslim. Ia masih ingkar (kafir).

Demikian juga orang yang telah berikrar syahadat secara lisan namun tak pernah mengamalkan ajaran Islam, boleh jadi ia belum sepenuhnya beriman (mukmin), melainkan sekadar menjadi Muslim. Kisah orang-orang Arab pedalaman (badui) yang mengaku telah beriman namun dibantah oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat al-Hujarat [49] ayat 14, adalah contoh yang nyata tentang ini.

Ayat tersebut berbunyi, “Orang-orang Arab badui berkata, ‘Kami telah beriman.’ Katakan kepada mereka, ‘Kamu belum beriman’, tetapi katakanlah, ‘Kami telah tunduk (Islam)’, karena iman belum masuk ke dalam hatimu …”

Jadi, iman yang sempurna membutuhkan ilmu, lalu membenarkannya di dalam hati, mengikrarkan secara lisan, dan membuktikannya dalam amal perbuatan. Wallahu a’lam. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iblisImannerakasurga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Undang Tender untuk Bangun Pemukiman Ilegal Baru Usai Trump Kalah
Tulisan selanjutnya Pengganti Masjid Babri akan Dibangun pada 26 Januari di Ayodhya, India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?