Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jangan Sampai Sukar Lakukan Syukur [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 April 2015 20:02 8:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2015 20:02
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi  

KALAU demikian, memang tidak ada tuan, si empunya diri kita ini kecuali Dia, Rabb. Tidak ada yang mampu menciptakan, mengatur, memperbaiki, dan memberi nikmat kepada diri ini kecuali Dia, Rabb. Buktinya, kita yang menganggap diri ini menguasai diri tak juga tahu secara sempurna apa yang tengah berjalan. Sel-sel dalam tubuh pun tak ada yang mengetahuinya secara detail. Bagaimana hati, jantung, mata, ginjal, usus, dan yang lainnya bekerja dengan baik dan rapi pun tak kita ketahui. Bahkan dokter spesialis sekalipun tetap tak dapat menguasai bidang spesialisasinya secara sempurna. Yang tahu adalah penciptanya, rabb-nya, Allah Subhanahu Wata’ala.

Allah kita itu ‘Penguasa alam’ (Rabb) alam

Dalam Qs. 1: 2 itu disebut rabb al-‘ālamīn. Kita pun termasuk ‘ālam, karena makna kata ini adalah: segala sesuatu selain Allah disebut alam. Maka, sekali lagi, kita adalah alam. Kalau kita ini alam, maka kita milik Allah rabb al-‘ālamīn.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kalau begitu, seluruh alam – termasuk kita sebagai manusia – benar-benar tunduk kepada Allah. Dan sudah tentu seluruh alam itu (alam malaikat, alam jin, alam bintang, alam manusia, dll.) mendapat karunia dan nikmat dari Allah. Dan dapat dipastikan mereka memuji dan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Maka, sebagaimana manusia, sudah sepatutnya kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas limpahan karunia itu.

Rasulullah Muhammad Shallallhu ‘alaihi Wassalam menyampaikan, “Tidak Allah memberi satu nikmat kepada seorang hamba, lalu hamba itu memuji-Nya, kecuali pujian itu menjadi lebih utama (afdhal) dari nikmat itu.” (HR. al-Thabrānī. Hadits dari Abū Umāmah al-Bāhilī).

Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah  menegaskan, “Tidaklah Allah memberi satu nikmat kepada seorang hamba dan dia berkata, ‘al-Ḥamd lillāh’ kecuali apa yang diberi lebih utama dari apa yang diambil.” (HR. Ibn Mājah. Dari Anas ibn Mālik. Hadits Sahih).

Dengan Lisan dan Perbuatan

Allah Subhanahu Wata’ala menganjurkan kita bersyukur dengan hati, lisan dan perbuatan.

Orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Ia menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur  sudah digariskan oleh Rasulullah, “Sebaik-baik zikir adalah ‘Lā ilāha illa Allāh’ dan doa yang paling utama adalah ‘ al-Ḥamd lillāh’.” (HR. Al-Tirmidzī, Ibn Mājah, al-Nasa’ī, dan Ibn Ḥibbān. Hadits Hasan).

Maka, tak ada alasan kita tak memuji Allah. Dan pujian yang disukainya, kata Rasulullah  adalah kata al-ḥamdulillah. Semoga kita bisa menjadi hamba-hambanya yang bersyukur: agar nikmat kita ditambah dan dijauhkan dari kufur nikmat, karena azab-Nya bagi yang kufur nikmat amat pedih (Qs. Ibrāhīm [14]: 7).

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.”

Yang bisa dilakukan anggota tubuh mensyukuri nikmat Allah adalah mempergunakan tubuh dan semua karunia Allah dengan kebaikan dan hal-hal positif.

Imam al-Ghazali mengatakan, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Tubuh itu adalah; mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki.

Lidah dipergunakan mengeluarkan kata-kata yang baik dan berzikir. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS: Aldhuha [93]: 11).

Yang pandai membagikan ilmunya, yang kaya berinfaq dan bersadaqah di Jalan Allah. Wallāhu aʻlam bi al-Ṣawāb.*

Penulis adalah guru di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara. Penulis buku “Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hatiislamlisan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Militer Afsel Turun Tangan Atasi Kekerasan Anti Imigran
Tulisan selanjutnya Pemerintah Indonesia Ingin Buka Kantor Konsulat di Ramalah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?